DPR RI Akhirnya Mengesahkan RUU TPKS

37

When RUU TPKS doesn’t need the R anymore…

It becomes a legit Undang-Undang now.
Yesss congrats buat seluruh perempuan Indonesia di mana pun berada. Kemarin banget nih, DPR RI akhirnya resmi mengesahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) sebagai Undang-Undang yang sah. Meaning, kamu harus terbiasa dengan penyebutan UU TPKS, bukan RUU lagi. Karena sekarang undang-undangnya udah berlaku gengs!
 
YEAY! Tell me everything!
OK. Jadi tentu udah kita ketahui bersama bahwa tindak pidana kekerasan seksual di Indonesia makin ke sini makin mengkhawatirkan dan makin darurat. Udah gitu, aturan buat penanganan kasus-kasus kekerasan seksual juga dinilai masih kurang, secara perkembangan zaman udah maju banget, tapi aturannya ga di-update-update. Makanya, banyak pihak yang mendorong supaya pemerintah plz bgt update karena udah darurat banget nih aksi kekerasan seksual di tanah air….
 
OK terus…
Nah dari sinilah kemudian pembahasan soal RUU TPKS mulai dibahas, secara Indonesia butuh payung hukum yang legit dan lengkap buat melindungi korban. Tapi namanya bergerak menuju keadilan, ada aja tantangannya. Sejak pertama kali diusulkan 2016 lalu, RUU TPKS ini udah ngelewatin berbagai dramaguys. Masuk daftar prioritas DPR, terus ditolak berbagai pihak dengan alasan yang macem-macem.  Abis itu dikeluarin, revisi lagi, masuk prolegnas lagi, dibahas lagi, dikeluarin lagi, revisi lagi, gituuuuu terus sampai kekerasan seksual makin merajalela dan korbannya makin banyak.
 
You can’t be serious 🙁
Yep, tapi belakangan ini, hilal disahkannya RUU ini jadi Undang-Undang sebenernya udah makin keliatan, guys. Ketua DPR RI, Puan Maharani beberapa kali memastikan kalau ini RUU bakalan segera dia bawa ke Rapat Paripurna DPR RI. Terus, setelah Januari lalu drafnya resmi masuk jadi RUU Inisiatif DPR, kemarin banget nih, di Rapat Paripurna DPR ke-19 yang dipimpin langsung sama Mbak Puan, RUU TPKS resmi deh disahkan jadi Undang-Undang yang legit. Dengan dihadiri oleh 311 orang anggota dewan, akhirnya waktu Mbak Puan confirmed, “Apakah RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual disahkan menjadi undang-undang?” Mereka di situ pada kompak jawab “Setujuuu.”
 
Hamdalah. Tell me what’s gonna change?
Yang pasti sekarang perlindungan terhadap korban pelecehan seksual bakal lebih menyeluruh gengs. Terus juga kalo sebelumnya yang bisa dihukum itu cuma pemerkosaan dan pencabulan, kini kita punya sembilan jenis kekerasan seksual yang kalo dilaksanakan bisa berujung penjara. Adapun Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang diatur di UU TPKS ini terdiri atas pelecehan seksual fisik dan nonfisik, pemaksaan kontrasepsi, sterilisasi, dan perkawinan. Terus juga penyiksaan, eksploitasi, dan perbudakan seksual. sampai ke kekerasan seksual berbasis elektronik. Nggak sampai di situ, UU ini juga ngebahas soal Kekerasan Berbasis Gender Online aka KBGO, apa-apa aja yang bisa jadi alat bukti, sampai ke perlindungan dan pendampingan korbannya gimana.
 
Tell me more.  
Ok. Jadi kalau ada yang merekam, ngambil gambar, nyebarin segala hal yang bermuatan seksual without consent, itu tuh bisa dipidana dengan hukuman at least 4 tahun penjara dan/atau denda paling banyak 200 juta rupiah. Adapun yang bisa jadi alat bukti tuh yha sesimpel screenshot-an gambar, atau dokumen-dokumen elektronik lain yang related to tindakan tersebut. Selanjutnya yang bisa dijadikan alat bukti juga makin beragam guys, mulai dari surat keterangan psikolog atau psikiater, hasil pemeriksaan forensik, dan rekening bank, semuanya bisa jadi alat bukti buat diproses secara pidana.
 
Nice…
Yep, terus korban juga berhak didampingi dan dapat pendampingan di semua proses peradilan, termasuk masa pemulihan yang juga udah bisa terjamin. Ganti rugi secara materi, ganti rugi akibat penderitaan, penggantian biaya perawatan medis dan/atau psikologis, dan kerugian-kerugian lain bakalan dicover lewat UU ini. Pokoknya perlindungan, pendampingan dan segala penanganannya bagi korban terjamin deh di sini.
 
Got it. Any words?
Ada dong. Ketua DPR RI, Mbak Puan Maharani bilang setelah ketuk palu kemarin, bahwa pengesahan ini tuh jadi momen bersejarah dari salah satu perjuangan rakyat, karena emang pengesahan udah ditunggu-tunggu banget. Mbak Puan juga bilang bahwa pengesahan ini merupakan bukti perjuangannya para korban kekerasan seksual. Terus ada juga Andy Yentriyani, Ketua Komnas Perempuan yang bilang bahwa pengesahan ini merupakan bukti kerja kerasnya berbagai pihak, mulai dari elemen pemerintah, media, akademisi, sejumlah lembaga independen, sampailah ke korban. Sejauh ini udah banyak banget korban yang seberani itu speak up pengalamannya, dan cari keadilan, kebenaran, dan pemulihan after what they’ve been through. Yang penting dikawal terus aja, guys. Katanya gitu.
 
Anything else I should know?
Yess ngomong-ngomong soal kawal, UU TPKS harus melewati one last step nih gengs, yaitu tinggal nunggu Presiden Jokowi tandatangan doang. Abis itu udah. Sah sesah-sahnya deh itu UU TPKS. Bersamaan dengan itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Bintang Puspayoga yang kemarin hadir langsung waktu rapat juga bilang pihaknya bakalan ngadain sosialisasi terkait UU ini dan make sure penerapannya di lapangan bisa berjalan maksimal.