Ustad Abdul Somad Dideportasi Dari Singapura, AS Mengalami Kelangkaan Susu Formula Bayi, Wacana Gorden 48,7M Resmi Dibatalkan, 150 Orang Karyawan Netflix di PHK

56

Good morning

Welcome to Thursday aka alllllmost weekend. Yep, not there yet. Hang in there. Now, before you start scrolling down, we want to remind you to take it slow. Take a deep breath, sit straight, grab your coffee and here we go!

Here’s your A to Z updates on: UAS’s case

Tell me.
OK. Jadi seharian kemarin masyarakat +62 tuh dibikin kontroversi hati banget sama unggahan pendakwah Indonesia Abdul Somad Batubara atau yang kamu kenal sebagai UAS yang bilang bahwa dirinya dideportasi dari Singapura.
 
Hah kok bisa?
Well, dari unggahan di Instagram itu, diketahui bahwa UAS pergi ke Singapura via Batam dan sampai di Pelabuhan Tanah Merah siang Senin kemarin bareng beberapa keluarga dan temannya. Niatnya sih emang liburan doang, guys. Nah, di bagian Imigrasi, keluarga dan temennya tuh bisa masuk, namun kemudian UAS-nya ditolak. Beliau kemudian langsung dipisahin dari rombongan dan dibawa ke ruang interogasi. In his words, UAS bilang, “Saya dimasukkan ke dalam ruangan, lebar semeter, panjang dua meter. Pas macam liang lahat.”
 
Terus terus
Di ruang interogasi, UAS kemudian ditanya-tanya, kayak tujuannya datang ke Singapura apa? Sama siapa aja? Berapa lama, dll. Tak lama kemudian, keluarga dan temennya UAS yang awalnya udah dibolehin lewat dijemput lagi sama petugas sana dan dibawa juga ke ruang interogasi yang berbeda. Sejamlah kira-kira di ruangan itu, sampai akhirnya UAS dibolehin gabung sama rombongan tapi nggak ada kejelasan juga nasib mereka gimana boleh masuk apa nggak. Akhirnya nunggu lagi kan. Sampai akhirnya jam setengah 5 sore waktu setempat mereka diberangkatkan lagi ke kapal dan balik ke Indonesia.
 
Jadi dia…. dideportasi?
Buat menjawab pertanyaan itu, let’s take a look to pernyataannya KBRI Singapura. Dari keterangan Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo yang udah koordinasi sama Otoritas Imigrasi di sana, UAS tuh dikenakan kebijakan Not to Land alias nggak boleh masuk aja gitu ke wilayah SG. Beda sama deportasi di mana udah masuk duluan terus dipulangkan ke negara asal. Nah di case-nya UAS kan nggak kayak gitu. Namun, UAS belum sempat keluar dari gerbang imigrasi which means belum masuk ke wilayah Singapura tapi udah disuruh pulang duluan.
 
Kenapa nggak boleh masuk ya?
Nah, Otoritas Imigrasi sana menyebut, kedatangan UAS tuh nggak memenuhi kriteria warga asing yang boleh berkunjung ke Singapura, guys. Tapi, Pak Suryo juga nggak menjelaskan lebih detail kriterianya tuh kayak gimana. Karena itu emang wewenangnya pemerintah Singapura.
 
Does Singapore say anything?
Yoi. Rupanya Singapura punya alasan sendiri kenapa mereka menerapkan kebijakan Not to Land ini ke UAS. Dari keterangan yang dikeluarkan pemerintahnya kemarin, Singapura menyebut bahwa mereka nggak bisa izinin masuk karena UAS nih terkenal dengan reputasinya sebagai penceramah yang ekstrimis dan pemecah belah, dan sebagai negara yang multi ras dan kebudayaan, hal ini ngga bisa diterima.
 
Explain ekstrimis dan pemecah belah…
Jadi di keterangan itu dijelaskan juga beberapa contoh preach-nya UAS yang ekstrim. Kayak misalnya beliau pernah khotbah soal bom bunuh diri dalam konteksnya konflik Israel-Palestina tuh sah-sah aja dan dianggap sebagai syahid. Terus, beliau juga diketahui punya track record yang suka merendahkan agama lain, hingga secara terang-terangan menyebut non Muslim sebagai kafir dan menggambarkan salib Kristen tuh tempat tinggal jin kafir.
 
Whoaaa…
Ya makanya kata Singapur, masuk ke negaranya tuh ga otomatis dan bukan merupakan hak, thus mereka bener-bener nge-assess semua pihak yang mau masuk ke SG. Terus pemerintah Singapur juga bilang bahwa mereka menanggapi sangat serius pandangan tiap orang yang mendorong terjadinya kekerasan maupun ekstrimisme dan pemecah belah. With all that being said, Somad and his travel companions were denied entry into Singapore.
 
