Rusia – Ukraina Updates 9 Maret 2022, Indonesia Resmi Mencapai Target Herd Immunity COVID-19, Bergejala Ringan Namun Efek Virus Covid ke Otak Berkelanjutan, Angelina Jolie Mendarat di Yaman

64

Good morning

 

Hi, it’s Wednesday, and as always, today we got some podcast. Yep, if you’re more like an audio person, then this is for you. Now, before we scroll down, let’s take a moment to be thankful. For another peaceful day, for the good coffee, for your loved ones, for your job, or your school. Because, if we learn anything from the war, is that: We can never take anything for granted. Have a good one.

Here’s your 360° updates on Russia invasion to Ukraine

Catch Me Up!

In case you’re wondering, kita udah memasuki day 14 dari serangan Rusia ke Ukraina. Kondisi di sana udah banyak berubah guys, misalnya Ukraina yang makin mencekam karena Rusia bertubi-tubi menyerang mereka, dan Rusia yang juga… bisa dibilang lumayan pusing nih, karena banyaknya sanksi internasional yang dijatuhkan pada negaranya. Nah, biar ga usah nge-browsing satu-satu, yuk cek semua update-nya soal Rusia-Ukraina di sini!

  • Kemarin, Pemerintah Rusia baru aja mengeluarkan list atas negara-negara yang ngga temenan dulu, aka ‘unfriendly countries’ yang memuat nama-nama negara yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia. Adapun negara-negara yang termasuk di dalamnya ada Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya kayak Inggris, dan negara-negara EU, Kanada, Korea Selatan, New Zealand sampai Singapura. Indonesia sendiri yang emang negara non blok nggak termasuk dalam daftar ini, gengs. Terus dengan masuk ke list “unfriendly” ini, maka seluruh hubungan bisnis maupun individu yang dimiliki Rusia dengan negara-negara tadi harus di-acc melalui pemerintah dulu.
  • Kemarin, World Health Organization aka WHO baru aja menyampaikan bahwa serangan Rusia terhadap fasilitas kesehatan kayak rumah sakit dan ambulans di Ukraina telah meningkat secara pesat. Hal ini tentunya bahaya banget guys, karena bisa menyebabkan habisnya supply alat-alat dan akses kesehatan buat warga di sana. WHO juga mengkonfirmasi bahwa per Senin kemarin, udah ada sembilan orang meninggal dari total 16 serangan ke fasilitas kesehatan sejak invasi Rusia berlangsung.
  • Now everybody’s eyes are on China… yang merupakan sahabat sejatinya Rusia nih. Jadi dalam meeting-nya sama Presiden Prancis Emmanuel Macron dan kanselir Jerman Olaf Scholz minggu lalu, Presiden China Xi Jinping bilang bahwa dunia internasional harus mendukung upaya perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Doi hati-hati banget ni guys dalam nanggepin isu Rusia ini. Di mana so far, Presiden Xi belum mengecam serangan Rusia ke Ukraina, dan nggak menyebut serangan itu sebagai “invasi”.
  • Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri Ukraina menyebutkan bahwa tentaranya telah berhasil membunuh 12ribu tentara Rusia. Jumlah ini ditambah dengan dihancurkannya 48 pesawat udara, 303 tank, 80 helikopter, dan lebih dari 1.000 kendaraan bersenjata. Nah tapi, Rusianya bilang bahwa korban meninggal dari pihaknya adalah 498 orang, dan lebih dari 1.500 orang yang terluka, Nah gabisa di-confirm juga ni guys, angka yang benerannya yang mana.
  • Sampai sekarang, Rusia masih sibuk nge-attack kota-kota lain di Ukraina. Terus kemarin, mereka baru aja nyerang sebuah pabrik roti di bagian utaranya negara itu dan membunuh 13 warga lokal. Hal ini bikin warga Ukraina semakin berupaya untuk kabur dari negaranya, dan data dari UN menyebut kalau sejauh ini, udah ada dua juta orang yang kabur meninggalkan Ukraina.
  • Masih ingat sama pembahasan kita kemarin yang ngomongin harga pangan yang naik karena konflik dua negara ini? Well, berangkat dari situ, Jerman bakal ngadain pertemuan virtual buat negara-negara G7 lainnya dan membahas lebih lanjut strategi apa yang harus dipakai biar harga pangan nggak makin melonjak dan gimana caranya pasar global tuh jadi stabil lagi.
  • Mulai kemarin, Rusia udah mulai membuka “koridor kemanusiaan”, di mana warga Ukraina bisa mengevakuasi dirinya dari Kyiv ke daerah-daerah lainnya di Ukraina. Adapun rute evakuasinya juga akan dibangun di kota-kota lain kayak Chenihiv, Sumy, Kharkiv and Mariupol, dan Interfax. Rusia sendiri udah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengadakan gencatan senjata pada pukul 10 pagi waktu Moscow, yang bersamaan dengan dibukanya koridor ini.
  • Perusahaan brand kosmetik dan skincare Estee Lauder yang basisnya ada di New York dari kemarin mulai nge-freeze semua kegiatan komersil mereka di Rusia, termasuk product shipping ke negara itu juga dihentikan. Yha apalagi kalau bukan sanksi yang dikasih ke Rusia karena invasinya ke Ukraina itu.

