Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik Tahun Ini, Pajak Makan di Restoran Naik Jadi 11%, Peraturan Sekolah Untuk Anak Perempuan Kelas 6 Keatas Oleh Pemerintah Taliban, Hillary Clinton Positif Covid-19

62

Good morning!

Rise and shine, everyone! Pheww it’s that time of the month again where gajian feels so close yet so far. Hang in there, because tanggal 25 is just tomorrow! Now, let’s get your mind off gajian-gajian-gajian by catching up! with some updates from all over the world. Let’s go!

When you’ve been planning to Mudik this year…

Go, bestie.
 
Whoaaa for real? 
Iya, Presiden Jokowi udah ngizininguys. Tapi ada syaratnya sih, which is tetap taat prokes, terus udah vaksin dua kali Plus vaksin lanjutan aka booster.
 
Tell me more. 
Ok. Jadi, kayak yang udah kita bahas kemarin-kemarin, kondisi Covid di Indonesia sekarang tuh udah menunjukkan tren penurunan kasus. Bahkan kemarin, Pak Jokowi juga nge-claim kalau Indonesia adalah negara yang berhasil menangani Pandemi Covid-19. Terus, momen ini juga kan pas banget nih barengan sama momen menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
 
Terus…
Nah terus… kabar gembira buat kamu-kamu yang selama dua tahun kemarin karena mudik masih dilarang, maka tahun ini, kamu udah bisa cusss pulkam!
 
Can’t wait to be asked “Pacarnya siapa sekarang?” by my relatives…
Same. Nah tapi tetep guys, kalo kamu mudik, ada syaratnya. Adapun syarat yang dimaksud adalah tetap taat prokes, dan buat kamu-kamu yang mau mudik ke kampung halaman, wajib udah harus vaksin lengkap sampai vaksin lanjutan aka booster. Nah terus, disampaikan oleh Wakil Presiden Kyai Ma’ruf Amin, PCR atau antigen buat melakukan perjalanan tuh udah nggak dibutuhkan lagi, guys. Gantinya yha booster ini. Terus, Kyai Ma’ruf juga bilang sekarang tuh masyarakat udah bisa aktivitas normal lagi kayak biasa, termasuk urusan ibadah.
 
Urusan ibadah kenapa?
Udah boleh tuh kumpul-kumpul, kayak Tarawih di masjid, misalnya. Udah ada Fatwa MUI-nya juga guys soal itu, jadi yang penting tetap jaga prokes aja. Eh tapi, kalau kamu ASN aka Aparatur Sipil Negara aka PNS, kamu dan temen-temen kamu sesama ASN tetap nggak boleh ngadain bukber alias buka puasa bersama selama Ramadan besok. Gitu juga waktu lebaran, kamu nggak boleh ngadain open house.
 
Got it. Balik ke mudik, kelanjutannya gimana? 
Nah dari arahan Pak Presiden itu, maka Kementerian Perhubungan bakal langsung menindaklanjuti aturannya buat segera diputuskan teknisnya mau gimana. Terkait hal ini, Jubir Kemenhub Adita Irawati, dalam keterangan tertulisnya bilang bahwa Kemenhub bakalan koordinasi sama pemangku kepentingan lain kayak Satgas Covid, kementerian dan Lembaga lain, dan unsur-unsur yang lain juga terkait aturan baru ini as soon as possible katanya.
 
Ok…
Selanjutnya masih dari keterangannya Mbak Adita, Kemenhub bakalan kerjasama dan koordinasi bareng Polri juga guys, buat melakukan pengawasan syarat perjalanan sama penerapan prokes ntar pas orang-orang udah jalan mudik. Data dari survei yang di-conduct sama Balitbang-nya Kemenhub menunjukkan kalau tahun ini, sebanyak 80 juta orang bakalan melakukan mudik lebaran besok. Angka 80 juta ini terhitung kalau syarat perjalanan dalam negeri aka domestic cuman vaksin dan nggak perlu Antigen/PCR lagi.
 