I believe UAS has a say… 
Yep. Doi bete. UAS menyebut, padahal dia pengen ke Singapura, mau liburan, mau belanja, mau bantu pertumbuhan perekonomian Singapura, “Tapi kok malah gini,” gitu kan. Selain itu, UAS langsung ngajak followers-nya di Instagram buat nggak usah belanja di SG, guys. Instead, UAS bilang mending uang yang ada dipakai buat sumbangan ke pembangunan pesantren aja. Selanjutnya, MUI juga ada angkat bicara. Menurut Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Sudamoto Abdul Hakim, Singapura tuh lebay sampai bertindak kayak gitu. “UAS nggak pro ekstrimis kok”, katanya gitu kan. Terus, Sudamoto juga bilang justru Singapura yang pro-Yahudi, pro Israel, dan anti sama seluruh bentuk perlawanan. Dan hal ini bisa merusak hubungan dua negara. Apalagi kita tetangga, katanya.
 
Well, did anyone else say anything?
Yep, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin bilang bahwa penolakan SG atas UAS itu bukan urusan pemerintah, melainkan urusan kedaulatan negara. Jadinya ya Singapur sendiri punya punya kewenangan untuk beri penilaian apakah seseorang itu bisa masuk ke negaranya. Selain itu, komentar juga datang dari Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang emang ngurusin soal agama, Ace Hasan Syadzily. Kata Kang Ace, Singapur perlu membuktikan bahwa UAS emang mengancam keselamatan negara, karena beliau punya pengikut yang besar di tanah air.
 
I see.. Anything else I should know?
Nah dari MUI yang protes sama keputusan Singapura buat menolak kedatangan UAS, Badan Nasional Penanggulangan Teroris aka BNPT ngeliatnya ini bisa jadi pelajaran buat Indonesia, guys. Direktur BNPT, Ahmad Nurwakhid bilangnya Indonesia tuh seharusnya juga bisa mencegah dan melarang sejak dini paham radikalisme yang ngarahnya ke tindakan teror dan kekerasan. Hal ini yang harusnya bisa dicontoh sama Indonesia, katanya. Fyi, beberapa bulan lalu emang udah beredar daftar nama-nama penceramah radikal yang jumlahnya ada 180 orang, salah satunya, yha Ustadz Abdul Somad alias UAS ini.

When there’s no baby formula in sights…

In the US.
Iya ni guys, parah banget deh. Kalo di kita beberapa waktu lalu kondisinya adalah kelangkaan minyak goreng, maka kalo Amerika Serikat saat ini lagi mengalami kelangkaan susu formula buat bayi. Yep, saat ini buibu dan pakbapak di US lagi pusing banget karena susu formula yang udah langka dan hampir nggak ada di berbagai swalayan di Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini of course bikin ayah bunda di sana pada panik dong, “Anak w gimana dong nih?”
 
Kok bisa?
Well, Ada banyak faktor yang menyebabkan susu formula jadi langka di AS, guys. Kita bahas satu-satu yah. Pertama, dari efek jangka panjangnya pandemi di mana supply chain dan proses pengiriman bahan-bahan yang dipakai buat bikin sufor jadi berantakan.
 
Go on…
Terus, masih dari efek pandemi, banyak tenaga buruh yang harus di-cut off alias dinonaktifkan biar menekan biaya produksi jadi nggak tinggi-tinggi banget. Otomatis jadi kurang personel dong, thus merembet jugalah ke proses produksi yang melambat. Nah puncaknya, tuh pada saat perusahaan Abbott Nutritions, pabrik sufor terbesar di AS yang punya 20 brand sekaligus, menarik semua produk di berbagai negara bagian setelah ditemukan ada kandungan bakteri berbahaya di sufor bikinan mereka.
 
Whattt? Bakteri apakah itu?
Namanya Cronobacter sakazakii, dan ditemukan pada salah satu brand sufornya Abbott Similac PM 60/40. Penemuan ini berawal dari meninggalnya seorang anak karena ter-expose ke produk sufor tersebut guys. Dari situ, dilakukanlah investigasi oleh The US Food and Drug Administration aka FDA dan menemukan ada bakteri berbahaya yang bisa menyebabkan keracunan, meningitis, bahkan kalau newborn, bisa meninggal karena mengonsumsi sufor tersebut. Karena itulah, Abbott langsung menarik semua produk mereka dari pasaran dan menghentikan dulu produksinya.
 
