Cacar Monyet Semakin Menyebar Ke Berbagai Negara

37

What’s getting more concerning?

Monkeypox aka cacar monyet.
Yoi, guys. Kudu lebih waspada nih. Wabah monkeypox aka cacar monyet sekarang udah makin menyebar ke berbagai negara, dan sekali kena, dampaknya bisa bahaya banget. Bahkan berujung kematian.
 
WHAT???
Iya. Sejak awal tahun kemarin, di saat kondisi berangsur membaik pasca Covid-19, ada lagi wabah baru yang nggak kalah mengkhawatirkan, namanya monkeypox aka cacar monyet. To refreshen you up, virus cacar monyet ini pertama kali ditemukan di Denmark tahun 1958 di mana ditemukan kasus kayak cacar tapi nyerangnya ke koloni kera. Nah makanya namanya cacar monyet.  Terus berkembang lagi ke monyet, tupai, tikus, dll.
 
Ke manusia juga nggak?
Inhale, now exhale. It’s a yes. Jubir Kemenkes dr. Mohammad Syahril menjelaskan cacar monyet itu adalah penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia, terus dari manusia ke manusia lainnya. Lebih jauh, dr. Syahril menyebut penularan cacar monyet ini bisa melalui berbagai cara, yakni bisa dari kontak erat, dari sentuhan mau itu sama orang, hewan, even barang yang udah terkontaminasi sama virus ini. Bisa juga dari cairan tubuh kayak darah atau air liur, guys.
 
I see…
Kasus monkeypox yang lebih parah diketahui lebih sering terjadi  berdasarkan tingkat paparan virusnya, tingkat kesehatan pasiennya, sampai tingkat keparahan komplikasi. The worst scenario is monkeypox ini bisa banget berujung kematian, guys seperti yang terjadi di Nigeria. Sejak awal tahun ini, Nigeria udah mengkonfirmasi 21 kasus monkeypox dan udah ada 1 pasien meninggal berusia 40 tahun.
 
It’s that bad, then…
Makanya, Kementerian Kesehatan RI juga udah ngasih kamu warning terkait ini, guys. Disampaikan oleh Dirjen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu, Kemenkes meminta pemerintah daerah, fasilitas kesehatan masyarakat, dan kantor kesehatan pelabuhan buat memantau penemuan kasus sesuai definisi operasional penyakit sesuai standarnya WHO.
 
That’s it?
Belum selesai beb. Kemenkes juga minta pemerintah daerah untuk menyebarluaskan informasi terkait wabah ini sama masyarakat, dan melakukan koordinasi sama dinas-dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan satwa liar di daerahnya masing-masing. Adapun penyakit ini dapat bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung dua minggu sampai sebulanan, tapi bisa banget berkembang lebih parah sampai akhirnya berujung kematian kayak yang terjadi di Nigeria itu.
 
Tapi jauh banget nggak sih sampai di kita…
Yha gatau ya. Sejauh ini emang belum ada kasus konfirmasi monkeypox ditemukan di Indonesia. However, istilah ‘sedia payung sebelum hujan’ kepake banget di sini, guys. Makanya Kemenkes juga langsung antisipasi kayak gitu. Apalagi penyebarannya emang udah meluas banget dari Afrika, Eropa, AS, sampai ke Australia yang mana deket banget sama kita. WHO juga bilangnya hal ini bisa jadi serius kalau udah kena ke anak-anak dan orang dengan gangguan kekebalan tubuh, yang mana mereka rentan banget terpapar virus ini.
 
Got it. Does anyone say anything?
Yep. Pakar Edimiologi Griffith University, Dicky Budiman bilangnya kasus monkeypox ini bisa banget masuk ke Indonesia, guys karena sekarang kan mobilitas orang-orang tuh udah tinggi banget. Orang-orang juga udah dengan mudah terbang ke sana-sini, sehingga berbagai penyakit pun jadi bisa masuk. Plus, protokol kesehatan yang udah dilonggarkan sama pemerintah dan masyarakat yang ‘balas dendam’ dan bersikap bebas seiring dengan pelonggaran prokes ini.
 
Make sense.  Anything else I should know?
Makanya, meskipun sampai sekarang belum ada pengobatan yang spesifik buat mengobati monkeypox ini, but all we can do is mencegah terjadinya penyakit. Adapun yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan dan menjaga pola hidup sehat. Terus, kontak langsung sama binatang-binatang itu juga baiknya dihindari. Apalagi sama binatang mati yang darahnya kemana-mana. Buat kamu yang baru balik dari negara dengan kasus monkeypox, pls pls pls go check yourself kalau kamu udah ngerasa demam tinggi dan ada ruam di permukaan kulit kamu.