China Masih Melakukan Lockdown

21

Who’s still trapped in lockdown?

Chinese people. 
Yoi guys. Ada update-an terbaru dari China, where it all started, yang sampai sekarang masih dalam keadaan lockdown dan menerapkan Zero Covid Policy. Nah, lockdown-nya mereka ini nggak kelar-kelar, and Chinese be lyke, “Punten, harus berapa lama lagi kayak gini heyy.”
 
Remind me again. What is Zero Covid Policy?
Jadi, Zero Covid Policy itu adalah salah satu kebijakan ketat yang diterapkan sama China buat menekan penyebaran virus yang ada di negaranya. Sesuai namanya, aturan ini tuh bener-bener bermaksud dan tujuan bikin angka Covid-19 di China itu zero, guys. Makanya kalau kamu terinfeksi sama Covid-19 nih, maka bukan cuma kamu dan keluargamu doang yang harus diisolasi, tapi whole neighborhood juga. Terus, toko-toko dan sekolah harus di-close. Pokoknya yang pemerintah lakukan adalah gimana caranya supaya penyebaran virus nggak bertambah dan ada di angka yang rendah sampai benar-benar zero. Beda sama di kita maupun negara-negara lain yang walaupun kasusnya masih ada, namun mulai buka dikit-dikit kan…
 
I see…
Nah namun, dua tahun into the pandemic, kebijakan kayak gini udah mulai bikin warga China bosen dan lelah banget. Misalnya aja, lockdown di Shanghai yang udah berjalan selama sebulanan lebih, eh terus pada tanggal 10 Mei kemarin diperpanjang lagi dong. Makanya warga Shanghai yang berjumlah sekitar 25juta itu udah lelah banget dan kerap menunjukkan aksi protesnya secara IRL maupun online. Selain di Shanghai, sejauh ini udah ada sekitar 373 juta orang di 45 kota di China yang juga hidup di bawah bayang-bayang lockdown
 
Terus gimana?
Nah namanya lockdown, tentu salah satu aspek yang paling terpengaruh adalah ekonomi. Hal ini keliatan banget dari jumlah ekspor China yang turun sampe 3,9% per April tahun ini, karena proses produksinya yang terkendala lockdown. Selain pabrik-pabrik tutup, banyak juga barang-barang ekspor yang numpuk aja gitu guys di pelabuhan-pelabuhan karena ngga terangkut. Hal ini tentunya bikin kondisi perekonomian global makin suram, secara Rusia-Ukraina lagi perang juga kan, terus China lockdown...
 
Kalo kata Nasida Ria, “Bingung, bingung ku memikirnya”
Yoi banget. Makanya ngeliat sikon yang makin suram gini, akhirnya World Health Organization (WHO) ikut komentar. Kata Dirjennya Tedros Adhanom Ghebreyesus, kebijakan Zero Covid Policy tuh ga sustainable, karena kan kita harus mikirin masa depan juga. Pak Tedros juga bilang bahwa beliau udah ngobrol sama pihak China dan meminta mereka untuk segera merubah arah kebijakannya.
 
Terus kata China? 
Eeeeh malah bete gengs. Iya, kayak netijen yang suka blok-blokan di sosmed kalo udah males dikritik orang, China juga langsung menyensor postingan WHO soal Zero Covid Policy tadi dari akun Weibo-nya. Terus, artikel yang sama di WeChat juga udah di-banned dengan keterangan “melanggar aturan dan hukum yang berlaku”. Furthermore, jubir menlu China Zhao Lijian meminta supaya warga tuh melihat kebijakan ini sebagai upaya pencegahan dan kontrol yang objektif dan rasional, dan plz kurang-kurangin bikin komentar yang irresponsible. Gitu katanya.
 
OK. Anything else?
Well, there’s a lot of reasons sih guys soal kenapa China nih kekeuh banget pake Zero Covid Policy ketika seluruh dunia udah melonggarkan aturan pembatasan sosialnya. Di antara alasannya adalah karena walaupun udah 88% warga China yang divaksin, namun mereka juga punya populasi orang tua yang tinggi, dan tingkat vaksinasi di kelompok umur tersebut masih rendah. Selain itu, kalo sampe penularannya masif lagi kayak pas tahun 2020, pemerintahnya khawatir banget kalo sistem kesehatan di sana bakal kewalahan guys, secara warga China kan banyak.