Geeez…..
Since Abbott ini emang produsen sufor paling gede di AS, dan mereka udah narik semua produk dari pasaran, sedangkan permintaan masyarakat tetap tinggi, makanya, you know the ending… susu formula jadi langka, guys. Adapun kelangkaan paling parah itu adanya di Tennesse, dan kota-kota lain kayak Las Vegas, Houston, Charlotte, di mana rak swalayan yang biasanya diisi susu formula, sekarang jadi kosong melompong. Kalo udah begini tentu yang paling dirugikan adalah konsumen, di mana mereka jadi bingung banget nih gimana cara ngasih susu buat anaknya. Antara beli dari di retailer yang masih nyimpen stok, tapi harganya selangit, atau ya nyari terus sampe dapet. Terus guys, saking langkanya, di LA tuh pembelian sufor dibatasi cuma boleh maksimal 2 box doang.
 
Kayak pernah dengar cerita begini….
Same. Sebenarnya kan bisa aja yah bunda-bunda di sana breastfeeding alias pake ASI. Tapi of course itu nggak bisa berlaku buat semua orang, guys. Ada ibu yang punya kondisi kesehatan terbatas atau supply ASI-nya simply terbatas juga banyak, Jadi yha harapan mereka emang di susu formula deh. Ada satu riset dari CDC yang menunjukkan kalau cuma seperempat bayi yang dikasih ASI eksklusif enam bulan di Amerika, dan 20% bayi udah pakai sufor since two days old.
 
:((
Krisis susu formula di AS ini juga seolah membuka masalah lain yang lebih fundamental di AS, yakni terbatasnya akses buat ibu untuk bisa mem-breastfeed anaknya. Yep, data dari CDC menyebut bahwa keterbatasan perempuan AS buat kasih ASI eksklusif ini sebenarnya juga karena kurangnya resources yang mereka punya di tempat kerja, guys. Kayak ada tempat kerja yang nggak kasih break yang cukup buat para ibu breast-pumping, atau simply nggak ada tempat yang proper buat melakukan hal itu. For the records, AS adalah negara berpenghasilan tinggi satu-satunya di dunia yang ngga menjamin gaji tetap jalan kalau warganya lagi cuti hamil dan melahirkan. This means that new moms di sana eventually diharuskan balik kerja secepat mungkin setelah melahirkan. Karena kalau nggak, nggak dapet gaji dong.
 
Hiks. Balik lagi ke sufor. Terus gimana dong tuh?
Nah luckily, bunda-bunda yang senasib sepenanggungan dan yang sama-sama lagi berjuang memenuhi kebutuhan si kecil pada nggak ignorantguys. Mereka gercep bikin community di Instagram dan Facebook terus sharing kayak, “Eh ada yang punya spare lebih ga? Bagi dong.” Gitu-gitu. Terus yang lain juga ngerespons positif, “Nih aku ada lebih. Mbak posisi di mana? Ambil aja nih, gratis kok.” Karena again, mereka tuh nggak punya banyak pilihan. Nggak mungkin mereka bikin susu sendiri, karena itu bahaya banget.
 
Got it. Did anyone say anything?
Yep. Merespons hal ini, President Biden udah ketemu sama berbagai retailer kayak WalMart, Target, Reckitt, dan Gerber buat membahas kebijakan yang perlu diambil untuk mengakhiri kelangkaan ini. Adapun kebijakan yang dilakukan adalah membasmi mafia-mafia yang jualin sufor dengan harga tinggi, terus juga bakalan import sufor dari Chile, Mexico, Ireland, dan Belanda buat pasokan stok di negaranya.
 
I see. Anything else?
Pihak Abbott Nutrition bilang mereka bakalan segera bounce back dan balikin lagi kepercayaan masyarakat sama produk yang dihasilkannya. Selain itu, Abbott juga udah kerjasama dengan FDA supaya melakukan investigasi dan pemeriksaan supaya bisa mulai memproduksi sufor lagi, jadi soon mereka bakalan masok lagi susu formula buat pasar Amerika Serikat.

After pros and cons about the curtain tender in DPR

It is canceled, guys.
Yoi. Setelah kemarin kita dibikin gmz-gmz kzl sama wacana DPR RI yang mau ganti gorden di rumah dinas para anggotanya dengan budget miliaran, Hari Selasa kemarin, wacana itu resmi dibatalkanguys.
 
Wohooo tell me. 
Sure. Jadi wacana ganti gorden ini tuh dilakukan buat rumah dinasnya para anggota DPR yang jumlahnya sebanyak 505 rumah. Menurut Sekjen DPR Indra Iskandar, para rumah dinas itu emang nggak pernah ganti gorden sejak 2009 lalu dan gorden sekarang udah pada rusak, bahkan ada yang nggak pake gorden sama sekali. Makanya sekarang mau diganti. Nah yang bikin netizen gemes adalah budget yang dikeluarkan DPR buat ganti gorden tuh sebesar 48,7 Miliar.
 
