Serangan Bom Granat Pada Pilpres Filipina

16

Mabuhay Philippines! Now let’s talk about their election…

Here we go! 
Ada update-an terbaru nih dari negara tetangga kita, Filipina yang kemarin banget rakyatnya baru aja pergi ke TPS buat nyoblos aka milih presiden terbaru. Tapi sayang banget, pesta demokrasinya harus ternodai karena ada serangan bom granat yang menyebabkan luka-luka hingga korban jiwa.
 
Tell me more.
OK. Jadi kemarin itu, ada sekitar 66,7 juta warga yang menggunakan hak pilihnya untuk memilih presiden baru dan menggantikan presiden mereka saat ini, Rodrigo Duterte yang udah menjabat selama enam tahun. Dalam kesempatan itu, warga ngga cuma milih presiden, tapi juga milih wakil presiden dan 18ribu posisi lain buat anggota DPR dan DPRD mereka. Pegel banget gatu.
 
WOW.
Nah tapi itu tadi guys, sayangnya pesta demokrasi tersebut harus ternodai karena pas hari H pencoblosan itu, di Buluan, Mindanao Island, terjadi kejadian penembakan yang menyebabkan tiga orang petugas TPS tewas dan satu orang lainnya luka-luka. Terus, ada juga lemparan granat di Datu Unsay. Dari keterangan polisi, ada 5 granat yang diledakkan di salah satu TPS dan bikin 9 orang di sekitaran situ luka-luka.
 
Waduhhhhh…
Belum selesai beb. Beberapa menit setelah ledakan itu, di kota yang nggak jauh dari situ, namanya Kota Shariff Aguak, ada lagi granat yang meledak but luckily nggak ada korban yang terdampak. However, kejadian ini bikin takut para warga yang pengen dateng ke TPS untuk nyoblos karena ternyata kok ga aman brooo.
 
Now tell me who is running for president.. 
Sure. Setelah beberapa waktu lalu ada Perancis yang ngadain Pilpres, nah sekarang giliran Filipina yang menggelar Pemilihan Presiden karena their current president, Rodrigo Duterte udah menjalankan jabatannya for the past six years. Terus sesuai aturan, Duterte nggak boleh lagi nyalonin diri jadi presiden. Nah pada pilpres kali ini, totalnya ada 10 capres guys. Rame kan.
 
Yoi…
Nah dari total 10 capres, ada dua kandidat yang steal the spotlight dan head to head berebutan kursi presiden. Adapun dua kandidat ini yaitu si Wakil Presiden saat ini Leni Robredo sama satu lagi anggota senat Ferdinand Macros Jr aka Bongbong, anaknya dari pemimpin Filipina terdahulu, Ferdinand Marcos. Nah yang menarik guys, the old Marcos ini terkenal sebagai diktator yang diduga melakukan banyak aksi korupsi dan pelanggaran HAM. Terus mereka tuh hidupnya bermewah-mewahan banget di tengah kondisi ekonomi Filipina yang masih fragile.
 
Go on…
Nah karena warga Pinoy waktu itu ga puas banget sama pemerintahannya Marcos, masyarakat kemudian melancarkan People Power Revolution di tahun 1986 dan berhasil menggulingkan Marcos. Mereka sekeluarga kemudian pindah ke Hawaii dan tiga tahun kemudian, old Marcos meninggal. Sedangkan anggota keluarganya yang lain balik lagi ke Filipina pada tahun 1991, tetep tajir, tetep jadi politisi, termasuk Bongbong ini.
 
Wah sejarahnya 11-12 ya sama…
Yhaa ga jauh beda emang. Fyi guys, di Filipina itu pemilihan  presiden dan wakil presiden dipisah guys, gak kayak di kita yang udah pasang-pasangan gitu kan. Meaning, ada banget resiko dua-duanya ngga cocok karena mereka ngga bersama sejak awal. Nah, hal ini yang kejadian sama Presiden incumbent saat ini Rodrigo Duterte dan wapresnya Leni Robredo. Bu Leni inilah yang jadi lawan head to head-nya Bongbong tadi guys…
 
Now tell me about her.
So, Bu Leni ini emang sering banget menentang kebijakannya Duterte yang kontroversial, terutama soal penanganan narkoba yang menewaskan 30 ribu orang selama masa pemerintahannya. Sebagai mantan pengacara yang aktif banget sama isu-isu HAM, doi melihat tindakannya Duterte ini melanggar HAM banget, karena sering terduga pengedar atau pengguna itu langsung ditembak di tempat, tanpa melewati proses pengadilan yang fair. Nah dalam kampanyenya, Bu Leni bilang bahwa kalau dia kepilih jadi presiden, pasti cara-cara yang lebih humanis lah yang bakal diterapkan buat menangani orang-orang yang pake narkoboy ini.
 
Terus…
Selain itu, beliau juga memfokuskan message kampanyenya pada penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi Filipina yang ancur-ancuran akibat pandemi. Sebagai wapres, Bu Leni juga udah giat menangani masalah kemiskinan dan pemenuhan hak-hak orang yang terpinggirkan di negaranya. Kayak, pemenuhan gizi, ketahanan pangan, pendidikan, pembangunan desa sampai ke pemberdayaan perempuan.
 
Terus… siapa yang menang?
Nah guys, tadi malem banget nih hasil dari quick count udah keluar dan jeng jeeeng…. Bongbong Marcos Jr most likely bakal menang in a landslide. So far, dia udah mengantongi suara sampe 18 juta dukungan, sedangkan Bu Leni baru mengumpulkan 8,5 juta dukungan. Nah sama kayak di Indonesia juga, proses penghitungan suara ini bisa berjalan berhari-hari sampe hasil legitnya keluar, tapi banyak lembaga hitung cepat yang memprediksi bahwa kemenangan landslide ini udah konsisten ditunjukkan dari hasil suara yang ada.
 
Got it. Anything else I should know?
Ngomong-ngomong soal Pemilu Filipina, dengan sejarah dictatorship yang panjang, emang banyak yang bilang bahwa demokrasinya Filipina itu fragile banget, guys. Hal ini diperburuk dengan preseden serangan kayak tembakan tadi, yang bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya di tahun 2009, para jurnalis yang ngeliput pemilu juga mengalami kekerasan dengan diserang dan dibantai sama orang-orang bersenjata yang diduga suruhannya salah satu capres saat itu. Insiden ini kemudian menyebabkan total korban berjumlah 58 orang jurnalis.