When there’s another good news from Indonesia…

On herd immunity.
 
Hi y’all! Can we got a round of applause for us, you, the (hard-working and non-corrupt) government? Because baru aja kemarin, kita udah resmi, sah, dibayar tunai, mencapai target herd immunity! Yeay!
 
Yeay! Tell me more!
OK. Jadi menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kemarin, disebutkan bahwa di Indonesia ni udah terbentuk herd immunity against COVID-19. Nah, pencapaian ini juga yang bikin pemerintah kita akhirnya memutuskan untuk melonggarkan secara perlahan dan bertahap berbagai pembatasan buat masyarakat.
 
What is herd immunity again?
Well, to refreshen you up, jadi herd immunity ini adalah kondisi di mana banyak orang di dalam satu populasi tuh udah punya kekebalan terhadap suatu penyakit, dan penyakit yang kita bahas adalah ngga lain ga bukan, corona aka COVID-19. Nah, kalau kamu belum vaksin, atau belum pernah kena, maka akan mudah banget buat kamu untuk tertular penyakitnya, terus nularin ke orang. Nah namun sekarang, setelah lebih dari dua tahun kita bergulat dengan wabah ini, akhirnya penyebaran virusnya udah bisa mulai terkontrol guys, bahkan at the end of the day, penyebarannya bisa ke-stop secara efektif.
 
Kok bisa?
Karena si herd immunity tadi. Jadi kalo mayoritas orang di satu populasi itu udah divaksin, maka kan kemungkinan penularannya rendah tuh. Eh terus ditambah lagi dengan orang-orang yang udah pernah terinfeksi juga tubuhnya jadi ada antibodi alami, yang bikin mereka juga to some degree jadi kebal dari virus ini selama beberapa waktu ke depan. Nah dengan paduan dari kedua faktor ini, maka tempat buat si virus menyebar juga makin terbatas dong, karena, “Ah, mau menular ke orang ini, tapi doi udah vaksin, susah masuk. Mau ke orang yang itu, doi udah pernah kena. Ada antibodinya juga.” Maka makin lama, penularannya akan makin sedikit, dan inilah yang dimaksud dengan herd immunity.
 
Nice... dan kita udah mencapai itu?
Yes, udah. Jadi sebelumnya kan udah pernah di-sounding tuh sama WHO kalau negara-negara mau mencapai herd immunity, harus ada minimal 70-90% orang yang udah divaksin. Nah, saat ini, jumlah orang yang udah divaksin sampai dosis kedua di Indonesia udah mencapai 71.23 persen out of target pemerintah 208 juta orang. Sementara, per kemarin, udah ada lebih dari lima juta orang yang sembuh dari COVID-19 ini. Makanya Kemenkes melalui Jubirnya Bu Siti Nadia Tarmidzi pede bahwa Indonesia nih udah membentuk herd immunity.
 