Kemenkes ada komentar nggak? 
Nah kalau dari Kementerian Kesehatan sendiri, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi bilangnya pihak mereka tetap bakalan pakai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat aka PPKM buat ngeliat perkembangan sikonnya gimana di masa Ramadan dan lebaran ini, baik itu di tingkat nasional, provinsi, sampai Kabupaten/kota. Terus, PPKM ini juga bakalan digunakan buat ngeliat laju penularan virus di lapangan kayak gimana. In that sense, PPKM ini jadi tools penting buat pengetetan atau pembatasan kegiatan masyarakat.
 
Got it. Anything else I should know? 
FYI guys, urusan vaksin ini kita patut berbangga dengan kemajuan penyaluran vaksin kita yang super positif. Kemarin Pak Menkes Budi Gunadi Sadikin bilang bahwa Indonesia saat ini menduduki peringkat keempat tertinggi dunia terkait capaian vaksinasi Covid-19. Beliau menyebut bahwa kita cuma berada di bawah China, India, dan Amerika dengan capaian total vaksinasi mencapai 367 juta dosis.

When your bills start to increase….

Karena pajak naik.
 
What?? 
Yoi guys, jadi mulai bulan depan, pajak-pajak yang selalu dikenain ke kita kalau lagi makan di restoran, atau ngopi-ngopi cantik di coffee shop hits bakalan naik dari yang sebelumnya 10%, jadi 11%.
 
Wow, tell me. 
Sure. Jadi, yang kita tahu selama ini ikan kalau Pajak Pertambahan Nilai aka PPn yang dikenakan ke kita waktu lagi makan atau ngopi tuh sebesar 10% kan, yang mana bakal diitung ke penyerahan dalam negeri. PPn 10% ini juga diatur dalam UUD Nomor 42 Tahun 2009, pasal 7. Nah sekarang, Kementerian Keuangan sadar nih kalo negara kita butuh yang namanya fondasi perpajakan yang adil dan kuat, dan yang bisa jadi tulang punggung negara yang baik.
 
Terus terus… 
Terkait hal ini, Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani juga bilang kalau ekonomi Indonesia tuh perlu dibikin lebih kuat dalam jangka panjang. Hal ini karena emang spending kita juga makin gede, belum lagi kalau ngomongin pemulihan ekonomi pasca pandemi, misalnya, diperlukan anggaran buat insentif buat pelaku UMKM yang terdampak pandemi, terus juga buat Program Pemulihan Ekonomi Nasional aka PEN. Makanya pajak pertambahan nilai juga harus ikutan dinaikin dari 10 persen jadi 11 %. Terus di tahun 2025 rencananya naik lagi jadi 12%. Jadinya masyarakat tetap bisa terbantu, negara tetap bisa ada pemasukan. Ini yang Bu Ani bilang konsep keadilan, guys.
 
Naik semua dong bill kita? 
Well, nggak semua sih guys. Sama kayak sebelumnya, transaksi yang dikenakan PPn tuh ada makanan dan minuman, terus barang-barang lain yang dibeli di supermarket, kayak sepatu, baju, dan groceries lainnya, terus motor, mobil, hotel, entertainment, dll. Tapi ada juga yang masih bebas pajak kayak kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, yang semuanya ini nggak akan dikenakan biaya pajak samsek.
 
I see…. 
Nah, lebih lanjut, Bu Ani juga menjelaskan bahwa pajak yang kamu bayar tuh ujung-ujungnya juga balik ke rakyat guys, salah satunya dalam bentuk subsidi. Jadi kayak LPG, kendaraan, hingga jalan tol, itu semua disokong oleh subsidi. Karenanya Bu Ani bilang, bahwa subsidi itu jadi elemen pajak yang baik buat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Beliau juga menyebut bahwa PPn kita juga sebenernya masih lebih rendah guys dibandingkan dengan banyak negara lain.
 
