Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat, China Masih Melakukan Lockdown, Penyakit Mulut & Kuku Yang Menjangkiti Hewan Ternak Muncul Lagi, Apple Akan Menghentikan Produksi iPod

22

Hello hello
Thursday is here, and that means you just need to hang on a little bit more before another long holiday (oh how we love May!) Now, we learned that some areas in the country are experiencing heat wave, so please take care of yourself. Drink a lot of water, use sunscreen aaaand… really, climate change is no joke. Have a good day!

Who’s making an across-the-globe visit?

Pak Presiden Joko Widodo, ke Amerika Serikat.
Yoi guys, jadi u dah tau belum bahwa saat ini, Pak Jokowi dan beberapa jajarannya sekarang lagi nggak ada di Jakarta. Instead, mereka sejak hari Selasa kemarin tuh udah cuss untuk melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.
 
Hadir after party-nya Met Gala apa gimane…
Enggak lah. Mereka kerja, guys. Jadi dalam kunjungan itu, Pak Jokowi didampingi oleh Ibu Iriana Joko dan beberapa menteri kayak Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, sampai Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
 
Rame ugha yhaa.
Yoi. Nah terus pas nyampe ke DC, rombongan ini langsung disambut sama Dubes RI untuk Amerika Serikat, Rosan Roeslani dan Menlu Bu Retno Marsudi yang beberapa hari lalu udah sampai duluan di sana. Nah, menariknya guys, rombongan Pak Jokowi tuh perginya nggak pake pesawat kepresidenan kayak biasanya, tapi nyewa pesawatnya GA aka Garuda Indonesia.
 
Kok bisa?
Dikonfirmasi oleh Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Santoso, ada tiga alasan kenapa nggak pesawat kepresidenan yang dipakai Pak Jokowi dalam kunjungannya kali ini. Pertama, itu perjalanan jauh banget. kalau pakai pesawat presiden, bisa dua kali transit. Sedangkan kalo pake Garuda nih cuma sekali doang di Amsterdam. Terus, kalau kebanyakan transit, meaning kerja tim advance yang tugasnya mengamankan lokasi pendaratan presiden Jokowi jadi nggak efisien deh. Secara kalau banyak-banyak transit artinya tim advance harus kerja lebih ekstra kan.
 
Literally across the globe ya…
Yoi. Terus, alasan ketiga yha karena pesawatnya nggak muat aja, guys. Pak Heru bilangnya kan pesawat kepresidenan tuh berkapasitas 45 orang, nah rombongan kali ini tuh jumlahnya ada 62 orang. Dan karena semua menteri dan jajaran lainnya tadi satu pesawat sama Pak Jokowi dan Bu Iriana semua, makanya sampai harus nyewa pesawat Garuda tipe Boeing 777-300ER.
 
Terus ni rombongan berapa lama di sana?
Mayan lama guys, sekitar semingguan lah, dari tanggal 10 sampe 16 Mei. Terus selama Pak Jokowi ada di AS, maka beliau juga udah menugaskan wakil presidennya Kiai Maruf Amin untuk menjalankan tugas sehari-hari sebagai presiden sampe beliau kembali ke tanah air.
 
Now tell me what they’re gonna do in the US?
A lot. Ada beberapa agenda penting yang bakal dihadiri Pak Jokowi dan rombongan selama berada di AS. Antara lain, Pak Jokowi dijadwalkan ketemu sama Wapres AS Kamala Harris, terus ketemu juga sama beberapa anggota Kongres, para CEO perusahaan raksasa based in the US, tim Climate Change-nya AS, dan of course beliau bakal meeting juga sama Presiden AS Joe Biden dan memimpin KTT Khusus ASEAN-AS.
 
Pak Jokowi yang mimpin?
Correct. Kamu harus tahu nih guys, sejak tahun lalu sampai 2024 nanti, Kemitraan antara ASEAN sama AS tuh dikoordinir sama Indonesia. Nah makanya, sebagai koordinator, Pak Jokowi yang bakal memimpin Special Summit alias KTT khususnya. Nah, sebagai koordinator, yang bakal ditekankan Pak Jokowi dalam KTT ini meliputi tanggung jawab menjadikan kawasan Indo-Pasifik jadi kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.
 
