Demam Berdarah Melanda Singapura

33

Who’s singing “I’m unstoppable”?

Disease. 
This time, in Singapore.

Yoi guys. Beneran nggak abis-abis deh penyakit bermunculan menyerang masyarakat dunia. Dari Covid-19, monkeypox aka cacar monyet, nah sekarang masyarakat Singapura lagi worry karena ada penyakit lain yang menyerang di sana. Everybody, meet again: Demam berdarah.
 
Background pls. 
You got it. Jadi as we all know cuaca sekarang tuh kan emang lagi nggak jelas kan. Panas berkepanjangan, terus juga kalau ada hujan, hujannya deras dengan frekuensi yang sering *thx, global warming*. Nah, kondisi kayak gini of course bikin satu makhluk jadi pada party dong. Yep, you guessed it right. Nyamuk. Adapun ada satu jenis nyamuk yang kalau kita kena gigitannya, tuh bisa berdampak dan urusannya jadi panjang banget. Jenisnya adalah nyamuk aedes aegypti.
 
Yea heard of it a lot…
Iya kan. Nah kamu juga udah tahu kan kalau yang namanya nyamuk Aedes aegypti ini penyebab salah satu penyakit yang berbahaya banget, yaitu demam berdarah. Demam bukan sembarang demam, kalau udah kena demam berdarah, kamu bisa sakit kepala parah, nyeri-nyeri, sesak nafas, organ failure, bahkan kalau nggak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan kematian. Nah, ini yang sekarang lagi terjadi di Singapura, guys.
 
Singapura?

Iya. Negara tetangga kita itu sekarang lagi struggling ngurusin wabah penyakit demam berdarah yang sekarang lagi ada di masa puncak-puncaknya. Dari awal tahun kemarin sampai 1 Juni lalu, tercatat udah ada 11 ribu kasus demam berdarah yang terjadi di Singapura. Angka ini jauh lebih tinggi dari yang terjadi di sepanjang tahun 2021 lalu, yaitu sebesar 5.258 kasus. Disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Singapura, Desmond Tan, kondisi ini tuh emang keadaan darurat yang harus ditangani asap, guys.

 
Kok bisa Singapura sih?
Yha karena kan cuacanya tropis gitu kan, dan cuaca ini merupakan yang paling cocok buat jadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Terus ditambah dengan kondisi global warming yang bikin cuaca ngga menentu. Para ahli udah memprediksi bahwa outbreak demam berdarah ngga cuma hanya akan berhenti di SG, tapi juga di negara-negara lain yang beriklim tropis *uhuk* Indonesia *uhuk*
 
Oh no…
Yes, hal ini tentunya bikin pemerintahan sana struggling banget, karena selain berdampak sama kesehatan masyarakat, banyak aspek-aspek lain yang juga ikut kena dampaknya salah satunya adalah aspek ekonomi. Kemarin banget nih, dolar Singapura udah turun SGD 0.23% jadi 1 SGD nya sekarang ada di nilai Rp10.471. Bayangin kalau keadaannya terus kayak gini, of course keadaan perekonomian nasional mereka bisa ada di ambang krisis dong.
 
Terus gimana dong tuh?
Adapun langkah yang udah diambil pemerintah SG adalah dengan fogging yang ngabisin budget sampe puluhan juta SGD per tahun, sampe memberhentikan sementara 59 pegawai yang lagi kerja di konstruksi. Selain itu, National Environment Agency aka NEA juga lagi melakukan inspeksi di 305.000 titik all over Singapore, termasuk 2.300 titik lokasi pekerjaan konstruksi, dan menemukan at least 9 ribu habitat nyamuk aedes aegypti bersarang di sana. Selain itu, upaya public awareness juga terus digalakkan supaya masyarakat lebih berhati-hati.
 
I see….

Well, despite all the efforts, jumlah pasien demam berdarah di rumah sakit tetap makin bertambah, gengs. Per Jumat minggu lalu, udah ada sebanyak 2 persen dari total keseluruhan pasien rawat inap di seluruh rumah sakit seantero Singapur yang menderita demam berdarah. Untuk itu, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung udah memonitor kasus rawat inap itu, dan dikaitkan dengan dampak sistem perawatan kesehatan nasional.

 
Bertubi-tubi ya…
Iya nih, emang lagi banyak ujian tetangga kita itu. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kerajaan Malaysia juga melarang ekspor daging ayam ke Singapura, yang bikin SG jadi jadi puyeng banget karena sepertiga ayam yang ada di negara mereka diimpor dari sana. Nah, masih struggling nyari pengganti supplier ayam, kini wabah demam berdarah makin melanda.
 
Hiks… anything else I should know?
Nah meski terjadinya di SG, kamu tetep gabisa santai-santai guys, karena BMKG-nya Singapur, namanya The Meteorological Service Singapore baru aja menyatakan hasil risetnya yang bilang bahwa negara-negara di Asia Tenggara tuh mengalami peningkatan suhu (jadi makin panas) dua kali lipat dibanding bagian lain di dunia. Mereka juga memprediksi bahwa suhu cuaca rata-rata di Southeast Asia bisa mencapai 37 derajat celsius di tahun 2100 kalo emang emisi gas karbon kita terus meningkat. Panik ga panik gaaaa?