Wacana Covid Beralih Dari Pandemi Jadi Endemi, Fenomena “Penceramah Radikal” Pak Jokowi, Harga Pangan Dunia Mencapai Rekor Tertinggi, Jumlah Kematian Global Akibat COVID-19 Hampir 6 Juta Kasus

139

Hello

 

Happy International Women’s Day! It’s the day to celebrate you, women, and all of your achievements. Go start your business. Go ask for that promotion. Go leave that toxic relationship. Go fight for what you believe because as Eleanor Roosevelt once said: Well behaved women rarely make history. You got it, girl.

When you’ve been craving for some good news….

It’s here.
 
Whoaaa apatuuu??
Iya guys, wacana Covid yang nakal segera beralih dari pandemi jadi endemi is getting real and it’s getting much closer deh. The good news is, mulai minggu depan, kalau naik pesawat atau naik KA atau kapal laut udah nggak perlu menunjukkan bukti tes PCR atau antigen lagi, guys.
 
Asikkkk, so excited!
Iya kan. Hal ini disampaikan langsung sama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan kemarin banget nih, melalui siaran virtual terkait status PPKM di tanah air. Jadi keputusan ini diambil karena kasus Covid di Indonesia sekarang tuh udah getting better, terus juga penanganannya juga makin oke, ditambah kasus harian secara nasional yang udah makin turun dengan signifikan. Selain itu, kondisi penanganan kasus di rumah sakit juga sekarang tuh udah semakin kondusif, serta angka kematian yang jumlahnya terus melandai. Makanya pemerintah berani ambil kebijakan kayak gitu, guys.
 
Good to hear.
Yep. Terus soal PCR atau antigen ini, Opung Luhut sih bilangnya aturan ini bakalan dihapuskan for those yang udah vaksin sampai dosis kedua sama booster. Jadi, udah gass aja nggak perlu tes PCR atau antigen lagi buat pelaku perjalanan domestik. Terus, aturan ini kan bakalan mulainya minggu depan yah, dan bakalan segera legal dalam waktu dekat karena SE aka Surat Edarannya juga masih dalam proses.
 
Terus apalagi? We need more good news here…
Masih ada dongs. Karena kasus Covid-nya juga udah bagus nih, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat aka PPKM di Jabodetabek sama Surabaya Raya yang tadinya level 3, mulai kemarin udah diumumkan turun jadi level 2. Hal ini karena emang tingkat rawat inap di Jawa-Bali tuh udah menurun kecuali di Jogja. itu pun diperkirakan bakalan turun juga in a few days jadi yha masih aman lah.
 
I see….
Selain soal PCR, pemerintah juga mengatur bahwa buat kamu-kamu yang baru balik dari luar negeri, termasuk perjalanan umrah, karantinanya cukup satu hari doang. Yes, 24 hours only, berlaku mulai hari ini. Dikonfirmasi sama Menko Perekonomian Airlangga Hartanto, hal itu emang udah jadi arahannya Presiden Jokowi, guys.
 
So it’s getting real yes…
Yes. And speaking of umrah, buat kamu-kamu yang udah kangen ke tanah suci, berita baiknya juga masih berlanjut ni guys, di mana Arab Saudi udah menghapuskan aturan karantina dan bukti PCR negatif kalau jemaah mau masuk ke negaranya. Plus, kalau udah sampai di sana, kita nggak perlu social distancing lagi di masjid. Penggunaan masker juga udah nggak terlalu necessary kalau lagi jalan-jalan outdoor. Tapi di indoor sih masih harus, gengs.
 
Got it. Did anyone say anything?
Nah, merespon aturan terbaru di mana nggak perlu antigen dan PCR lagi kalau naik pesawat atau kapal laut atau KA, Jubirnya Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyebut bahwa pihaknya nggak akan mengubah aturan sebelum aturan yang diperbarui itu udah ada hitam di atas putihnya aka udah official. Sampai sekarang mereka masih referring to aturan lama yaitu SE Nomor 22 Tahun 2021 tentang Syarat Perjalanan Dalam Negeri, jadi Kemenhub juga masih nungguin update-an lebih lanjut.
 
I see. anything else?
Fyi akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman, Arif Imam Hidayat bilangnya kalau Indonesia mau ngubah stage ini Covid dari pandemi jadi endemi, yang paling penting tuh emang harus fokusin di protokol kesehatan, gengs. Dan gimana caranya biar angka Covid tuh bisa stabil, nggak naik atau turun, yha harus ada disiplin prokes sama vaksinasinya juga harus merata. Jadi tetep jangan lengah, guys.

When you’ve been hearing about “penceramah radikal”…

Here’s your full updates.
Yep, selain rame soal ayam geprek yang terbang ke Paris, negeri +62 juga lagi diramaikan oleh fenomena “penceramah radikal” yang di-mention Pak Jokowi beberapa waktu lalu. Hal ini kemudian bikin warga gempar, secara Ramadan bentar lagi kan, terus maksudnya apatu penceramah radikal? Jangan-jangan nanti mengkritik pemerintah dikit bakal dicap radikal?
 
