Aborsi di Amerika Serikat

61

Now, let’s start the day with a 360° news on: Roe vs Wade.

When marketing goes wrong…
Yep, kalo belakangan ini kamu lagi bingung banget soal rame-rame protes di Amerika Serikat terkait aborsi, dan kamu kepo nih: Ada apa sih? Kok rame? emang aturannya gimana? Nah, look no further because we will give you a full and comprehensive recap on: Abortion in the US.
 
Tell me tell me tell me!
Gini. Jadi emang isu aborsi ini selalu jadi perdebatan di mana-mana, antara kelompok yang “dosa lu bunuh nyawa bayi yang belum lahir” vs “My body, my choice!” Nah, whichever side you are on, we’re totally cool with that. OK. Lanjut ya. Jadi Jumat lalu, Mahkamah Agung di Amerika Serikat baru aja memutuskan satu putusan yang bisa dibilang paling kontroversial belakangan ini, yakni membatalkan putusan Roe vs Wade terkait aborsi.
 
Apa itu Roe vs Wade?
Jadi back in 1969, ada seorang perempuan bernama Norma McCorvey, tapi pake nama samaran “Jane Roe” yang pengen mengaborsi bayi yang dikandungnya. Namun hal itu ngga bisa dilakukan karena di state tempat dia tinggal, yakni Texas, aborsi itu ilegal kecuali emang mendesak banget untuk menyelamatkan nyawa ibunya. Nah Roe kemudian menggugat aturan aborsi tadi ke Mahkamah Agung US dan bilang bahwa aturan anti-aborsinya Texas ini ngga sesuai konstitusi yang melindungi hak pribadi, termasuk hak perempuan atas tubuhnya sendiri. Adapun yang digugat adalah hakim di Pengadilan Texas, namanya Henry Wade, hence the name: Roe vs Wade.
 
Go on…
Nah against all the controversies, MA-nya US waktu itu mengabulkan gugatan Roe, meaning mereka setuju bahwa emang larangan aborsi itu unconstitutional (perbandingannya 7:2). Gokill rame dong tuh masyarakat US, karena emang di sana terpecah banget, antara masyarakat yang menolak dan mendukung. Nah sejak saat itu, putusan MA Roe vs Wade ini menjadi payung hukum secara nasional untuk praktek aborsi yang dilakukan oleh para perempuan di Amerika Serikat.
 
Terus…
Namun, Supreme Court be like: Tak semudah itu Fergusso! Karena ternyata, sama kayak perubahan pemerintahan, hakim di pengadilan juga berubah guys. Nah saat ini, hakim di Mahkamah Agung AS mayoritasnya memiliki pandangan yang konservatif. Perbandingannya adalah 6:3. Nah, lima dari hakim tadi memutuskan untuk membatalkan putusan Roe vs Wade. Tiga menolak dan satunya punya dissenting opinion (if you’re familiar with how MK works here, it’s pretty much the same). Tapi intinya suara mayoritas adalah membatalkan Roe vs Wade, yang artinya berakhir juga perlindungan hukum secara nasional buat perempuan untuk melakukan aborsi.
 
WOW huge.
Rite? Dengan keputusan ini, maka hak perempuan untuk bisa melakukan aborsi udah ngga dilindungi negara, tapi tergantung banget masing-masing state tempat mereka tinggal. Contohnya di Texas yang super konservatif, tindakan aborsi langsung ilegal pasca Roe vs Wade dibatalkan. Mereka bahkan sampe bikin tgl 24 Juni sebagai libur di negara bagian, untuk memperingati kematian 70juta unborn babies selama Roe vs Wade berlaku. Terus sejauh ini, udah ada lebih dari setengah states di US (they have 50 statesbtw) yang bakal menggolkan perda yang makin memperketat aturan buat perempuan yang mau melakukan aborsi, bahkan melarang aborsi entirely.
 
….

Nah, buat mereka yang menolak putusan ini, kesehatan reproduksi perempuan biasanya merupakan alasan utama. Yep, data dari Guttmacher Institute di AS menemukan bahwa 75% dari perempuan yang melakukan aborsi datang dari keluarga dengan penghasilan rendah. Selain itu, larangan aborsi juga dinilai cuma bakal bikin perempuan makin banyak mengakses layanan aborsi yang ilegal, yang justru lebih membahayakan nyawa. Terus juga teen pregnancies bakal makin banyak, dan fundamentally, it’s all about women’s right to choose what they want about their bodies. 

 
Well, did anyone say anything?
Yep, langsung hari itu juga, Presiden AS Joe Biden bilang bahwa dia sedih banget sama keputusan dari MA tersebut. Menurutnya, keputusan ini engga hanya membatasi hak konstitusional warga Amerika, tapi bener-bener mengambil hak tersebut. Biden juga bilang bahwa kesehatan dan nyawa perempuan AS sedang dalam sikon yang beresiko, dan keputusan ini udah memundurkan kembali negaranya ke 150 tahun yang lalu. Nah guys, secara di AS juga sistemnya trias politica kayak di kita, safe to say, Biden juga ga banyak bisa melakukan apa-apa untuk membatalkan putusan ini. Instead, White House lagi berkonsultasi sama para ahli kebijakan dan ahli hukum untuk ngeliat nih, kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk at least mempermudah akses aborsi buat warganya. Misalnya, memudahkan akses obat-obatan aborsi, atau mempermudah perjalanan buat perempuan yang mau aborsi dari state yang melarangnya, ke state yang punya aturan aborsi lebih longgar.

 
I see…
Nah keputusan ini tentunya langsung menuai nationwide protests sampai ada ratusan ribu warga di New York, New Jersey, Pennsylvania, Wisconsin, Texas, California, dan state-state lainnya yang turun ke jalan. Adapun pusat protes adalah di depan gedung Capitol dan Mahkamah Agung, di mana perempuan di sana pada yelling menentang kebijakan pembatalan Roe vs Wade ini. Diprediksi, aksi protes bakal makin banyak dan makin besar terjadi di banyak negara bagian.

Alright. Anything else?
While killing unborn babies is almost entirely illegal in the US, kayaknya kalo killing human being yang udah born sih gpp ya guys menurut Supreme Court. Karena literally sehari sebelumnya, lembaga yang sama juga membatalkan aturan di New York yang mengatur bahwa kalo orang mau membawa senjata api di publik, maka mereka harus menunjukkan izin khusus. Nah aturan ini dibatalkan, dan Supreme Court-nya bilang bahwa hak membawa senjata api ke luar rumah adalah hak dasar warga negaranya yang harus dipenuhi. Dengan begitu, jangan kaget neh kalo kamu lagi jalan-jalan ke US terus pas lagi ngantri bayar di Target, nemu orang di depan kamu bawa-bawa pistol…