Cacar Monyet Hebohkan Warga Global

83

Everybody meet…monkeypox.

Geeez…. not again…
Unfortunately, yes. Saat ini, warga global lagi dibikin pusing lagi sama munculnya wabah penyakit yang lagi heboh ditemukan di berbagai wilayah kayak Afrika, Amerika Serikat, Eropa, dan Kanada. Yep, wabahnya namanya monkeypox aka cacar monyet. Tapi bedanya sama hepatitis kemarin, cacar monyet ini nyerangnya ke orang dewasa, guys.
 
What??? 
Yes. You read it right. Monkeypox atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai cacar monyet sekarang lagi heboh banget jadi headline di mana-mana, secara minggu lalu, jumlahnya udah mencapai 100 kasus yang dikonfirmasi positif di seluruh dunia. Nah umumnya, kasus ini ditemukan di Afrika, namun kali ini, penyakitnya udah menyebar di negara Eropa, Amerika Serikat, Kanada sampai Australia.
 
I don’t get it. Kenapa namanya cacar monyet?
Karena asal mula cacar yang satu ini emang berawal dari infeksi pada monyet, guysWell, jadi di tahun 1958, pernah ada Kejadian Luar Biasa aka KLB di Denmark di mana ada sekelompok monyet yang terinfeksi virus ini. Terus, beberapa tahun kemudian tepatnya di 1970, cacar monyet mulai menginfeksi manusia di Republik Kongo dan menyebar lagi secara lebih luas di Afrika Tengah dan Afrika Barat.
 
Bedanya sama cacar lain apaan?

Most likely sih sama aja kayak cacar pada umumnya, guys. Gejalanya sendiri dimulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, sama kecapekan. Yang bikin beda adalah cacar monyet ini bikin kelenjar getah bening jadi membengkak, kan kalau di cacar lain nggak tuh. Dan dalam masa 1-3 hari (or beyond) permukaan kulit wajah bakalan timbul ruam, terus menyebar ke bagian tubuh lainnya dan berlangsung selama dua sampai empat minggu.

 
Tell me about penyebarannya…
You got it. Jadi awalnya tuh kasus penyakit ini ditemukan pada seorang pria di Inggris yang didiagnosis terinfeksi sama monkeypox seusai doi balik dari Nigeria. Lalu, virusnya terus menyebar ke Spanyol, Italia, sampai Kanada. Nggak sampai di situ, Jumat kemarin, Australia juga ikutan melaporkan kasus pertamanya dan diikuti sama AS yang juga udah melaporkan monkeypox pertama yang menginfeksi seorang pria yang baru balik dari Kanada.
 
Pls not another pandemic :(((
Ini dia yang juga jadi concern-nya WHO guys, karena per Jumat minggu lalu, WHO udah menerima laporan 100 kasus positif cacar monyet ini dari seluruh dunia . Makanya dari situ, para petugas WHO dari Kelompok Penasihat Strategis dan Teknis akhirnya meeting untuk ngomongin tentang bahaya menular dan potensi penyakit ini jadi pandemi dan endemi tuh gimana. Nah so far sih, para pejabat WHO tadi belum bisa memutuskan apakah kasus ini harus jadi darurat kesehatan masyarakat atau enggak.
 
I see. Did anyone say anything?

Ada dong. Kata Susan Hopkins dari Otoritas Kesehatannya Inggris, kasus cacar monyet ini nggak akan jadi pandemi atau epidemi kayak Covid-19, karena penyebarannya ngga secepet Covid-19. But still, ini termasuk wabah penyakit yang serius. Dan kita harus menganggapnya serius, katanya gitu. Lebih lanjut, Bu Susan juga bilang munculnya virus ini di negara mereka dan negara-negara lain salah satunya adalah karena mobilitas masyarakat yang makin meningkat seiring menurunnya pembatasan Covid-19. Karena udah banyak yang pergi-pergian, sekali pulang langsung bawa penyakit gitu.

 
Got it. Anything else I should know?
Fyi meskipun kasus monkeypox aka cacar monyet ini udah ditemukan di Australia, yang mana itu deket banget sama Indonesia, sampai saat ini, kasus ini masih belum ditemukan di negara kita, guys. Dikonfirmasi oleh Jubir Kemenkes Mohammad Syahril, sejauh ini Kemenkes udah masuk ke langkah-langkah kewaspadaan pencegahan. Kayak sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. Terus pihaknya juga sambil mantau perkembangan penyakit ini di negara lain gimana sambil terus melakukan deteksi dini.