Keanggotaan Rusia Dari Human Rights Council PBB Ditangguhkan

95

Who’s just hit some abstain button?

Indonesia.
Dalam hal per-Ukraina-Rusia-an. Iya guys, jadi seiring dengan makin kuatnya berbagai dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh tentara Rusia di Ukraina, baru-baru ini masyarakat internasional tengah berusaha to put more pressure ke Rusia supaya ga lagi-lagi deh melanggar HAM di sana. Adapun salah satu cara yang ditempuh adalah nge-suspend keanggotaan Rusia dari keanggotaan di Human Rights Council di PBB. Nah, kebijakan ini tuh ada yang dukung, ada yang nentang, ada juga yang abstain, termasuk Indonesia.
 
Background pls. 
You got it. Jadi ceritanya tuh gini guys, setelah sekitar dua bulanan lebih menginvasi Ukraina, kita-kita nih banyaaak banget kan ngeliat footage berbagai bentuk kejahatan Rusia, mulai dari pembunuhan masyarakat sipil, penghancuran bangunan, dll. Nah yang terbaru adalah penemuan kuburan massal di Bucha, salah satu kota di Ukraina yang diyakini pelaku pembunuhannya adalah tentara-tentara Rusia yang sebulanan kemarin menduduki kota itu. Dari situ, Rusia yang notabenenya adalah bagian dari Human Rights Council di bawah PBB langsung ditindak sama UN General Assembly atau Sidang Umum PBB. Ituloh… rapat PBB gede-gedean yang diikuti oleh semua negara anggota PBB…
 
Okay terus….
Selanjutnya, laporan yang masuk terkait dugaan pelanggaran HAM itu kemudian di-compile sampai jadi satu draf resolution yang utuh. Isinya, adalah UN General Assembly bisa aja menangguhkan hak keanggotaan Rusia dari Human Rights Council karena udah melakukan pelanggaran HAM yang sistematis terhadap orang-orang di Ukraina. Belum lagi selama invasi tersebut, banyak banget hukum HAM internasional yang udah dilanggar sama Rusia, yang kemudian mengundang keprihatinan dunia. Berangkat dari sinilah, sidang umum PBB langsung ngumpul untuk menentukan sikap, “Kita apain neh Rusia?” gitu guys kira-kira.
 
Terus terusss?
Nah salah satu langkah yang diambil adalah untuk men-suspend kenggotaan Rusia dari Human Rights Council, yang merupakan badan HAM PBB. Dalam meeting UNGA-nya itu, para member states membahas soal perlunya pengambilan keputusan, considering pelanggaran-pelanggaran yang udah dilakukan sama Rusia. Nah kemudian UNGA nge-vote suaranya untuk milih, “Ni Rusia masih boleh gabung di Badan HAM apa engga ni….”. Hal ini tentu bikin Ukraina seneng banget, bahkan Dubesnya Ukraina buat PBB, Sergiy Kyslytsya sampai meminta dukungan dari hadirin hadirot di UNGA untuk join on their boat dan mendukung suspension itu.
 
Hasilnya?
Hasilnya, dari 193 negara anggota PBB, sebanyak 93 negara menyatakan setuju supaya Rusia di-takedown aja dari Dewan HAM. Adapun yang ngga setuju ada 24, sedangkan yang abstain ada 58 negara. Karena mayoritas suara mendukung, maka ya keputusannya adalah men-suspend keanggotaan Rusia dari dewan HAM.
 
Ok…
Now, if you’re wondering, Spesifiknya, AS, Kanada, Inggris, dan negara-negara EU lainnya yang dari awal udah gedeg sama Rusia of course in favor dong waktu vote, sedangkan Rusia itself, China, Korea Utara, Iran, sampai Vietnam nge-vote against. Terus ada juga yang abstain, kayak India, Brasil, South Africa, Malaysia, Thailand, sampai Indonesia.
 
Indonesia?
Yes. Indonesia rupanya adalah satu dari 58 negara yang menyatakan abstain, gengs. Dikonfirmasi oleh Jubirnya Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, Indonesia setuju sama sikap PBB yang mau datang langsung ke Bucha dan melakukan investigasi langsung di sana. Jadi kalau ditanya dukung atau nggak, yha liat nanti gitu. Liat dari hasil investigasinya PBB. Makanya we’re abstain for now.
 
Got it. Anyone saying anything?
Yep. Pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana bilangnya langkah Indonesia buat abstain tuh udah sangat tepat, guys. Karena gini, kayak yang disampaikan sama Pak Faiza, Rusia yang menyebabkan adanya mass grave di Bucha tuh masih dugaan aja, belum ada verifikasi apa pun dari PBB. Terus Indonesia tuh sifatnya non blok jadi kita juga nggak ikut-ikutan AS yang langsung menyalahkan Rusia. Plus, kalau kita in favor atau against, itu tuh nggak menyelesaikan konflik sama sekali. Apalagi momennya pas banget sama presidensi Indonesia di G20.
 
I believe Russia has a say…
Ada dong. Dubes Rusia di PBB, Gunady Kuzmin bilangnya, “Nggak usah pada ikut-ikutan ngedrama kayak Ukraina dah kalian semua,” gitu guys kira-kira. Lebih lanjut, Gunady juga bilang kalau dengan adanya vote-votan kayak gini tuh nonsense banget, di mana AS cuma mau show off doang, dan mau ngebuktiin kalau mereka masih megang posisi kunci dan megang kontrol total di belantika hubungan internasional.
 
I see. Anything else?
Fyi dengan di-suspend-nya keanggotaan Rusia dari Human Rights Council, maka ini mengirimkan a clear message bahwa keluarga korban di Ukraina deserve buat ngeliat pelakunya bertanggungjawab langsung sama apa yang mereka lakukan. You got what you deserve lah yha istilahnya, sambil penyidik dari PBB juga terus investigasi ngumpulin dan ngedata bukti kejahatan perang.