Tidak Ada Negara Yang Memiliki Kualitas Udara Sesuai Standar WHO

77

What’s getting worse and worse?

Global air quality.
Iya ni guys, another concerning report kembali muncul, dan kali ini terkait kualitas udara yang kita hirup. Jadi menurut laporan yang dikeluarkan kemarin banget oleh perusahaan yang memonitor kualitas udara asal Swiss, namanya IQAir, nggak ada satu negara pun di dunia ini yang memiliki kualitas udara yang sesuai dengan standar World Health Organization (WHO).
 
Hiiiii
Jadi dalam reportnya itu guys, disebutkan bahwa kondisi ini makin parah setelah ekonomi kian berkembang pasca berbagai aturan pembatasan akibat Covid-19 dilonggarkan. Adapun lokasi surveinya dilakukan di 6.745 kota di 118 negara.
 
Cara ngukurnya gimana emang?
Caranya adalah dengan melakukan pengukuran partikel udara PM 2,5 dan dipantau langsung dari permukaan tanah. Waktu pengukurannya juga real time, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat kayak individu secara pribadi, orang-orang di lembaga pendidikan, NGO, dan pemerintah. Terus, dalam pengukurannya, WHO tuh ada standar, di mana partikel udaranya nggak boleh lebih dari 5 mikrogram per meter kubik. Di mana kalau udah lebih dari 5 mikrogram, berarti kualitas udaranya nggak memenuhi standar WHO aka nggak bagus kualitas udaranya….
 
Terus terus…
Nah setelah dilakukan pengukuran, ternyata dari ribuan kota di ratusan negara, cuma 3,4 persen kota yang memenuhi standarnya WHO. Bahkan nih, ada 93 kota yang PM 2,5 nya sampai 10 kali lipat dari standar yang udah ditetapkan. Adapun New Delhi disebutkan sebagai ibukota negara paling tercemar di dunia, terus kalau diliat lagi lebih luas per negara, Bangladesh yang jadi negara paling tercemar di dunia, in terms of kualitas udara. Terus, kalo buat Indonesia, PM 2,5-nya Indonesia tuh ada di angka 6,9 dan menempati posisi ke-17 paling tercemar, out of 118 negara.
 
I see. Anything else?
Makanya dari data yang udah ada ini, pihak-pihak terkait tuh lagi coba buat ngajak, sekalian mengedukasi berbagai unsur masyarakat mulai dari pemerintah, akademisi, peneliti, NGO, hingga beberapa sektor lainnya buat sama-sama meningkatkan kualitas udara dan mewujudkan kota yang lebih sehat.