Wacana Ganti Gorden Rumah Dinas Anggota DPR RI

42

When DPR strikes again…

Now with the curtain drama. 
 
Tell me. 
OK. Jadi sejak awal minggu ini, masyarakat +62 lagi dibikin heboh sama wacana ganti gorden yang bakal dilakukan di rumah dinas para anggota DPR RI. Upon reading this, you’re probably like... yha ganti gorden aja, terus kenapa? Well, sebenernya kalo ganti gorden budget-nya 2 juta atau tiga juga sih gpp guys, masalahnya ni yang pada mo ganti gorden budget-nya mencapai 48,7 Miliar.
 
Ebuset.
Makanya. Nah jadi hal ini diketahui dari websitenya Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LSPE) DPR yang mencatat soal proyek pengadaan barang dan konstruksi. Nah diketahui bahwa proyek dengan kode tender 732087 itu dinamai Penggantian Gordyn dan Blind DPR RI Kalibata yang diusulkan sejak 8 Maret lalu. Di situ anggarannya tertulis Rp48.7 Miliar, buat ganti gorden di rumah dinas, dan Rp11 miliar untuk aspal baru di DPR Senayan. Jadi total-total mencapai Rp59 miliar for both.
 
Kenapa harus ganti sih?
Well, disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, DPR tuh udah dari tahun 2019 mau renovasi rumah dinas para anggotanya. Hanya saja, dana yang dialokasikan buat keperluan ini sama pemerintah lewat Kementerian Keuangan nggak pernah cukup, tahun ini baru cukup dan kesampaian buat ganti gordennya aja dulu. Adapun alasan Sekjen DPR mengadakan penggantian gorden di rumah dinas para anggota dewan adalah karena keluhan dari para anggota itu sendiri, yang mengeluhkan bahwa gorden di rumah mereka udah pada rusak. Bahkan ada yang nggak sama sekali memiliki gordennya. Terus, disebut juga kalau terakhir kali gordennya diganti tuh di tahun 2009 lalu, jadi yha udah belasan tahun lalu. So, it makes sense aja kalau mau diganti sekarang katanya.
 
Tapi harus sampai miliaran banget nih?
Yha soalnya rumah dinas yang bakalan diganti gordennya itu berjumlah sebanyak 505 rumah, guys (For context, saat ini jumlah anggota DPR RI ada 575 orang). Jadi kalo dirinciin tuh yha sekitar 80 jutaan lah satu rumahnya. Masing-masing rumah bakalan dapat 11 macam gorden buat di ruang tamu, ruang keluarga, kamar utama, dapur, kamar anak, plus kamar ART. Masih dari katanya Pak Indra, usulan penggantian gorden ini menerapkan azas kepentingan produksi dalam negeri. Meaning, gorden-gorden yang baru nanti bakalan 100% produk dalam negeri, guys.
 
Tapi emang wajar tuh anggaran segitu? 
Nah kalau kata Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR, Agung Budi Laksono, setiap perencanaan anggaran dan pengadaan barang-jasa di DPR RI tuh udah diliat dari aspek kewajaran nominalnya. Ganti gorden ini juga gitu.  Perhitungannya juga udah dilakukan secara matang, considering gorden ini nantinya bakalan jadi barang milik negara karena didapat dari beban APBN dan dilakukan secara lelang.
 
strong>I see. Terus terus?
Nah, abis bahas gorden, kita juga mau ngomongin soal penggantian aspal di Kompleks Gedung Kura-Kura DPR RI Senayan, yang dianggarkan sebesar Rp11 Miliar. Sama kayak ganti gorden, DPR juga punya alasan kenapa pengen ganti aspal kompleksnya. Yaitu, karena bakalan ada perhelatan Parliament 20 aka P20 yang merupakan bagian dari rangkaian G20 yang bakal digelar pada Oktober mendatang. Nah di momentum ini, akan ada 40 pimpinan parlemen dunia yang hadir jadi yha beres-beres dulu aja gitu. Biar bisa kasih impression yang bagus.
 
Got it. Did anyone say anything?
Nah ngeliat rencana DPR ini, banyak pihak yang jadi bertanya-tanya kayak, “Harus banget nih, Pak, Bu?” Satu di antaranya datang dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia aka Formappi. Sampai sekarang Formappi masih nggak bisa ngeliat nih di mana urgensinya gorden harus diganti dengan nominal sebesar itu. Apalagi ekonomi Indonesia sekarang masih belum pulih banget pasca pandemi. Jadi kesannya DPR tuh acuh banget sama masyarakat yang masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi, tapi DPR malah sibuk narsis glow-up diri sendiri. Kan yang buruk citra DPR juga. Katanya gitu.
 
Kalo dari anggota DPR-nya ada tanggapan ga?
Ada dong. Wakil Ketua DPR RI asal Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad bilang bahwa ya emang ada pengadaannya. Terkait gorden, pengadaannya emang atas usulan para anggota karena emang gordennya udah rusak, bahkan banyak yang ngga ada. Tapi kalo dalam hal teknis lain kayak besaran anggaran hingga spesifikasi barang, doi ngga ikut-ikutan. Begitu juga sama anggaran aspal tadi guys, di mana kita bakal menerima kunjungan dari 40 negara. Jadi yha harus bagus dongg gedungnya.
 
Anything else?
Considering dana yang dipakai ini pakai dananya APBN yang dikelola sama Kementerian Keuangan, sampai berita ini dikeluarkan, belum ada tanggapan dari pihak Kementerian Keuangan terkait dana Rp58 Miliar yang diusulkan DPR. Sejauh ini, dananya masih dalam tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, sama harga. Khusus buat gorden yang bakal dilangsungkan dengan lelang terbuka, udah ada 49 tender sampai nanti di tanggal 11 April baru bener-bener sah ditandatangani dan ditetapkan.