Drama Konferensi Tingkat Tinggi G20

91

When you’re trapped in your friends’ group drama…

Indonesia can relate.
Iya guys, drama antara negara-negara Barat kayak Amerika Serikat dan sekutunya vs Rusia terkait konflik di Ukraina bikin Indonesia jadi ikutan rempong deh. Yep, we’re talking about Konferensi Tingkat Tinggi G20.
 
Tell me.
Gini loh. Sesuai namanya, G20 ini adalah suatu kelompok internasional negara-negara dengan ekonomi kuat di seluruh dunia. Jumlah anggotanya ada 20 negara termasuk Indonesia, Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa (let’s call ’em blok barat), yha pokoknya yang tajir-tajir deh. Nah masalahnya… ada juga di grup ini si Rusia yang lagi dimusuhin banget sama Blok Barat karena serangannya ke Ukraina yang udah berjalan hampir tiga bulan ke belakang ini.
 
Terus hubungannya sama Indonesia?
Well, Indonesia kan lagi jadi presiden G20, guys. Yha namanya lagi jadi presiden kita jadi hosting the party gitu kan, dan rencananya November nanti, the party aka the KTT G20 bakal digelar di Bali. However, si Blok Barat ga suka nih, kalo Indonesia ngundang Rusia, karena mereka aja bahkan lagi menjatuhkan sanksi ke Putin dkk, jadi, “Plz lo gausah undang ni orang,” gitu kira-kira guys. 
 
I see…

Keberatan ini juga udah disampaikan langsung oleh Amerika Serikat, seperti yang diungkapkan oleh Jubir White House Jen Psaki dalam konferensi persnya minggu kemarin. Kata Jen, Biden udah ngomong langsung kok bahwa mereka keberatan dengan diundangnya Putin ke G20 oleh Indonesia, sebaliknya, para Blok Barat tadi justru welcome banget kalo delegasi dari Ukraina mau hadir. Jen juga bilang, pihaknya udah reach out ke Indonesia, dan kata kita nih, emang Indonesia tuh ngirim undangan sebelum terjadinya invasi. Jadi yhaa masih enam bulan lagi, kita gabisa prediksi bakal gimana sikonnya. Gitu guys kata Jen.

 
Terus kata Indonesia?
Well, tetep diundang sih, sis. Jadi kata Pak Jokowi, ada beberapa alasan kenapa Putin tetep diundang ke Bali. Pertama karena emang kewajiban Indonesia sebagai presiden G20 tadi, dan Rusia kan masih anggota G20. Kedua, undangannya itu emang udah disebar jauh-jauh hari, sebelum Rusia melancarkan invasinya ke Ukraina. Ketiga, karena posisi Indonesia sebagai negara non blok aka netral yang nggak memihak di kubu tertentu, either itu kubunya Barat atau Rusia itu sendiri. Makanya diundang aja. Tapi jadinya ya sulit ini situesyen.
 
Rumit yha…
Emang. Nah salah satu langkah yang kemudian diambil Indonesia adalah, ngundang Ukraina juga, walaupun Ukraina bukan anggota G20. Hal ini udah dilakukan oleh Pak Jokowi guys, yang call-an langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk ngundang. Dalam twitnya, Zelenskyy bilang: Makasi ya undangannya…. Gitu aja guys. Belum confirmed juga mau dateng apa engga. Meanwhile, Presiden Rusia Vladimir Putin udah confirmed mau hadir. Kebayang ga ni kalo pada dateng, ada Putin, Zelenskyy, Biden…
 
Wohooo banyak drama-drama dong nihhh…

Nah tapi masih belum pasti juga guys. Karena bisa aja dengan hadirnya Putin, justru negara-negara Barat yang malah jadi ngga dateng. Hal ini tercermin dari pertemuan para menteri keuangan G20 bulan lalu di Washington DC, di mana meeting-nya dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan RI, Bu Sri Mulyani. Nah waktu giliran Rusia yang memberikan statement, Menkeu AS, Menkeu negara-negara Barat lain, sampai Gubernur World Bank pada walk out dong. Makanya banyak analis yang menilai, bisa jadi nih pas November nanti pemimpin dari Blok Barat malah ga dateng kalo Putin hadir.

 
Jujur bingung banget harus gimana…
Yep, makanya nih pemerintah kita terus berusaha komunikasi ke semua pihak supaya meeting-nya lancar nanti. Hal ini disampaikan oleh Jubir Kemenlu RI Dian Triansyah Djani yang menyebut bahwa kita komunikasi dan update-update terus sama anggota lain. Pak Dian juga bilang alasan Ukraina juga diundang tuh karena G20 tuh butuh pov dari semua pihak biar dampak perang terhadap ekonomi global tuh bisa lebih menyeluruh. Secara peran Ukraina buat perekonomian global tuh juga nggak main-main kan.
 
OK. Anything else I should know?
Nah urusan G20 ini guys, meskipun para Blok Barat tadi menolak Rusia dan bahkan maunya Rusia dikeluarin aja dari G20, namun di kelompok ini juga ada China yang secara tersirat maupun tersurat dukung Rusia. Mereka sejak awal nolak berbagai upaya Barat untuk mengucilkan Rusia. Apalagi ngeluarin mereka dari G20. Meanwhile, negara-negara middle power kayak India, Brasil, Afrika Selatan, Meksiko, Saudi Arabia, dan kita, bisa dibilang punya agenda sendiri, yang lebih fokus dalam upaya kebangkitan ekonomi pasca pandemi. Makanya peran Indonesia bakal sentral banget nih dalam mempertemukan berbagai kepentingan ini.