Yoon Suk Yeol Presiden baru Korea Selatan, Penangkapan Seorang Dokter Oleh Densus 88, Aturan Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin 3 Bulan Sebelum Pernikahan, Logo Halal Indonesia Berubah

55

Good morning

 

Hello there. Are you ready to start the new week again? Well, we got a little announcement that starting today, we will not be having the weekly COVID-19 updates again on Mondays. With the cases declining and things looking positive lately, we would like to share the spotlight to other things going on around us and hope you’re OK with that. Happy reading!

Who’s going to start a new job?

Yoon Suk Yeol. Presiden baru Korea Selatan.
Iya guys. kamu harus tahu nih bahwa next year, misalnya BTS jadi duta PBB lagi, most likely mereka berangkat ke New York dengan wajah baru, yakni bareng Presiden Korsel yang baru aja menang pemilu, Yoon Suk Yeol.
 
Tell me.
OK. Jadi minggu lalu, Korea Selatan baru aja menggelar pemilu presiden di mana ada 44juta orang warga yang eligible to vote menentukan siapa yang bakal jadi presiden menggantikan presiden mereka sekarang, Moon Jae-in. Yoi guys, jadi Presiden Jae-in ini udah menjabat selama lima tahun dan gabisa re-elected lagi (dan gabisa perpanjangan masa jabatan atau tiga periode walaupun negaranya abis kena COVID-19)…
 
Uhm… ngomongin Jae-in apa Jae-ko…
Jae-in. Beneran. Nah jadi, pemilunya itu seru banget karena literally banyak drama. Yep, mulai dari name-calling antar kandidat, tuduh-tuduhan korupsi, sampe jumlah peserta pilpres yang ga tanggung-tanggung, ada 14 orang! Nah namun dari seluruh kandidat itu, muncul dua kandidat terkuat, yakni Lee Jae-myung dari Partai Demokrat yang incumbent, dan Yoon Suk-yeol dari partai oposisi. Terus dengan voters turnout mencapai 77%, diketahui bahwa pemenang Pilpres kali ini adalah Yoon Suk-yeol, dengan selisih yang tipiss banget kurang dari satu persen dari Lee Jae-myung. FYI, pemilu kali ini juga disebut-sebut paling dramatis dengan hasil paling tipisss setipis silet sepanjang sejarah Korsel.
 
Interesting. Tell me about the new president’s cv.
OK. Jadi presiden barunya Korsel ini dulunya adalah mantan jaksa yang udah berkarier selama 27 tahun. Nah selama jadi jaksa inilah, nama doi melambung tinggi karena berhasil melakukan investigasi atas berbagai dugaan kasus korupsi, termasuk di antaranya yang melibatkan presiden Korsel sebelumnya, Park Geun-hye. Nah tapi guys, para oppa dan eonnie kita di sana juga harus bersiap dengan pemerintahan yang kanan aka konservatif, karena beda sama Presiden Moon terdahulu yang demokrat liberal, Presiden Yoon ini punya pandangan yang super konservatif kanan.
 
Like…
Like, misalnya, dalam hal kebijakan luar negeri, Presiden Yoon udah bilang bahwa negaranya bakal lebih tegas dan keras sama China dan Korea Utara. Hal ini beda banget sama Presiden Moon yang mengutamakan silaturahim selalu sama tetangga Kim Jong un. Selain itu, salah satu poin utama kampanye presiden baru ini adalah penghapusan kementerian gender di Korsel. Kenapa? Karena dia anti-feminis dan emang selama ini view anti-feminis lagi rising banget di Korsel, dan hal inilah yang jadi salah satu kunci kemenangan Presiden Yoon. Karena, doi langsung didukung pol-polan sama para oppa, ahjussi, hyung, intinya cowok-cowok di Korsel deh.
 
HAH serius?
Iya, jadi ternyata, selama ini isu gender selalu jadi isu yang panas di Korsel karena warga di sana merasa ni feminism-nya Korsel udah “kebablasan”. Yep, sejak Presiden Moon menjabat di tahun 2017, banyak banget kebijakan yang mempromosikan gender equality, dan ini bikin cowok-cowok di sana merasa didiskriminasi, khususnya di dunia kerja. Yha misalnya aja dengan adanya wajib militer, mereka jadi rugi dong gabisa ngejar karier, kalah sama cewek yang bisa terus bekerja. Padahal menurut data, cuma 15,6% posisi menegerial senior di Korsel yang dipegang oleh cewek.
 