Terus, what’s next?
Kata Bu Nadia, semingguan pertama di Maret ini kasus COVID-19 kita udah menunjukkan trend yang positif. Jadi sebenernya tinggal sekarang gimana masyarakat bisa disiplin aja sama prokes, guys. Pakai masker? Masih harus. Cuci tangan? Jangan ketinggalan. Jaga jarak? Masih wajib. In the meantime, pemerintah juga lagi terus ningkatin strategi buat 3T aka Testing, Tracing, sama Treatment biar upaya penanggulangannya makin hari makin membaik. Selain itu, pemerintah juga masih berusaha gimana caranya kondisi penanganan covid-19 di rumah sakit juga makin hari makin kondusif, serta menggalakkan sosialisasi vaksin kedua plus booster biar makin hari makin banyak orang yang divaksin.
 
I see. Did anyone say anything?
Yep. Ada Iris Rengganis, Ketua Pengurus Perhimpunan Alergi Imunologi yang menyebut bahwa vaksinasi 70% tuh nggak cukup guys kalau mau herd immunity. Kenapa bisa bilang gitu? Karena kemarin aja vaksinasinya udah mau mencapai 70%, masih banyak juga yang ketularan virusnya. Jadi 70% is not enough. Kalau bisa tuh 80 sampai 90% deh kata Mbak Iris. Terus, selain vaksin, makanan yang kita konsumsi tuh berpengaruh banget buat sistem kekebalan imun kita, jadi tetep harus jaga makanan guys.
 
Noted. Anything else I should know?
FYI, untuk bisa mengalihkan kondisi pandemi ke endemi, sebenernya gabisa ujug-ujug gitu guys. Ada kriteria tersendiri yang harus bisa menunjukkan kalau Covid ini udah terkendali. Adapun diantaranya adalah angka kasusnya yang rendah, nggak lebih dari 10 kasus per 100 ribu per hari. Terus positivity rate-nya juga nggak lebih dari 1 persen, sama yha itu tadi, herd immunity udah harus kebentuk.

When your ex left you with lasting memory…

So did covid-19.
Yang ditemukan bahwa walaupun kamu bergejala ringan, namun efek dari virus ini ke otak bakal lanjut teruuus sampe jauh.
 
Hah gimana?
Iya guys, jadi dari penelitian yang dilakukan di Inggris dan di-publish sama Journal Nature hari Senin kemarin, diketahui bahwa even mild symptom aja bisa membawa efek buruk pada otak kamu. Hal ini karena memang ada sel-sel dalam virusnya yang menginfeksi jaringan otak. Makanya sekalipun kamu udah terinfeksi Covid yang gejalanya mild doang, at least indera penciuman kamu pasti terpengaruh, di mana sensitivitas kamu terhadap bau-bauan jadi berkurang.
 
Noooo….
Hiks 🙁 Jadi guys, Gwenaelle Douaud, associate professor neuroscience di Oxford yang juga jadi ketua tim riset dalam penelitian ini bilang doi kaget juga sama hasilnya. Jadi mereka tuh kan pakai brain image-nya sekitar 401 orang yang sebelumnya nggak kena Covid, terus sekitar empat setengah bulan sejak terinfeksi itu, dicek lagi brain image-nya orang-orang itu. Nah terus dibandingin lah sama 384 orang yang nggak pernah terinfeksi Covid sama sekali.
 
Hasilnya?
Hasilnya, orang yang pernah terinfeksi Covid tuh bisa kehilangan additional 0,2 sampai 2% jaringan otak, dibanding orang yang nggak pernah keinfeksi sama sekali. Hal ini kemudian berakibat sama hilangnya memori yang disimpan di otak, terutama terkait bau-bauan tadi guys. Well, sebenarnya kan kehilangan jaringan otak sekian persen tuh hal yang lumrah-lumrah aja, apalagi karena faktor u aka faktor umur. Tapi kalau dibandingin yang pernah kena Covid sama yang nggak, hasilnya jauh. Kalau orang normal tuh yaa kehilangan jaringan otaknya ada di angka 0,2 sampai 0,3 persen aja setiap tahun.
 