Waduhhh…
Nah untuk melakukan project ini, DPR tuh pakai sistem lelang gitu, guys. Adapun tender yang menang adalah perusahaan PT Bertiga Mitra Solusi dengan nilai tawaran Rp43,5 Miliar. Nah karena jadi kontroversi di sana-sini, akhirnya dengan berbagai pertimbangan, DPR memutuskan untuk batalin aja project-nya. Keputusan ini diambil setelah rapat antara Badan Urusan Rumah Tangga aka BURT DPR dan Kesekjenan. Menurut Wakil Ketua BURT, Johan Budi bilangnya mereka memutuskan membatalkan ganti gorden ini karena mendengar aspirasi publik, guys.
 
OK…
Selanjutnya, Pak Johan bilang bahwa karena dia juga wakil rakyat dan udah tugasnya buat mendengar aspirasi-aspirasi publik, maka dalam case-nya gorden ini juga berlaku hal yang sama. Kalau ada yang bilang lebih baik dibatalin aja, ya udah kita batalkan, gitu guys. Selanjutnya, permintaan pembatalan juga datang dari Badan Anggaran aka Banggar-nya DPR. Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, budget bermiliar-miliar buat gorden tuh melukai hati masyarakat yang lagi berjuang di krisis akibat pandemi.
 
Sounds good…
Rite? Lebih lanjut, Pak Said bilang ganti gorden tuh nggak memenuhi kriteria kebermanfaatan yang kemarin digembor-gemborkan di awal, guys. Terus, karena dia juga yang bertindak sebagai ketua Badan Anggaran yang tahu seluk beluk proses penganggarannya tuh kayak apa, jadi dia merasa bertanggung jawab lah buat penganggaran ini, meskipun penganggarannya sendiri udah setransparan mungkin dan proses pelelangannya udah berjalan sesuai prosedur.
 
Got it. Anything else I should know?
Fyi setelah drama gorden selesai, ada lagi tender baru yang masuk ke anggarannya DPR, yaitu wacana nge-cat ulang dome atau kubahnya Gedung Kura-Kura. Hal ini dikonfirmasi dari situs LPSE mereka dengan nomor tender 735087 dengan nilai anggaran Rp4,5 miliar. Sama kayak gorden, cat ulang ini juga dilakukan dengan sistem lelang dan so far, udah ada 19 peserta yang ikutan. Pemenang tender sendiri bakalan diumumkan 30 Mei mendatang.

When you’ve been cut off from your company….

Netflix employees can relate.
Yoi guys. Masih dari imbas pelanggan Netflix yang terus merosot, baru aja perusahaan streaming yang biasa nemenin weekend kamu itu nge-PHK 150 orang karyawannya.
 
Adapun penyebabnya ngga lain ngga bukan adalah karena income perusahaan mereka yang makin berkurang, dan growth-nya yang makin lambat. Karenanya, Netflix akhirnya mengambil kebijakan untuk memangkas biaya yang ada, biar nggak besar pasak daripada tiang. Dan salah satu yang dikorbankan adalah 150 orang karyawannya. Adapun 150 karyawan ini adalah 2 persen dari total 11 ribu karyawan Netflix. Dan ditegaskan lagi sama Manajemen Netflix, mereka yang kena PHK ini bukan karena kinerja yang nggak bagus, tapi karena emang they have to do it aja, in order to survive. Terus, 150 karyawan ini adalah mereka yang kerjanya based on the US.
 
FYI guys, di quarter pertama tahun ini aja, Netflix udah kehilangan 200ribu pelanggannya, dan hal ini bisa terjadi karena banyak hal. Yep, karena persaingan yang makin ketat, fitur sharing password yang bikin orang bisa nonton gretongan, dan banyak lagi. Karenanya, Netflix masih terus berusaha cari jalan keluar gimana caranya mereka bisa bring back the glory. Salah satunya, rencana kasih tarif yang lebih murah, updating regulations buat account sharing, dan terus meningkatkan service-nya.

“Cocok, kita sejalan.”

 
Bukan, itu bukan kata kamu yang baru aja selesai nge-date sama gebetan, tapi kata politisi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi saat ngomentarin soal program pendidikan antikorupsi dari KPK buat partai-partai menjelang pemilu 2024. Kata Pak Aboe, program antikorupsi ini sejalan banget sama partainya, dan diharapkan program tersebut bisa bermanfaat buat para parpol di tanah air.
 
When you’re finally vibing with someone…

Announcement


Thanks to Lalunar, Naia, nepkids for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to fall asleep quicker? Try this technique.