Geez…
Ya tapi tetep aja, menurut Presiden Yoon, gender equality inilah juga yang jadi biang kerok rendahnya angka kelahiran di Korsel, makanya gaada lagi deh feminist-feminist-an karena w anti-feminist, gitu kira-kira. Nah hal inilah yang disebut banyak analis politik bikin Yoon menang, karena emang paham anti-feminis lagi meningkat di Korsel, dan message-nya itu langsung nyampe ke cowok-cowok yang memang merasa dirugikan dengan kebijakan yang promote gender equality dari presiden sebelumnya. Dengan terpilihnya Yoon ini, banyak pihak yang memprediksi bahwa perjuangan kesetaraan gender di Korsel bakal menemui tantangan yang makin berat ni guys.
 
Got it. Kalo selain soal feminisme?
Well, doi sih sekarang lagi nyiapin masa transisi buat mengalihkan kepemimpinan sebelum akhirnya dilantik pada bulan Mei mendatang. Adapun program kerja lainnya yang lagi disiapin sesuai janji kampanye adalah bantuan yang “fair and complete” buat keluarga yang ekonominya terhambat karena Covid, nge-create lampangan kerja baru, ngebangun jutaan rumah, sampai meningkatkan layanan kesehatan buat child care.
 
OK. Anything else?
Terkait kemenangannya ini, President Yoon udah dapet ucapan selamat dari Presiden Jokowi. Kata Pak Jokowi, “Selamat ya hyung. Looking forward untuk bisa kerja bareng. Dan makasi juga buat bestie Presiden sebelumnya Moon Jae in atas kerja samanya dalam memperkuat persahabatan kita.”

When you missed the big headline during the weekend…

Have you heard about dr. SU?
Iya, jadi minggu lalu tuh netizen Indonesia dibuat kaget dengan kejadian upaya penangkapan seorang dokter oleh Densus 88 yang diduga terjerat kasus terorisme di Sukoharjo, Jawa Tengah. Nah tapi, belum sempat dibawa ke kantor polisi, pelaku udah ditembak duluan, guys. lalu tewas.
 
Hah gimana?
Everybody, meet: Hilal Ahmar Society Indonesia aka HASI. HASI ini adalah salah satu sayap organisasinya Jemaah Islamiyah aka JI dan udah terafiliasi sama Al Qaeda, jaringan teroris yang merupakan dalang serangan 9/11. HASI ini juga merupakan LSM yang luarannya aja berbentuk lembaga pengumpulan amal, padahal dana yang ada disalurin buat mendukung aksi-aksi terorisme. Selain itu, menurut dokumen di DK PBB, HASI juga kerap merekrut dan mengirim anggota Jamaah Islamiyah (JI) ke Suriah untuk berperang, dan dana pengirimannya itu dikumpulkan dari sumbangan masyarakat.
 
Terus…
Nah terus, dr. SU disebut polisi sebagai salah satu dari petinggi di HASI dan JI ini. Adapun dalam penangkapannya, polisi terpaksa melumpuhkan dr. SU dengan menembaknya karena doi melakukan perlawanan secara agresif, yaitu dengan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Selain itu, peringatan dari petugas juga diabaikan, dan tindakannya itu juga disebut polisi membahayakan jiwa petugas dan masyarakat. Karena itulah, petugas melakukan upaya paksa dan terukur dengan melumpuhkan si tersangka tadi dengan tembakan dan mengenai di daerah punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah.
 
Whoaaa…
Nah karena dilumpuhkan inilah dr. SU sempet dilarikan ke RS Bhayangkara di Polresta Surakarta untuk mendapat penanganan medis, tapi yha doi keburu meninggal dunia saat dievakuasi.
 
Now tell me more about him.
OK. Jadi udah dikonfirmasi oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sukoharjo, dr. Arif Budi Satria, dr. SU ini memang berprofesi sebagai dokter umum lulusan dari Universitas Sebelas Maret aka UNS tahun 85 dan masih aktif sampai sekarang. Doi buka praktek di rumah, dan disebut memiliki jiwa sosial tinggi, dan taat administrasi. Dr. SU ini juga disebut sering ikut dalam berbagai kegiatan relawan kemanusiaan maupun bencana alam.
 
