Status Darurat Nasional Sri Lanka

16

What’s getting worse?

Economic crisis in Sri Lanka.
Iya, krisis ekonomi yang sekarang masih happening di Sri Lanka bener-bener bikin warganya makin chaos nih. Setelah sejak Maret lalu warga melakukan aksi demonstrasi karena kondisi ekonomi yang ngga juga membaik, pemerintah Sri Lanka pada Jumat kemarin akhirnya memberlakukan status darurat nasional aka state emergency untuk yang kedua kalinya.
 
Waduh. Background pls.
You got it. Kamu masih ingatkan kalau di Sri Lanka itu ekonominya lagi ancur-ancuran banget guys. Gara-gara pandemi, invasi Rusia ke Ukraina, sampai ke utang nasional mereka yang guedeeee banget. Hal ini diperparah dengan produktivitas yang rendah (aka banyak impor, kurang ekspor), terus pemerintahnya juga banyak ngasih keringanan pajak buat berbagai sektor dalam negeri. Jadinya pemasukan makin kurang. Jatohnya besar pasak daripada tiang kan tu…
 
I see go on…
Nah ditambah lagi, sektor pariwisata yang mati suri selama pandemi, padahal salah satu sumber penghasilan mereka dari sana. Hal ini akhirnya menyebabkan krisis ekonomi parah di mana harga-harga bahan pokok semua pada naik, pengangguran melonjak, sampe listrik juga dibatasi penggunaannya karena makin mahal. Warga kemudian menyebut bahwa Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan jajarannya nggak bisa men-tackle masalah ini, makanya mereka pada menggelar aksi protes ke jalan.
 
I see…
Nah sebenernya, lima minggu yang lalu juga presiden tuh udah men-declare emergency status, guys. Tapi bukannya makin membaik, keadaan di sana malah makin chaos karena seiring dengan emergency status yang ditetapkan, internal pemerintah juga dalam situasi yang complicated. Pada emergency status pertama, menteri-menteri pada resign berjamaah, keadaan ekonomi juga nggak kunjung ada titik terangnya. Sampai warga pada mikirnya kayak, “Wah, beneran udah nggak beres nih.” Lanjutlah mereka unjuk rasa di berbagai wilayah.
 
Rumit yha…
Banget. Nah, karena kondisi makin ngga terkendali, pemerintah akhirnya come with another solution buat kembali men-declare status emergency aka keadaan darurat yang kedua, yang diberlakukan Jumat kemarin itu. Bedanya, peraturan buat orang-orang yang masih protes ini dibikin lebih tegas lagi, alias barang siapa yang masih coba-coba protes sampai nge-block jalan, ngerusak fasilitas umum dan mengganggu jalur transportasi, maka mereka bakal ditangkap.
 
For reall??
Yes. Status emergency yang kemudian diajukan lagi jadi undang-undang darurat ini juga akan memberi wewenang buat pihak berwajib buat menahan warga yang masih rebel protes di jalanan meskipun tanpa ada surat perintah. Pihak berwajib juga dapat akses buat masuk dan menggeledah semua tempat, and… pejabat yang menerbitkan perintah tertentu terkait kerusuhan jadinya kebal hukum. HMMMMM
 
Emang nggak bisa pakai cara yang biasa-biasa aja ya?
Bisa aja sebenernya. Cuma menurut pemerintah nih, mereka udah ngelakuin everything they could’ve done at the maximum level biar masyarakat jadi ngerasa nggak ‘dilawan’ sama pemerintah mereka sendiri, tapi yha ngga works. Makanya harus sampai ada undang-undang darurat ini.
 
Now where are going we from here?
Well, proposal untuk status ini harus di-acc dulu dalam jangka waktu 14 hari sejak diajukan oleh parlemen, dan kalo udah di-acc maka aturannya bakal segera berlaku deh.
 
Got it. Anything else I should know?
Fyi sampai sekarang keuangan negara Sri Lanka tuh masih ada di stage yang memprihatinkan banget, gengs. Menkeu mereka, Ali Sabry ngaku sendiri kalau cadangan keuangan mereka tuh udah hampir kosong alias dikit lagi 0. Makanya mereka lagi coba proses mintain bantuan ke International Monetary Fund aka IMF buat cairin pembiayaan darurat mereka, biar negara juga nggak jatuh bangkrut dan collapse. Hiiiii