Tapi harga barang sekarang lagi mahal, Bu 🙁 
Nah iya. Ini yang akhirnya jadi pro dan kontra kenapa di negara kita pajaknya malah naik, padahal dunia lagi krisis. Kalau di negara lain, mereka justru memilih untuk menurunkan nilai PPn-nya buat ngeredam harga dan supaya ekonomi terus bergerak. Apalagi di masa krisis kayak gini, di mana harga pangan pada naik gara-gara konflik Ukraina-Russia. Hal ini yang bikin Korea Selatan jadi memperpanjang potongan pajak BBM mereka sebanyak 20% at least sampai Juli nanti. Terus, di Filipina juga udah menganggarkan 2,5 Milyar Peso buat subsidi BBM ke berbagai angkutan umum di sana. Dan masih banyak negara lainnya termasuk di Eropa.
 
Got it. Did anyone say anything?
 Ada. Itu tadi. beberapa ekonom menyayangkan keputusan pemerintah buat menaikkan tarif PPn ini, guys, karena yha kita kan masih dalam masa pemulihan ekonomi pasca pandemi. Menurut Ekonom CORE, Piter Abdullah kenaikan PPn ini baiknya ditunda aja sampai paling cepat tahun depan. Karena rawan banget kalau naikin pajak di tengah masa pemulihan tuh, yang ada ntar malah inflasi, terus daya beli masyarakat jadi turun, dan pemulihan ekonomi jadi stuck deh.
 
Makes sense. Is there anyone on the pro side?
Ada juga.. Kalangan pengusaha dari Kamar Dagang Indonesia aka Kadin mendukung rencana kenaikan PPn ini, guys. Disampaikan oleh Ketua Umum Kadin, Arsjad Rasyid, kalau pajak naik berarti bisa meningkatkan penerimaan negara. Nah kalau penerimaan negara naik, berarti APBN yang sempat defisit tuh bisa ditekan lagi semaksimal mungkin yang sebanyak 3% di tahun depan, tahun 2023. Tapi, Bang Arsyad juga bilang kalau pengusaha-pengusaha jangan deh naikin harga barang kalau PPN udah naik, apalagi yang dinaikin bahan pokok.
 
Yes, please. Anything else I should know? 
Btw sekarang kan udah akhir bulan yah, which means udah menghitung hari nih ke tanggal 1 April di mana aturan kenaikan PPn nya official dijalankan. Nah tapi, sampai sekarang, dikonfirmasi sama Humasnya DJP Kemenkeu, aturan turunan dan segala detail terkait rencana ini tuh belum adaguys. Alias masih dalam proses. Tapi kalau balik lagi ke katanya Bu Ani, rencana ini udah fix dan bakal tetap berjalan tanpa ada penundaan.
 
Just wait and see….

Now, we’re about to read a sad story 🙁

About girls in Afghanistan.
Yang kamu bayangin yah, setelah sekolah ditutup selama tujuh bulan ke belakang, pemerintah Taliban di Afghanistan udah ngumumin bahwa sekolah bakal dibuka lagi buat para siswa pada Rabu kemarin. Terus anak-anak cewek kelas enam udah pada semangat sekolah, excited, hepi, only to find out that... mereka ga boleh sekolah.
 
EH?
Iya. Hal ini diumumin sama pemerintahan Taliban cuma beberapa jam setelah sekolah dibuka dan cuma berlaku untuk anak-anak perempuan kelas enam ke atas. Jadi dalam keterangan resmi dari Kementerian Pendidikan Taliban, anak-anak cewek grade 6 and higher tadi bakal gaboleh sekolah dulu sampe ada aturan soal cewek sekolah yang sesuai dengan syariat Islam.
 
Sedih banget 🙁
Iya, makanya seiring dengan keputusan ini, banyak beredar juga video-video anak-anak perempuan yang nangis pas tahu mereka gabisa sekolah. FYI guys, dengan aturan ini, maka semua anak perempuan di tingkat sekolah menengah udah ga mungkin bisa sekolah. Yang mereka bisa lakukan adalah nunggu sampe aturannya ada.
 