I see…
Nah, kejadian tewasnya dr. SU ini juga menuai kontroversi dari banyak pihak guys, salah satunya datang dari Islamic Study and Action Center (ISAC) Surakarta yang memang kerap mengadvokasi kasus-kasus penangkapan terduga teroris. Menurut Sekretaris ISAC Surakarta Endro Sudarsono, patut dipertanyakan apakah penangkapan ini sesuai prosedur. Secara ya guys, penangkapan dilakukan di jalan raya pada malam hari, padahal dr. SU juga ada di rumah, ga ke mana-mana, dan bukan dalam pelarian. Terus sampe berita ini ditulis, disebut juga bahwa piha keluarga dr.SU masih belum dapet keterangan apapun dari polisi soal status hukum dr.SU padahal harusnya ada surat penangkapan dulu nih, yang jelas. Doi ditangkep sebagai apa, atau atas kasus apa, jadi keluarga juga tau.
 
Well, kata polisi apa?
Kata Pak Polisi sih penangkapan ini udah sesuai prosedur guys, dan kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan minggu lalu, dr. SU ini emang statusnya udah tersangka tindak pidana terorisme, udah bukan terduga lagi. Karenanya, penindakan Densus 88 untuk menembak mati dokter SU udah sesuai aturan dan prosedur.
 
Got it. Anything else?
Well, kasus penembakan ini juga menjadi perhatian bagi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Menurut Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, pihaknya bakal memanggil Densus 88 pada minggu ini untuk meminta keterangan terkait duduk perkaranya. Adapun saat ini, Komnas HAM juga lagi ngumpulin berbagai informasi yang ada dan bakal melakukan monitoring terus.

For when you’re about to tie the knot…

Congrats, lovebirds!
Tapi sebelum kamu siap-siap cari venue, belanja seragam buat bridesmaid, cake testing dll, kamu harus tahu dulu nih, bahwa baru aja, pemerintah menerbitkan aturan yang mewajibkan calon pasangan pengantin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan 3 bulan sebelum pernikahan.
 
What?
Yep, adapun aturan ini diterbitkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Agama (Kemenag) weekend kemarin. Tujuannya, untuk mencegah anak mengalami stunting atau gizi buruk. Menurut Kepala BKKBN Pak Hasto Wardoyo, kesehatan calon pengantin ini penting untuk menurunkan angka gizi buruk yang berakibat stunting pada anak Indonesia, makanya para Calon Pengantin Pria (CPP) dan Calon Pengantin Wanita (CPW) wajib diperiksa 3 bulan pra-nikah.
 
I see…
Nah, buat kamu-kamu yang bride to be aka calon pengantin perempuan, ada banyak aspek nih yang bakal dicek berdasarkan aturan ini. Misalnya, kamu punya anemia atau nggak? Kamu gizinya kurang atau udah cukup? Karena kalau kamu punya anemia, kamu bakalan dikasih tablet tambahan buat nambah darah, terus bakal ada pendampingan juga.
 
Anemia?
Iya, anemia ini jadi perhatian guys, karena kalo CPW anemia, terus hamil, maka ada potensi anak yang dikandungnya pertumbuhannya nggak bagus, pendek, atau worst case-nya, stunting itu tadi. Nah, kalau gizinya kurang, kamu juga bakalan diedukasi gimana caranya ningkatin indeks massa tubuh, biar setelah menikah, secara fisik kamu udah siap untuk hamil dan melahirkan bayi yang sehat.
 
Kalau groom to be-nya gimana?
Nah kalau buat yang cowok-cowok, yang diperiksa tuh lebih ke kesehatan seksualnya di mana yang dicek tuh yha produksi sperma bagus atau nggak, biar nanti setelah menikah, sperma yang dihasilkan bisa lanjut terus ke kondisi janin dan bayi yang sehat juga. Dan hal itu emang harus dicek minimal banget 73-75 hari sebelum hari H pernikahan, guys.
 
I see… terus yang ngecek siapa?
Well, pendampingan ini bakal dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tiga unsur yaitu kader KB, PKK dan bidan atau petugas kesehatan. Jadi, mereka-mereka ini nih yang bakal ngasih informasi, edukasi, dan konseling secara virtual atau tatap muka kepada calon pengantin yang akan melakukan pernikahan dalam waktu dekat.
 