OK. Anything interesting?
Yep. Balik lagi ke the fact that Jokowi yang ke AS pakai pesawat nyewa ke Garuda Indonesia, rupanya banyak tanggapan mengenai hal ini. Adapun salah satu pihak yang kasih tanggapan tuh mantan Menpora, Roy Suryo. Menurut Bang Roy, kata efisien yang dibilang sama istana tuh nggak make sense, karena yha, “Ngapain kok mau efisien tapi kok yang ikut tetep ramean? Harus banget tuh sampai 62 orang?” gitu kan. Terus, Bang Roy juga menyoroti soal negara yang lagi krisis tapi masih bisa-bisanya nyewa pesawat buat ke US?
 
Ada penjelasan?
Ada. Berkaitan sama hal ini, Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kemudian mengklarifikasi. Dalam keterangan tertulisnya, Irfan menyebut bahwa GA sebagai national flight carrier merasa seneng-seneng aja bisa berkontribusi sama agenda kenegaraan. Keselamatan, keamanan dan kenyamanan juga tetap mereka prioritaskan.
 
I see. Anything else I should know?
Btw dalam KTT Khusus antara AS sama negara-negara ASEAN, bakalan ada satu kursi kosong di sana. Yep, kursinya perwakilan Myanmar. Hal ini karena emang sejak tahun lalu, ASEAN lagi ngga ngajak-ngajak Myanmar dulu kalo mau kumpul-kumpul. Alasannya, junta militer Myanmar yang lagi memimpin tuh belum berhasil menyudahi kekerasan yang terjadi di sana sejak pemerintahan diambil alih secara kudeta dari pemerintahan legit yang demokratis. Jadi para ASEAN countries be lyke, “Maap ga ajak-ajak dulu.” Dan yaudah akhirnya Myanmar ga join deh.

Who’s still trapped in lockdown?

Chinese people. 
Yoi guys. Ada update-an terbaru dari China, where it all started, yang sampai sekarang masih dalam keadaan lockdown dan menerapkan Zero Covid Policy. Nah, lockdown-nya mereka ini nggak kelar-kelar, and Chinese be lyke, “Punten, harus berapa lama lagi kayak gini heyy.”
 
Remind me again. What is Zero Covid Policy?
Jadi, Zero Covid Policy itu adalah salah satu kebijakan ketat yang diterapkan sama China buat menekan penyebaran virus yang ada di negaranya. Sesuai namanya, aturan ini tuh bener-bener bermaksud dan tujuan bikin angka Covid-19 di China itu zero, guys. Makanya kalau kamu terinfeksi sama Covid-19 nih, maka bukan cuma kamu dan keluargamu doang yang harus diisolasi, tapi whole neighborhood juga. Terus, toko-toko dan sekolah harus di-close. Pokoknya yang pemerintah lakukan adalah gimana caranya supaya penyebaran virus nggak bertambah dan ada di angka yang rendah sampai benar-benar zero. Beda sama di kita maupun negara-negara lain yang walaupun kasusnya masih ada, namun mulai buka dikit-dikit kan…
 
I see…
Nah namun, dua tahun into the pandemic, kebijakan kayak gini udah mulai bikin warga China bosen dan lelah banget. Misalnya aja, lockdown di Shanghai yang udah berjalan selama sebulanan lebih, eh terus pada tanggal 10 Mei kemarin diperpanjang lagi dong. Makanya warga Shanghai yang berjumlah sekitar 25juta itu udah lelah banget dan kerap menunjukkan aksi protesnya secara IRL maupun online. Selain di Shanghai, sejauh ini udah ada sekitar 373 juta orang di 45 kota di China yang juga hidup di bawah bayang-bayang lockdown
 
Terus gimana?
Nah namanya lockdown, tentu salah satu aspek yang paling terpengaruh adalah ekonomi. Hal ini keliatan banget dari jumlah ekspor China yang turun sampe 3,9% per April tahun ini, karena proses produksinya yang terkendala lockdown. Selain pabrik-pabrik tutup, banyak juga barang-barang ekspor yang numpuk aja gitu guys di pelabuhan-pelabuhan karena ngga terangkut. Hal ini tentunya bikin kondisi perekonomian global makin suram, secara Rusia-Ukraina lagi perang juga kan, terus China lockdown...
 
