Varian Baru Covid-19 Bernama XE

74

What keeps transforming?

Omicron.
Iya guys. Makin ke sini, varian Covid-19 makin macem-macem deh, dan yang paling update, ada lagi varian baru pecahan omicron ini, namanya XE.
 
Is it Covid, or is it the new Apple phone?
It’s Covid, really. Ok, everybody meet Omicron the OG and the so-called Omicron siluman. Jadi kan kalo varian Omicron of course kita semua udah familiar lha ya, dengan penyebarannya yang masif, namun gejalanya yang lebih ringan. Nah selain varian Omicron yang pertama kali menyebar, muncul pula Omicron “siluman” yang merupakan turunan dari Omicron yang muncul di awal.
 
Terus…
Nah terus, kamu harus tahu guys bahwa varian Omicron sendiri udah dikategorikan WHO sebagai Variant of Concern aka VoC, including para keturunannya, termasuk Omicron siluman tadi. Adapun untuk Omicron siluman ini gejalanya juga mirip-mirip sama Omicron yang sebelumnya, kayak sakit tenggorokan, batuk, pilek, lemes, dll. Nah, yang mau kita bahas kali ini adalah Omicron siluman yang di-combine sama Omicron asli. Namanya XE.
 
Buset…
OK guys, get ready. Jadi varian terbaru ini awalnya ditemukan di Inggris oleh Otoritas Kesehatan di sana. Adapun tingkat penyebaran varian XE ini diketahui lebih tinggi sebesar 9,8% dari varian omicron yang sebelumnya, baik itu yang Omicron asli maupun yang siluman. Per 22 Maret lalu aja, udah ada 637 kasus Varian XE yang tersebar di seluruh Inggris. Terus sejauh ini, para peneliti masih mengumpulkan data soal varian ini karena emang masih baru banget.
 
Tapi gejalanya gimana?
Sampai saat ini, gejala buat varian XE ini belum bisa dipastikan secara jelas. Tapi menurut seorang dokter penyakit dalam di Inggris, gejala varian ini mirip sama varian Omicron turunan lainnya. Peneliti di sana juga masih mengkaji lebih jauh gimana tingkat penularannya, terus tingkat keparahannya, plus kalau orang udah vaccinated terpapar sama varian ini gimana. Masih proses penelitian lanjutan lah intinya.
 
I see. Anything else I should know?
Fyi hari Sabtu kemarin Thailand resmi mencatat kasus varian XE pertamanya. Komisi Kesehatan Masyarakat di sana menyebut bahwa warganya yang terinfeksi varian XE itu udah recovered setelah sebelumnya kena gejala ringan. So far, Kemenkes kita melalui jubirnya Siti Nadia Tarmidzi udah mengkonfirmasi kalau di Indonesia belum ada nih yang terinfeksi varian XE ini.