India & Pakistan Mengalami Gelombang Panas Paling Tinggi

31

When you think global warming is not an issue…

Trust us. It is.
India and Pakistan has some proofs.
Iya guys, kalau kamu mikirnya climate crisis tuh kayak yang masih jauhhhhh dan masih lamaaaaaa banget gitu, enggak. Coba tanya aja sama orang-orang di India sama Pakistan sana. Karena saat ini, mereka lagi mengalami gelombang panas yang parah banget banget, karena suhu udara di sana udah mencapai titik paling tinggi dalam ratusan tahun terakhir.
 
Scary.  
For real. Jadi guys, Departemen Meteorologinya India baru aja mencatat bahwa suhu udara di bagian barat laut dan tengahnya India sekarang tuh udah mencapai 35,9 dan 37,8 derajat Celsius. Bahkan, di New Delhi suhunya udah bisa mencapai di atas 40-45 derajat celcius, dalam tujuh hari berturut-turut. Angka segitu disebutkan Departemen Meteorologinya India sebagai suhu udara tertinggi yang pernah dialami sama India selama 122 tahun terakhir, gengs.
 
Waduh. Penyebabnya apa ya?
Apalagi kalau bukan… Climate crisis. Yep, kamu pasti udah khatam banget kan sama yang namanya perubahan iklim dan dampaknya sama lingkungan global. Nah, salah satu dampaknya itu adalah naiknya suhu bumi jadi makin panas. Dan salah satu wilayah yang emang dari dulu diprediksi bakal mengalami efek paling parah adalah kawasan Asia Selatan, kayak India, Pakistan dan para tetangganya. Nah sebenernya guys, kondisi gelombang panas di India tuh udah bukan hal baru. Namun tahun ini everybody was like “no shiz brooo” secara panasnya kok tinggi banget sampe 45 derajat Celsius!
 
45 derajat Celsius itu emang panas banget?
Banget. Bandingin suhu Jakarta yang 32-33 derajat aja kamu udah ngeluh kepanasan kan. Nah ini 45 derajat, guys. Terus nih, dari keterangan seorang WNI yang tinggai di India, namanya Anggy Eka Pratiwi, keluar 500 meter dari tempat tinggalnya aja tuh udah nggak kuat saking panasnya. Jadi badan langsung pusing, tenggorokan seketika kering, terus juga jadi sering buang air. Menurut dokter, hal-hal tersebut bisa terjadi karena efek dehidrasi sama heatstroke. Karenanya, pemerintah sana juga menyarankan warganya untuk ngga keluar rumah dari jam 12 siang sampai 5 sore.
 
Lockdown tapi bukan lockdown….
Indeed. Nggak cuma di India, Pakistan juga sama. Bahkan lebih parah. Di kota-kota kayak Jacobabad atau Sibi, Jumat kemarin suhunya udah mencapai 47 derajat celcius, di mana itu adalah suhu tertinggi kalau dibandingin sama kota-kota lain di kawasan itu. Menteri Lingkungan Pakistan Sherry Rehman bilangnya bakalan banyak banget efek yang ditimbulkan dari suhu udara yang main panas ini. Kayak kekeringan, sumber air yang makin menipis, terus juga glacier yang terletak di negaranya jadi meleleh dengan sangat cepat. Makanya ni kondisinya udah bahaya banget.
 
🙁 Now tell me about the people.
Wah banyak banget masyarakat yang terdampak sama heatwave aka gelombang panas yang terjadi di dua negara ini, guys. Secara efeknya juga nggak main-main kan kayak yang disebut di atas. Dari gelombang panas yang terjadi, diketahui udah ada banyak banget lahan-lahan warga yang gagal panen. Salah satunya di Punjab Utara, India, di mana gandum-gandum yang mereka tanam banyak yang nggak bisa dipanen. Gagal panen ini juga bikin para petani yang udah miskin jadi makin miskin banget 🙁
 
Kasian….
Iya kan. Nggak cuma itu, di Bengala Barat sama Odisha, sekolah sampai harus ditutup gara-gara anak sekolah banyak yang mimisan nggak kuat sama panas. Terus, listrik di India sama Pakistan juga jadi terbatas karena permintaan listrik yang melonjak tajam. Karena lonjakan permintaan ini, supply batu bara-nya juga ga cukup dan bikin harganya jadi meningkat. Karena listriknya mati, yha warga jadi makin kepanasan karena gabisa nyalain AC. Makanya, banyak netijen sana yang bilang heatwave kali ini tuh kayak hunger games, di mana cuma yang kuat doang yang bisa bertahan. Secara panasnya udah parah banget.
 
🙁 Anything else I should know?
Btw ngomong-ngomong soal heatwave aka gelombang panas, fenomena krisis lingkungan kayak gini sebenarnya sering terjadi di wilayah lintang menengah tinggi, kayak Amerika, Eropa, Asia Selatan, sampai Australia. Kayak yang  udah pernah terjadi di Eropa tahun lalu, di mana Yunani, Turki, Italy, sampai Finlandia suhunya udah mencapai 48 derajat Celsius. Nah Indonesia sendiri itu adalah wilayah equator yang dinamika atmosfernya beda sama kawasan-kawasan tadi. Makanya Indonesia dinilai kawasan yang aman dari heatwave ini. HOWEVER, kita ga bisa sans aja guys karena efek dari heatwave kayak kekeringan, kebakaran hutan, melelehnya es di kutub dll itu dirasakan secara global.