Militer Myanmar Semakin Brutal

79

When things are getting more concerning…

In Myanmar.
Iya nih gengs, parah banget deh. Kamu tentunya udah tahu kan bahwa selama ini, Myanmar dipimpin oleh rezim militer yang meraih kekuasannya dengan cara mengkudeta pemimpin demokrasi yang legit. Nah selama berkuasa ini, militer Myanmar disebut makin brutal dengan melakukan penangkapan maupun pembunuhan ke siapapun, termasuk tenaga kesehatan aka nakes. Padahal, nakes itu dibutuhkan banget buat providing healthcare bagi warga Myanmar yang mengalami masalah kesehatan.
 
Hold on how did we get here?
Sure. Jadi gini ceritanya. As we all know pemerintahan legit-nya Myanmar tuh dikudeta sama pasukan militer sana sejak awal tahun 2021 kemarin kan, and yes it is still happening until today. Nah, dari kudeta yang dilakukan, banyak banget pemberontakan dan protes di sana-sini, di mana warga turun ke jalan dan meminta supaya pemerintahan legit di bawah Aung San Suu Kyi kembali menjabat. Adapun warga yang protes juga datang dari background yang macem-macem, salah satunya adalah healthcare workers aka tenaga kesehatan aka nakes.
 
Terus terus?
Nah, karena dimonitor terus juga, para tentara militer kemudian menangkap orang-orang yang protes tadi, guys. Termasuklah orang dari golongan healthcare workers ini. Padahal yah, kondisi kesehatan masyarakat Myanmar sekarang tuh lagi nggak baik-baik aja, masuk kategori darurat malah. Dokter yang bertugas makin dikit, rumah sakit makin banyak yang ditutup, eh ini yang ada pakai ditangkap pula.
 
Nooooo 🙁
Yep. Terus diketahui bahwa sejak Februari 2021 lalu, udah ada 140 dokter yang ditangkap karena ikut terlibat di aksi protes nasional di mana 89 dari mereka dijebloskan ke penjara. Nggak cuma itu, tentara-tentara itu juga menyita aset dokter-dokter di sana (Since dokter emang golongan masyarakat paling kaya di sana), terus ngecabut izin praktiknya, sampai masuk geledah rumah sakit buat cari dokter-dokter yang ketahuan menentang rezim. Terus, diketahui juga udah ada sekitar 30 dokter yang dinyatakan tewas di tangan rezim. Hal ini bikin Myanmar jadi salah satu negara yang paling nggak aman bagi pekerja kesehatan, guys. Hiks.
 
Ya ampun, jadi gimana dong tuh?
Karena adanya berbagai aksi penindasan terhadap dokter ini, maka hampir satu juta anak di Myanmar belum diimunisasi rutin. Terus kalau nggak diimunisasi, maka anak itu bakalan rentan banget kena berbagai penyakit kayak campak, cacar, polio, dll. Selain anak-anak, pasien dewasa juga banyak yang akhirnya diterlantarkan gitu aja, tanpa ada perawatan lebih lanjut. Selain itu, banyak juga pasien yang direlakan aja untuk menutup mata, karena emang bener-bener gaada dokter yang bisa nanganin. Terus misalnya pasien tsb harus operasi, sering kejadian tentara masuk terus menggeledah ruang operasi untuk menangkap dokter yang lagi in charge di ruangan operasi itu. Chaos banget kan.
 
Speechless….
Yep. Nah sebagai solusi untuk masalah ini, di Yangon yang kota terbesar di Myanmar, banyak dokter yang udah dibebasin tapi bersyarat gitu, gengs. Syaratnya adalah mereka harus bersedia buat nggak lagi ikut-ikutan protes membangkang pemerintah dan bersedia ditempatkan di rumah sakit yang dikendaliin sama pemerintahan rezim militer
 
🙁 anything else?
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan apapun yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan terkait kondisi healthcare Myanmar yang awut-awutan. Terus, in case you’re wondering, kasus yang menjerat pemimpin legit Myanmar Aung san Suu Kyi saat ini masih berlanjut dan masuk ke sidang pembacaan vonis minggu depan. Kemungkinan Suu Kyi bakal dikenakan hukuman 15 tahun penjara atas dugaan kecurangan pemilu yang dituduhkan ke dia.