Tapi penyebabnya apa si?
Well, pihak Menteri Pendidikan Taliban sih ga ngomong apa penyebab spesifiknya, namun mereka mengakui bahwa mereka mengalami kekurangan guru, seiring dengan banyaknya warga yang meninggalkan Afghanistan untuk jadi pengungsi di negara lain. Terus perwakilan Taliban namanya Waheedullah Hashmi bilang bahwa, “Ya kita juga baru diinfoin nih sama para bos di atas bahwa sekolah-sekolah bakal tutup dulu buat anak-anak cewek kelas 6 ke atas, tapi kan kita ga bilang tutup selamanya.”
 
…..
Yhaa gitulah guys. Langkah ini kemudian menuai kritikan dari banyak pihak karena Taliban dinilai ngga konsisten dengan janjinya di awal pemerintahan yang bilang bahwa mereka bakal memberikan akses pendidikan pada perempuan. Hal ini juga bikin banyak pihak khawatir, secara emansipasi perempuan di Afghanistan itu kerap jadi isu yang disorot berbagai lembaga internasional. Ini juga yang jadi alasan kenapa banyak lembaga maupun negara yang menahan dana maupun donor bagi Afghanistan. They’re like, “Lu hargai dulu hak perempuan baru w salurkan ni duitnya…”
 
Tapi engga?
Ya engga. Padahal poverty di Afghanistan itu parah banget, sampe lebih dari 50% warganya tergantung pada bantuan donor internasional. Now that the donors are on hold, Afghanistan di bawah Taliban mengalami krisis ekonomi akut, bahkan dibilang near collapse.
 
Got it. Anything else?
Sebenernya guys, walaupun pada bisa sekolah, cewek-cewek di Afghanistan dilema juga, secara opsi kerjaan mereka terbaaaatas banget. Jadi di bawah rezim Taliban sebelumnya, cewek cuma boleh jadi dokter aja, itu juga cuma buat pasien-pasien yang perempuan. Terus sejak AS cabs, para perempuan juga udah diperintah untuk meninggalkan pekerjaannya, misalnya kayak di kantor pemerintahan di Kabul di mana satu-satunya kerjaan yang boleh cewek lakukan adalah bersihin kamar mandi cewek aja.

When your trip is cancelled due to Covid-19…

You’re not alone.
Karena Bu Hillary Clinton juga, guys. Yep, mantan ibu negara yang juga mantan Menlu Amerika Serikat ini kemarin baru aja dinyatakan positif Covid-19. Hal ini kemudian menambah daftar mantan pejabat Amerika Serikat yang terinfeksi Covid-19, setelah sebelumnya di minggu lalu Mantan Presiden AS Barack Obama juga ngumumin bahwa doi tertular virus tersebut.
 
Dari keterangan di akun Twitternya, Madam Hillary bilang kalau dia punya some mild cold symptoms tapi yha baik-baik aja, Sementara suaminya, Bill Clinton, dinyatakan negatif. Terus, di Twitter itu dia juga bilang bahwa dia bersyukur banget nih, karena bisa dapat protection sehingga penyakitnya nggak serius karena udah divaksin. “Makanya cuss vaksin gih, booster kalau belum,” katanya gitu, guys.
 
FYI, padahal sebelumnya beliau udah dijadwalkan untuk ikut trip bareng Presiden Joe Biden ke Eropa, specifically ke Brussels dan Warsawa. Tapi ya itu, hasil PCR nya keluar beberapa jam sebelum berangkat dan dia positif Covid, jadinya Bu Hillary jadi batal deh ikutan Euro Trip.

“Saya fokus kerja saja.”

 
Gitu guys kata Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP Mbak Puan Maharani pas diminta komen soal elektabilitas doi yang rendah guys. Padahal 2024 bentar lagi. Kata Mbak Puan, dia ngga pernah deh liat hasil survei, dan mau fokus kerja aja karena yang terpenting adalah berkontribusi dan bermanfaat untuk bangsa.
 
When you try to avoid drama at work…

Announcement


Thanks to Silmy for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Do you want to make your life easier? Try these tech hacks.