Taliban Mengatur Cara Berpakaian Perempuan Afghanistan

17

When things are getting gloomier…

For women in Afghanistan.
Karena baru aja minggu lalu, para perempuan di sana harus diatur cara pake bajunya oleh pemerintah Taliban yang kini menjabat. Jadi dalam aturan baru itu, para perempuan harus menutup THEIR WHOLE BODY from head to toe kecuali bagian mata.
 
What????
Iya. Aturan ini dirilis langsung oleh pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada hari Sabtu kemarin. Nggak tanggung-tanggung, aturan ini langsung disusun dalam dekrit yang dikasih nama Dekrit Akhundzada dan harus diikuti sama setiap perempuan di sana regardless tua muda pokoknya wajib kudu harus pake burqa.
 
Burqa tuh… Bentuknya gimana ya?
Well, kalau kamu bayanginnya burqa tuh cuma kerudung yang nutupin rambut dan dada doang, you’re wrong. Burqa itu adalah pakaian yang nutupin seluruh tubuh perempuan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Cuman ada space kecil di bagian mata buat ngeliat. Selain itu, yha tertutup. Terus burqa-nya boleh mau warna biru atau item, yang penting ngga memperlihatkan bentuk badan (?????). Menurut Akhundzada, burqa ini adalah pakaian yang paling pas buat dipakai sama perempuan di sana karena itu merupakan pakaian tradisinya Taliban dan penuh hormat, guys.
 
T-tapi…..
Tapi Afghan women juga nggak punya pilihan lain selain ngikutin aturan itu. Karena aturannya juga mengatur bahwa kalau masih ada yang rebel nggak mau pakai Burqa, ayah atau kerabat laki-laki si cewek yang nggak ngikutin aturan tadi bakalan didatangi, terus dipenjara. Terus kalo cowok-cowoknya adalah pegawai pemerintah, mereka juga bakalan auto dipecat. FYI, meski Taliban emang dikenal hobi banget mendiskriminasi perempuan, tapi ini adalah pertama kalinya ada hukuman kriminal yang berlaku kalo dress code tertentu ga dituruti, yaitu dipenjara tadi. Makanya banyak masyarakat Internasional pada kzl. Kayak, “Apaan siii?”
 
Iya. Apaan sii..
Yha PBB juga berpikiran sama, guys. Karena baru aja beberapa waktu lalu, Taliban tuh membatasi umur anak perempuan cuma sampe kelas 6 SD doang, dan abis itu mereka ngga boleh sekolah lagi. Waktu itu Taliban bilang: “Sabar brooo kita bikin aturannya buat kebebasan para perempuan di sini.” Eh tapi kok jadinya malah jadi makin dibatasi. Makanya dari akun Twitter-nya Sekjen PBB Antonio Guiterres bilang, “Taliban, kalo menurut aku mending u penuhin janji u sih yang mau kasih kebebasan buat perempuan di Afghanistan.” Lebih jauh, Pak Guiterres juga bilang kalau pemaksaan pemakaian burqa ini udah melanggar HAM internasional, gengs.
 
Setuju banget.
Iya kan. Hal senada juga disampaikan oleh Jubir Kemenlu AS, Ned Price. Doi bilang bahwa AS udah komunikasi langsung sama Taliban terkait aturan ini, dan  kalau sampai aturan ini nggak segera dicabut, mereka langsung yang bakal maju. Karena menurut AS, pemaksaan pemakaian Burqa tuh udah sangat membatasi hak-hak perempuan di sana.
 
I see. Anything else?
Seiring diterbitkannya Dekrit Akhundzada ini, nggak cuma komunitas internasional yang protes, guys. Protes juga terjadi dari dalam negeri Afghanistannya sendiri. Kemarin banget nih, ribuan perempuan di Kota Kabul rame-rame melakukan aksi unjuk rasa menentang aturan ini sambil yelling “Burqa bukan pakaian kami!” gitu. Terus, para pengunjuk rasa yang pada nggak mau pakai Burqa ini juga meminta supaya plz banget perlakukan kita sebagai manusia, bukan binatang yang dikurung di sudut rumah, hiks. Aksi itu kemudian dibubarkan oleh Taliban yang juga menghalangi para jurnalis meliput aksi itu.