Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Tahun Ini

90

When you’ve been planning to Mudik this year…

Go, bestie.
 
Whoaaa for real? 
Iya, Presiden Jokowi udah ngizininguys. Tapi ada syaratnya sih, which is tetap taat prokes, terus udah vaksin dua kali Plus vaksin lanjutan aka booster.
 
Tell me more. 
Ok. Jadi, kayak yang udah kita bahas kemarin-kemarin, kondisi Covid di Indonesia sekarang tuh udah menunjukkan tren penurunan kasus. Bahkan kemarin, Pak Jokowi juga nge-claim kalau Indonesia adalah negara yang berhasil menangani Pandemi Covid-19. Terus, momen ini juga kan pas banget nih barengan sama momen menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
 
Terus…
Nah terus… kabar gembira buat kamu-kamu yang selama dua tahun kemarin karena mudik masih dilarang, maka tahun ini, kamu udah bisa cusss pulkam!
 
Can’t wait to be asked “Pacarnya siapa sekarang?” by my relatives…
Same. Nah tapi tetep guys, kalo kamu mudik, ada syaratnya. Adapun syarat yang dimaksud adalah tetap taat prokes, dan buat kamu-kamu yang mau mudik ke kampung halaman, wajib udah harus vaksin lengkap sampai vaksin lanjutan aka booster. Nah terus, disampaikan oleh Wakil Presiden Kyai Ma’ruf Amin, PCR atau antigen buat melakukan perjalanan tuh udah nggak dibutuhkan lagi, guys. Gantinya yha booster ini. Terus, Kyai Ma’ruf juga bilang sekarang tuh masyarakat udah bisa aktivitas normal lagi kayak biasa, termasuk urusan ibadah.
 
Urusan ibadah kenapa?
Udah boleh tuh kumpul-kumpul, kayak Tarawih di masjid, misalnya. Udah ada Fatwa MUI-nya juga guys soal itu, jadi yang penting tetap jaga prokes aja. Eh tapi, kalau kamu ASN aka Aparatur Sipil Negara aka PNS, kamu dan temen-temen kamu sesama ASN tetap nggak boleh ngadain bukber alias buka puasa bersama selama Ramadan besok. Gitu juga waktu lebaran, kamu nggak boleh ngadain open house.
 
Got it. Balik ke mudik, kelanjutannya gimana? 
Nah dari arahan Pak Presiden itu, maka Kementerian Perhubungan bakal langsung menindaklanjuti aturannya buat segera diputuskan teknisnya mau gimana. Terkait hal ini, Jubir Kemenhub Adita Irawati, dalam keterangan tertulisnya bilang bahwa Kemenhub bakalan koordinasi sama pemangku kepentingan lain kayak Satgas Covid, kementerian dan Lembaga lain, dan unsur-unsur yang lain juga terkait aturan baru ini as soon as possible katanya.
 
Ok…
Selanjutnya masih dari keterangannya Mbak Adita, Kemenhub bakalan kerjasama dan koordinasi bareng Polri juga guys, buat melakukan pengawasan syarat perjalanan sama penerapan prokes ntar pas orang-orang udah jalan mudik. Data dari survei yang di-conduct sama Balitbang-nya Kemenhub menunjukkan kalau tahun ini, sebanyak 80 juta orang bakalan melakukan mudik lebaran besok. Angka 80 juta ini terhitung kalau syarat perjalanan dalam negeri aka domestic cuman vaksin dan nggak perlu Antigen/PCR lagi.
 
Kemenkes ada komentar nggak? 
Nah kalau dari Kementerian Kesehatan sendiri, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi bilangnya pihak mereka tetap bakalan pakai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat aka PPKM buat ngeliat perkembangan sikonnya gimana di masa Ramadan dan lebaran ini, baik itu di tingkat nasional, provinsi, sampai Kabupaten/kota. Terus, PPKM ini juga bakalan digunakan buat ngeliat laju penularan virus di lapangan kayak gimana. In that sense, PPKM ini jadi tools penting buat pengetetan atau pembatasan kegiatan masyarakat.
 
Got it. Anything else I should know? 
FYI guys, urusan vaksin ini kita patut berbangga dengan kemajuan penyaluran vaksin kita yang super positif. Kemarin Pak Menkes Budi Gunadi Sadikin bilang bahwa Indonesia saat ini menduduki peringkat keempat tertinggi dunia terkait capaian vaksinasi Covid-19. Beliau menyebut bahwa kita cuma berada di bawah China, India, dan Amerika dengan capaian total vaksinasi mencapai 367 juta dosis.