Terus kalo ternyata kurang sehat?
Tenang aja guys, karena walaupun emang ditemukan ada kendala kesehatan bagi para CPP dan CPW tadi, namun aturan baru ini nggak akan jadi hambatan buat kamu-kamu yang lagi menyiapkan pernikahan. Jadi, calon pengantin wanita tetap masih boleh lanjut nikah meskipun mengidap anemia atau gizinya kurang. Nggak akan dilarang. Yang penting periksa, guys. Karena yang jadi syarat nikahnya tuh bukan hasil pemeriksaannya, tapi proses pemeriksaan.
 
OK…
Nah selain itu, BKKBN juga udah beralih serba digital guys, di mana hasil dari pemeriksaan pra-nikah tadi bakal bisa langsung diliat di aplikasi punyanya BKKBN, yaitu Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) yang udah bisa di-download di Playstore dan App Store lo.
 
Olrite. Anything else?
Nah jadi emang masalah stunting ini lagi jadi salah satu isu kesehatan serius di Indonesia, secara emang kasus stunting di tanah air ni banyak banget guys. Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan bahwa angka kasus stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen, artinya, 1 dari 4 anak di Indonesia mengalami stunting. Stunting sendiri adalah kondisi permasalahan gizi kronis karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama, hingga pertumbuhan anak jadi terhambat. Dan penyebabnya selain lingkungan adalah kurang gizi, hingga kurangnya nutrisi yang masuk ke ibu hamil. Saking seriusnya masalah ini, Pak Jokowi udah ngasih target nih ke jajarannya, supaya by 2024, angka stunting berkurang jadi dua periode aja, eh maksudnya jadi di 14% aja.

Who’s having a new rebranding?

Logo halal Indonesia.
 
Iya guys, jadi baru aja Sabtu kemarin nih, logo halal yang sering kamu liat di berbagai kemasan itu bakal berubah bentuk. Adapun perubahan logo ini adalah karena adanya perpindahan wewenang sertifikasi halal dari yang tadinya diurusin LPPOM MUI jadi ke ke BPJPH Kemenag. Terus menurut Sekretaris BPJPH Muhammad Arfi Hatim, label yang baru ini bakal berlaku secara nasional, sekaligus jadi tanda suatu produk udah terjamin kehalalannya. Terus, pencantuman label Halal Indonesia juga wajib dilakukan pada kemasan produk, bagian tertentu dari produk, dan/atau tempat tertentu pada produk. Dengan adanya logo halal baru ini, maka Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bilang bahwa logo halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini udah nggak akan berlaku lagi secara bertahap, karena wewenangnya udah beralih ke Kemenag.
 
FYI guys, baru aja di-launched, logo baru ini udah menuai kritikan karena dinilai terlalu Jawa-sentris dengan bentuknya yang kayak wayang. Pak Menag menjelaskan bahwa emang label baru ini secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai keindonesiaan, di mana bentuk dan coraknya emang menggunakan artefak-artefak budaya Indonesia, kayak Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit.

“Terkesan menjadi suka-suka, lain hakim lain hukuman. Seperti lain koki, lain rasa masakan.”

Huft, sedih juga ya guys. Gitu tuh curhatannya Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango pas ngomentarin soal putusan hukuman buat koruptor oleh pengadilan belakangan ini yang terkesan suka-suka. Pak Nawawi nyontohin, pada perkara mantan Menteri KKP Edhy Prabowo, doi udah divonis lima tahun penjara di tingkat pertama, tapi kemudian diperberat jadi sembilan tahun di tingkat kedua, dan eventually jadi empat tahun di tingkat ketiga aka kasasi. Selain di kasusnya Pak Edhy, pemangkasan hukuman juga terjadi di kasus korupsinya Jaksa Pinangki, di mana pada tingkat pertama doi dihukum 10 tahun penjara, eh tapi pas naik ke tingkat kedua, hukumannya malah dipotong jadi empat tahun penjara.
 
Yhaa gimana mau pada takut korupsi…

Announcement


Thanks to Gita, Middy, Nana, and Safira for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you are single, you know you can always be happy alone. Here’s how.