Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat

19

Who’s making an across-the-globe visit?

Pak Presiden Joko Widodo, ke Amerika Serikat.
Yoi guys, jadi u dah tau belum bahwa saat ini, Pak Jokowi dan beberapa jajarannya sekarang lagi nggak ada di Jakarta. Instead, mereka sejak hari Selasa kemarin tuh udah cuss untuk melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.
 
Hadir after party-nya Met Gala apa gimane…
Enggak lah. Mereka kerja, guys. Jadi dalam kunjungan itu, Pak Jokowi didampingi oleh Ibu Iriana Joko dan beberapa menteri kayak Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, sampai Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
 
Rame ugha yhaa.
Yoi. Nah terus pas nyampe ke DC, rombongan ini langsung disambut sama Dubes RI untuk Amerika Serikat, Rosan Roeslani dan Menlu Bu Retno Marsudi yang beberapa hari lalu udah sampai duluan di sana. Nah, menariknya guys, rombongan Pak Jokowi tuh perginya nggak pake pesawat kepresidenan kayak biasanya, tapi nyewa pesawatnya GA aka Garuda Indonesia.
 
Kok bisa?
Dikonfirmasi oleh Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Santoso, ada tiga alasan kenapa nggak pesawat kepresidenan yang dipakai Pak Jokowi dalam kunjungannya kali ini. Pertama, itu perjalanan jauh banget. kalau pakai pesawat presiden, bisa dua kali transit. Sedangkan kalo pake Garuda nih cuma sekali doang di Amsterdam. Terus, kalau kebanyakan transit, meaning kerja tim advance yang tugasnya mengamankan lokasi pendaratan presiden Jokowi jadi nggak efisien deh. Secara kalau banyak-banyak transit artinya tim advance harus kerja lebih ekstra kan.
 
Literally across the globe ya…
Yoi. Terus, alasan ketiga yha karena pesawatnya nggak muat aja, guys. Pak Heru bilangnya kan pesawat kepresidenan tuh berkapasitas 45 orang, nah rombongan kali ini tuh jumlahnya ada 62 orang. Dan karena semua menteri dan jajaran lainnya tadi satu pesawat sama Pak Jokowi dan Bu Iriana semua, makanya sampai harus nyewa pesawat Garuda tipe Boeing 777-300ER.
 
Terus ni rombongan berapa lama di sana?
Mayan lama guys, sekitar semingguan lah, dari tanggal 10 sampe 16 Mei. Terus selama Pak Jokowi ada di AS, maka beliau juga udah menugaskan wakil presidennya Kiai Maruf Amin untuk menjalankan tugas sehari-hari sebagai presiden sampe beliau kembali ke tanah air.
 
Now tell me what they’re gonna do in the US?
A lot. Ada beberapa agenda penting yang bakal dihadiri Pak Jokowi dan rombongan selama berada di AS. Antara lain, Pak Jokowi dijadwalkan ketemu sama Wapres AS Kamala Harris, terus ketemu juga sama beberapa anggota Kongres, para CEO perusahaan raksasa based in the US, tim Climate Change-nya AS, dan of course beliau bakal meeting juga sama Presiden AS Joe Biden dan memimpin KTT Khusus ASEAN-AS.
 
Pak Jokowi yang mimpin?
Correct. Kamu harus tahu nih guys, sejak tahun lalu sampai 2024 nanti, Kemitraan antara ASEAN sama AS tuh dikoordinir sama Indonesia. Nah makanya, sebagai koordinator, Pak Jokowi yang bakal memimpin Special Summit alias KTT khususnya. Nah, sebagai koordinator, yang bakal ditekankan Pak Jokowi dalam KTT ini meliputi tanggung jawab menjadikan kawasan Indo-Pasifik jadi kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.
 
OK. Anything interesting?
Yep. Balik lagi ke the fact that Jokowi yang ke AS pakai pesawat nyewa ke Garuda Indonesia, rupanya banyak tanggapan mengenai hal ini. Adapun salah satu pihak yang kasih tanggapan tuh mantan Menpora, Roy Suryo. Menurut Bang Roy, kata efisien yang dibilang sama istana tuh nggak make sense, karena yha, “Ngapain kok mau efisien tapi kok yang ikut tetep ramean? Harus banget tuh sampai 62 orang?” gitu kan. Terus, Bang Roy juga menyoroti soal negara yang lagi krisis tapi masih bisa-bisanya nyewa pesawat buat ke US?
 
Ada penjelasan?
Ada. Berkaitan sama hal ini, Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kemudian mengklarifikasi. Dalam keterangan tertulisnya, Irfan menyebut bahwa GA sebagai national flight carrier merasa seneng-seneng aja bisa berkontribusi sama agenda kenegaraan. Keselamatan, keamanan dan kenyamanan juga tetap mereka prioritaskan.
 
I see. Anything else I should know?
Btw dalam KTT Khusus antara AS sama negara-negara ASEAN, bakalan ada satu kursi kosong di sana. Yep, kursinya perwakilan Myanmar. Hal ini karena emang sejak tahun lalu, ASEAN lagi ngga ngajak-ngajak Myanmar dulu kalo mau kumpul-kumpul. Alasannya, junta militer Myanmar yang lagi memimpin tuh belum berhasil menyudahi kekerasan yang terjadi di sana sejak pemerintahan diambil alih secara kudeta dari pemerintahan legit yang demokratis. Jadi para ASEAN countries be lyke, “Maap ga ajak-ajak dulu.” Dan yaudah akhirnya Myanmar ga join deh.