Ok. How did we get here?
Jadi gini ceritanya gengs. Di awal bulan kemaren, Pak Jokowi tu memimpin rapat pimpinan TNI-Polri, di mana acara itu dihadiri oleh banyak tokoh politik kayak Ketua MPR RI Pak Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani, hingga para pimpinan dari TNI Polri. Nah dalam sambutannya, Pak Jokowi bilang kalau istri dan keluarga TNI-Polri tuh jangan sampai sembarangan ngundang penceramah. Karena kalau sampai sembarangan, yang ada bisa menimbulkan radikalisme di kalangan aparat negara. Beliau juga mengingatkan biar personel TNI Polri itu harus hati-hati deh sama radikalisme, terutama soal info-info gajels yang beredar ga jelas di grup-grup WhatsApp…
 
Terus…
Terus, Pak Jokowi juga menegaskan kepada para pimpinan TNI dan Polri untuk meningkatkan kedisiplinan akan hal-hal kecil, misalnya aja soal isu pindah ibu kota di grup-grup WhatsApp. Kan kebijakannya udah diputuskan yah sama pemerintah dan DPR RI, jadi para pimpinan TNI dan Polri juga harus hati-hati sama pembahasan begituan di grup tsb.
 
Lha pemilu 2024 juga udah diputuskan pemerintah dan disetujui DPR…
Ehehehe itu beda gengs. Anyway soal penceramah radikal tadi, statement-nya Pak Jokowi langsung dapet tanggapan berbagai pihak, di antaranya datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam keterangannya, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan meminta Pak Jokowi untuk nge-clear-in nih siapa yang dimaksudnya dengan penceramah radikal, jangan sampe malah bikin simpang siur.
 
Emang siapa si yang dimaksud?
Ya gatau, tapi sih Badan Nasional Penanggulangan Terorisme aka BNPT udah merilis ciri-ciri dari para penceramah radikal. Menurut Direktur Pencegahan BNPT Ahmad Nurwakhid, ciri-ciri penceramah radikal tuh salah satunya adalah anti-pemerintah. Pokoknya tiap ada kesempatan, mereka yang selalu hate speech mulu ke pemerintahan yang sah. Mereka yang kerjaannya nyebarin propaganda, fitnah, adu domba, terus mendukung khilafah. Nah mereka-mereka itu yang bisa disebut penceramah radikal, guys.
 
Terus terus?
Terus selain itu, kalau kamu dengar ceramah yang bawaannya selalu ngekafir-kafirin orang yang nggak sama kayak dia, mau itu dari segi paham atau agama, itulah yang dimaksud sama penceramah radikal. Pokoknya yang intoleran banget lah. Terus eksklusif banget gitu. Apalagi kalau isi ceramahnya tuh sampai mau menyesatkan atau menghilangkan sejarah bangsa kita, diganti sama pahamnya dia yang intoleran dan bawa-bawa SARA itu.
 
Red flag banget. Any words?
Nah menyikapi hal itu, Pak Nurwakhid bilang makanya kita semua tuh harus sama-sama waspada dan commit since day one mau memutus si rantai radikalisme ini. Dalam hal ini, Pak Nurwakhid setuju sama Pak Jokowi buat nggak sembarangan undang penceramah. TAPIII, don’t judge the book by its cover juga ya, guys. Karena penceramah radikal tuh bukan dari how he dresses but how he perceives things. Terus, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jend. Dedi Prasetyo bilangnya yang disampaikan Pak Jokowi tuh bisa jadi pedoman buat mitigasi biar radikalisme nggak semakin menyebar. Buat kebaikan bersama, katanya.
 
Got it. Anything else?
Belakangan ini, lagi beredar juga daftar yang diduga berisi nama-nama penceramah radikal. Ngga tanggung-tanggung guys, jumlahnya mencapai 180 orang, dan ada nama-nama terkenal juga di situ, kayak Abdul Somad (UAS) dan Felix Siauw.

When everything feels so expensive…

Iya guys, nyadar ga sih? Belakangan ini harga cabe naik, minyak naik, kedelai naik, daging sapi naik, gaji kamu ajatuu yang ga naik-naik…
 
NYADAR. Emang kenapa?
Nah ternyata, emang harga pangan dunia lagi mencapai rekor tertinggi ni pada Februari 2022, dengan kenaikan tahunan mencapai 20,7 persen. Hal ini diungkap oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) yang menyebut bahwa lonjakan harga dipicu oleh naiknya harga minyak nabati dan produk susu. Selain itu, faktor lain yang bikin harga pangan global ini naik juga adalah kondisi pertanian yang masih belum cukup memenuhi kebutuhan pangan global, dan masalah supply chain juga guys. 
 