Kalo kata Nasida Ria, “Bingung, bingung ku memikirnya”
Yoi banget. Makanya ngeliat sikon yang makin suram gini, akhirnya World Health Organization (WHO) ikut komentar. Kata Dirjennya Tedros Adhanom Ghebreyesus, kebijakan Zero Covid Policy tuh ga sustainable, karena kan kita harus mikirin masa depan juga. Pak Tedros juga bilang bahwa beliau udah ngobrol sama pihak China dan meminta mereka untuk segera merubah arah kebijakannya.
 
Terus kata China? 
Eeeeh malah bete gengs. Iya, kayak netijen yang suka blok-blokan di sosmed kalo udah males dikritik orang, China juga langsung menyensor postingan WHO soal Zero Covid Policy tadi dari akun Weibo-nya. Terus, artikel yang sama di WeChat juga udah di-banned dengan keterangan “melanggar aturan dan hukum yang berlaku”. Furthermore, jubir menlu China Zhao Lijian meminta supaya warga tuh melihat kebijakan ini sebagai upaya pencegahan dan kontrol yang objektif dan rasional, dan plz kurang-kurangin bikin komentar yang irresponsible. Gitu katanya.
 
OK. Anything else?
Well, there’s a lot of reasons sih guys soal kenapa China nih kekeuh banget pake Zero Covid Policy ketika seluruh dunia udah melonggarkan aturan pembatasan sosialnya. Di antara alasannya adalah karena walaupun udah 88% warga China yang divaksin, namun mereka juga punya populasi orang tua yang tinggi, dan tingkat vaksinasi di kelompok umur tersebut masih rendah. Selain itu, kalo sampe penularannya masif lagi kayak pas tahun 2020, pemerintahnya khawatir banget kalo sistem kesehatan di sana bakal kewalahan guys, secara warga China kan banyak.

What seems to come back?

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku di hewan ternak.
Yoi guys. Nggak abis-abis deh penyakit bermunculan. Nggak cuma ke manusia, tapi ke hewan juga. Baru-baru ini, penyakit mulut dan kuku yang udah lama gone menjangkiti hewan ternak itu muncul lagi.
 
Waduh. Background pls. 
You got it. Jadi, wabah penyakit mulut dan kuku (Let’s call them PMK from now on) yang terjadi sama hewan ternak sebenarnya bukan penyakit yang baru lagi, guys. Wabah ini sebelumnya pernah muncul puluhan tahun lalu, terus Indonesia sendiri udah dinyatakan bebas dari penyakit ini sejak tahun 1986 dan udah diakui juga secara internasional di tahun 1990.
 
Nah terus, kok ada lagi?
Nah ini yang bikin heboh, guys. hari Selasa kemarin, Satgas Pangan Polda Jawa Timur mengkonfirmasi kalau ada ribuan hewan ternak di Jawa Timur, mulai dari Gresik, Lamongan, Mojokerto, dan Sidoarjo yang udah terjangkit sama virus ini. Adapun menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bilangnya hewan-hewan itu bisa terjangkit wabah gara-gara tertular sama hewan impor yang dibawa ke Jawa Timur secara ilegal.
 
Gejalanya apa aja emang?
Oke, gejala yang dialami sama hewan-hewan itu adalah demam tinggi 39-41 derajat Celsius, terus adanya lendir yang berbusa dengan jumlah banyak keluar dari mulut. Terus, ditemukan juga sariawan di rongga mulut dan lidah, mereka juga nggak mau makan, kaki pincang, kaki mereka juga luka-luka dan end up kukunya pada lepas, terus mau berdiri juga susah, nafas nggak beraturan, gemetar, produksi susu jadi turun drastis dan jadi kurus :(.
 
