Hepatitis Akut Misterius Updates

66

Here’s your A to Z updates on: Hepatitis Akut Misterius

Yang bisa berpotensi jadi pandemi.
Iya guys, be careful. Karena belakangan ini, warga global lagi dibuat deg-degan dengan munculnya penyakit hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak. Terus kalo menurut Guru Besar Kesehatan Anak bidang Gastrohepatologi Hanifah Oswari dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) ada kemungkinan penyakit ini bakal jadi pandemi.
 
Geeez…. is it Covid-19 2.0?
Hopefully no. Karena masih kata Bu Hanifah, kemungkinan jadi pandeminya itu masih kecil mengingat saat ini kasusnya masih relatif terkendali di sejumlah negara. Tapi ya itu, kalo liat banyaknya negara yang sekaligus melaporkan, maka potensi jadi pandemi itu tetep ada.
 
🙁 Tell me again about this mysterious hepatitis…
Jadi kayak yang kamu udah tahu nih, bahwa hepatitis itu kan penyakit peradangan di hati atau liver yang disebabkan oleh berbagai sebab. Nah biasanya, penyebabnya tuh kayak keseringan minum alkohol, atau adanya infeksi, obat-obatan, autoimun, sama cacing hati. Makanya hepatitis ini umumnya menyerang orang-orang di usia dewasa guys, eh sekarang yang kena malah anak-anak, which is justru biasanya punya imun yang bagus dan ga gampang kena penyakit.
 
Beneran anak-anak aja?
Menurut Prof Hanifah sih, emang sejauh ini laporan yang masuk semuanya pada anak-anak guys, dengan usia maksimal 16 tahun, dan nggak ada yang lebih dari itu. Lebih lanjut, Prof Hanifah bilangnya kebanyakan pasien-pasien hepatitis misterius ini emang usianya rata-rata 10 tahunan dan udah ada di berbagai negara, termasuk Indonesia.
 
Indonesia?
Yep. kamu masih ingat kan akhir April kemarin ada penemuan tiga anak Indonesia yang meninggal yang diduga mengidap hepatitis misterius ini. Nah rupanya, seiring berjalannya waktu, per kemarin Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkonfirmasi bahwa sejauh ini udah ada 15 anak Indonesia yang diduga mengidap penyakit tersebut. Tapi yha itu tadi, penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti dan sampai sekarang Kemenkes masih koordinasi sama negara-negara lain sih buat cari tahu kebenaran yang sebenarnya.
 
Tell me negara mana aja….
Per 6 Mei lalu, kasus hepatitis parah ini ditemukan pada total 228 anak dari 20 negara di seluruh dunia, dan udah ada empat anak di Indonesia yang meninggal karena diduga terpapar virus ini. Adapun rinciannya adalah tiga kasus kematian anak terjadi di DKI Jakarta dan satu kasus kematian di Tulungagung, Jawa Timur. Selain itu, di Amerika Serikat kasusnya juga tercatat udah mencapai 109 kasus, dengan lima kematian.
 
Fyuh….
Terus sampai saat ini, selain koordinasi sama negara lain, Kemenkes dibantu sama IDAI juga melakukan identifikasi terkait penyakit ini penyebabnya apa, detailnya kayak gimana, dan potensi pandeminya gimana. Nah, Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi bilangnya perubahan status jadi pandemi tuh wewenangnya WHO, dan tentunya masih perlu waktu panjang untuk bisa menyatakan kondisi ini. Selain itu, kalo dibandingin sama Covid-19 ya penularannya juga ngga secepet Covid-19 sih, guys.
 
Got it. Anything else I should know?
FYI, dalam proses identifikasi yang dilakukan Kemenkes barengan sama IDAI, mereka tuh mengidentifikasi pola penyebaran kasusnya kayak gimana, terus penyebabnya apakah dari saluran nafas atau saluran cerna, dll. Para peneliti juga udah menyiapkan protokol diagnosis dan tata laksana para pasien yang diduga mengidap penyakit ini, dengan dilakukannya pemeriksaan fungsi hati mereka, baru deh tuh dievaluasi lagi dari Hepatitis A sampai E dan virus-virus lain yang dicurigai jadi penyebab timbulnya penyakit misterius ini.