I see…
Nah, selain faktor-faktor tadi, tentunya faktor invasi Rusia ke Ukraina juga turut berkontribusi. Yep, dengan adanya sanksi yang diberikan negara-negara barat kayak AS, EU, dan Inggris terhadap Rusia, maka harga barang jadi melambung tinggi karena banyak spekulan di negara lain yang menimbun barang. Hal ini juga bikin barang makin langka di pasaran, dan harganya juga jadi makin mahal.
 
Oh gitu…
Nah terus nih, faktor lainnya juga adalah permintaan yang melambung, namun pasokan yang tersendat guys. Misalnya, perubahan iklim yang terjadi di wilayah Amerika Selatan bikin produksi kedelai dan jagung yang mereka hasilkan jadi ngga sebanyak biasanya. At the same time, permintaannya naik terus. Gitu juga dengan supply daging sapi dari Australia dan Brasil yang terbatas, namun demand-nya ga berhenti. Alhasil, ya harganya naik terus.
 
Terus gimana dong 🙁
Nah ini juga yang sebenernya dikhawatirkan oleh FAO, karena ngga ada konflik Rusia-Ukraina aja, urusan supply chain pangan ini udah cukup tersendat karena pandemi. Ditambah lagi invasi Rusia yang kalo menurut International Fund for Agricultural Development (IFAD) sih, bisa sangat mempengaruhi food security seara global. Kata Presiden IFAD Gilbert F. Houngbo, beberapa supply pangan yang bakal terpengaruh oleh invasi ini adalah gandum, jagung, hingga minyak bunga matahari. Hal ini karena ternyata, Black Sea (aka laut yang terletak di wilayah Rusia dan Ukraina) itu mengekspor 12% dari seluruh total makanan yang ada di dunia.
 
What a time to be alive. Anything else?
Well, di Indonesia sendiri, kamu udah harus siap-siap berhemat ni guys, karena menurut Satgas Pangan Polri, ada kemungkinan harga pangan bakal naik terus menjelang Ramadan dan lebaran. Hal ini karena makin meningkatnya permintaan, padahal supply-nya lagi tersendat. Selain panganan impor yang diprediksi harganya bakal terus naik, komoditi musiman kayak cabe juga bisa naik guys, secara curah hujan sekarang tuh lagi tinggi, dan musim panen udah lewat.

What’s getting close to 6 mio?

COVID-19 deaths.
 
Iya ni guys, walaupun jumlah kasus dan kematiannya udah menurun drastis di banyak belahan dunia, namun kamu perlu tahu bahwa untuk sampai ke titik ini, udah banyak nyawa yang meninggal. Yep, per kemarin, data dari Johns Hopkins University menyebutkan bahwa sejauh ini, jumlah kematian global di seluruh dunia akibat COVID-19 udah hampir mencapai 6 juta kasus, atau tepatnya, 5.999.158 kasus.
 
Adapun beberapa daerah yang saat ini tengah mengalami kenaikan kasus adalah Kepulauan Pasifik dan Hong Kong. Terus, angka kematian juga masih tinggi di Polandia, Hungaria, Romania, dan negara-negara Eropa timur lainnya, serta diprediksi bahwa angkanya juga bakal naik terus ni gengs, seiring dengan meningkatnya jumlah pengungsi yang datang dari Ukraina ke negara-negara tersebut.
 
Selanjutnya, menurut data dari Asia Pacific Immunization Coalition, angka kematian yang terjadi paling tinggi terjadi pada orang-orang yang belum divaksin dan mereka yang belum divaksin dan punya comorbid. Makanya, vaksin ini jadi penting banget gengs. Finally, kamu harus tahu juga bahwa sejak pandemi ini berlangsung, dibutuhkan tujuh bulan untuk mencapai satu juta korban kematian pertama. Terus empat bulan untuk mencapai 1 juta kematian kedua, setelah itu setiap tiga bulan, angka satu juta terus-terusan tercapai hingga Oktober tahun lalu. Terus sebentar lagi, angka 6 juta kematian diprediksi akan segera tercapai.
 
Stay safe, everyone…

“Let them fly on something else, like their brooms, or whatever.”

Hiks, gitu guys kata kepala NASA-nya Rusia, Dmitry Rogozin pas ngumumin bahwa perusahaannya, namanya Roscosmos udah ngga akan lagi mengirimkan mesin roket luar angkasa ke Amerika Serikat. Dalam keterangannya minggu lalu, Rogozin bilang bahwa dengan sikon seperti saat ini, mereka ga akan mengirimkan mesin roket dulu ke AS, jadi yaudah lu terbang pake sapu aja dulu, katanya.
 
Now singing: I believe I can fly….

Announcement


Thanks to Aku, Faizah, and Marha for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Our IWD talk tonight on making it as a woman in business, and in corporate ladder.