Wow jauh juga…
Makanya. Selain dari brain imaging tadi, para peneliti juga melakukan tes kognitif terhadap orang-orang yang pernah kena COVID-19 tadi untuk ngeliat nih, gimana fungsi gerakan badan kognitifnya setelah terinfeksi. Hasilnya, orang-orang yang brain tissue-nya rusak lebih banyak juga memiliki hasil tes kognitif yang lebih buruk. Dan ini juga bakal berkontribusi lebih besar pada kemungkinan penyakit-penyakit terkait kognitif lainnya di masa depan.
 
Hiks…
Tenang guys, meski faktanya demikian, dr. Douaud bilang bahwa ada kemungkinan, kerusakan brain tissue ini ya cuma bentar aja, dan akan makin membaik seiring dengan waktu tertularnya yang udah lewat lama. Nah untuk memastikan hal ini, para peneliti bakal men-scan lagi otak para pasien tadi dalam jangka waktu dua tahun dari sekarang.
 
I see…
Nah yang menarik guys, sebenernya penyebab dari kenapa bisa sejauh itu efek dari COVID-19 ke kerusakan otak sebenernya masih belum ketahuan jelas gengs. Jadi kayak, “Oke, emang ada hubungan antara si Covid dengan jaringan otak, dan virusnya emang kena ke otak nih.” Tapi alasan jelasnya kenapa sampe bisa menyebabkan kerusakan yang kayak tadi tuh belum ketahuan sampai sekarang. Karenanya, masih dibutuhkan penelitian lanjutan ni guys. 
 
I see. Anything else I should know?
FYI, dr. Richard Isaacson, neuroscientist dari Florida juga menyebut bahwa kelainan fungsi otak yang disebabkan sama Covid ini bisa meningkat terus ke stage yang lebih serius lo, gengs. Selain indera penciuman dan perasa yang berkurang fungsinya, Covid bisa lead to Alzheimer dan penyakit demensia lain, which means konsekuensinya juga lebih serius dan dalam jangka waktu yang jauh panjang juga.

Who’s asking for some attention?

Angelina Jolie, to Yaman.
 
Iya guys, jadi aktris yang juga merupakan salah satu juru bicara buat United Nations Refugee Agency (UNHCR) aka lembaga PBB terkait pengungsi baru aja mendarat di Yaman. Negara yang tercabik-cabik perang selama tujuh tahun ini emang memiliki jumlah pengungsi yang tinggi banget, dan lebih dari 20juta warganya bergantung sama bantuan kemanusiaan untuk bisa bertahan hidup. Nah guys, dalam kunjungannya ke Yaman ini, Jolie bilang bahwa negara tersebut memiliki krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan satu warga meninggal atau cedera tiap satu jam di Yaman.
 
Jolie juga update bahwa doi udah mendarat di Kota Aden, Yaman, untuk bertemu sama keluarga dan pengungsi UNHCR untuk menunjukkan dukungannya kepada warga Yaman. Menurutnya, dengan berbagai krisis yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini, kayak di Ukraina atau Yaman, hal itu menunjukkan bahwa kita ngga bisa memilih mau mendukung siapa, karena, “Everyone deserves the same compassion. The lives of civilian victims of conflict everywhere are of equal 
value.” 
 
FYI, sejak perangnya meletus pada Maret 2015, Yaman jadi living hell buat warganya sendiri, di mana berbagai fasilitas publik dari mulai pendidikan hingga kesehatan terhenti sama sekali. Hal ini juga yang bikin Yaman sampe sekarang menjadi negara dengan krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan 20juta warga yang bergantung pada batuan kemanusiaan, dan jutaan lainnya udah jadi pengungsi di negara lain :(.

“Kita sedang memasuki masa endemi.”

 
Gitu guys kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria kemarin, saat ngomentarin soal kebijakan pemerintah pusat yang udah nggak mewajibkan adanya hasil tes PCR buat para pelaku perjalanan. Kata Pak Riza, bisa jadi ini adalah pertanda bahwa kita lagi beralih dari fase pandemi ke endemi. Pak Riza juga nyontohin soal para jemaah yang mau umroh dan naik haji yang aturan berangkatnya udah makin longgar. Artinya emang endemi kian dekat nih…
 
Now, please enter the next phase of your life: World War III

Announcement


Thanks to Karlina, jenny, & Emh for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Now that you can travel without PCR test again… are you ready to pack your suitcase and leave?