Waduh. Nular ke manusia nggak sih?
Nah soal itu, dikonfirmasi oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin memastikan kalau wabah penyakit mulut dan kuku ini nggak bakal nular ke manusia. Jadi cuma nularnya ke antar hewan aja gitu. Hal ini berani dibilang sama Pak Menkes juga setelah diskusi sama WHO dan badan kesehatan hewan, guys. Pak Menkes menyebut, penyakit mulut dan kuku yang diderita sama hewan sekarang tuh karakteristiknya beda sama yang biasa diderita sama manusia.
 
Kasian dong para peternak 🙁 Langkah dari pemerintah apa neh?
Terkait penemuan yang sampai ribuan hewan di Jawa Timur itu, Satgas Pangan Polda Jawa Timur sendiri udah koordinasi sama Dinas Peternakan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bea Cukai, Balai Karantina, sampai Pusat Veterania Farma. Terus, secara nasional. Presiden Jokowi juga udah kasih instruksi ke Menteri Pertanian Syaiful Yasin Limpo buat melakukan lockdown zonasi, biar wabahnya nggak mencar kemana-mana dan pergerakan hewan ternak dari satu wilayah ke wilayah lain tuh bisa dicegah.
 
Got it. Anything else I should know?
Fyi buat ke depannya, Presiden Jokowi juga bilang bakalan bentuk Satgas sendiri buat ngurusin wabah ini. Biar kalau ada apa-apa, jadi tahu siapa yang harus bertanggung jawab. Selain itu, Menteri Pertahanan juga bakalan segera melakukan program vaksinasi buat hewan ternak ini. Sekalian juga distribusiin obat-obatan, vitamin, dan antibiotik buat meningkatkan imunnya si hewan-hewan ini. Biar nggak mudah kena penyakit.

Who’s saying goodbye 4ever?

iPod.

Hayooo buat kamu-kamu generasi pengguna iPod (Yes, we’re talking to you, uncles and aunties!) kamu udah tahu belum ni guys bahwa iPod bakal di-discontinue? Yep, setelah berkiprah di dunia per-tech-an selama 21 tahun, kemarin, Apple mengumumkan bahwa mereka bakal menghentikan produksi iPod. Adapun terakhir kalinya iPod ini di-update adalah pada tahun 2019, yakni dalam bentuk iPod touch. However, sepanjang perjalanannya, iPod ini macem-macem banget jenisnya dari mulai Nano, Shuffle, dan terakhir adalah iPod Touch yang pertama kali dirilis pada tahun 2007.
 
Terkait iPod ini, senior vice president of Worldwide Marketing Apple Greg Joswiak bilang bahwa meski produksinya dihentikan, namun “the spirit of iPod lives on.” Hal ini karena Apple juga udah mengintegrasikan berbagai pengalaman mendengarkan musik yang menyenangkan di seluruh produknya, mulai dari iPhone, Apple Watch, HomePod mini, Mac, iPad, hingga Apple TV.
 
Nah, kalo kamu merasa perlu punya iPod nih, baik untuk kenang-kenangan aja atau emang butuh gadget canggih yang ngga melulu nyambung ke handphone, maka kamu masih bisa beli iPod guys, karena Apple bilang, produknya itu masih bisa dibeli selama stock-nya masih ada. Tinggal cari kannn…

“Dan saya memang juga sebagai seorang nenek juga tidak mau ketinggalan. Jadi saya juga harus mengikuti yang namanya K-Pop, drakor, dengan BTS-nya supaya saya bisa berdialog dengan cucu-cucu saya.”

Wihiii itu tadi kata Ketua Umum PDIP Bu Megawati Soekarnoputri yang ngaku selalu ngikutin perkembangan K-Pop demi bisa nyambung sama para cucunya. Hal ini disampaikan oleh Bu Mega dalam pidatonya seusai menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA) Korea Selatan. FYI guys, Bu Mega selama ini memang kerap menerima gelar kehormatan dari berbagai kampus di seluruh dunia, dan so far beliau udah punya dua 2 Gelar Profesor dan 9 Doktor.
 
Name us a cooler grandma with more gelar than Bu Mega. We’ll wait.

Announcement


Thanks to No name, Nisrin, Josinta, & seseorang for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Getting ready for an important meeting and you feel inferior? Here’s some tips to boost your confidence.