Rusia – Ukraina Gagal Gencatan Senjata, Pemilu Akan Digelar Pada 2024 Mendatang, Perubahan Iklim Semakin Mengkhawatirkan, World Taekwondo Akan Membatalkan Status Sabuk Hitam Presiden Rusia Vladimir Putin

80

Good morning

Since it’s Wednesday, let’s start the morning nice and easy by listening to our podcast here. Also, just a gentle reminder that we will not be in your inbox tomorrow (Selamat memperingati Hari Raya Nyepi, our Hindu friends!), so we’ll see you again on Friday. Have a great day, everyone!


When you need the newest update on Ukraine-Russia war…

They tried, but failed.
 
On what?
On the peace talksIya guys, jadi Senin lalu waktu setempat, Rusia dan Ukraina udah deal untuk mengupayakan peace talk aka gencatan senjata demi mengakhiri perang yang saat ini tengah terjadi. Namun hasilnya…ga berhasil.
 
Tell me more. 
Ok, jadi setelah Kamis lalu Rusia melancarkan serangan militer ke Ukraina, maka kedua belah pihak akhirnya setuju untuk duduk bareng nih. Semacam, “Ayo kita bahas gimana caranya biar ga makin perang, secara efeknya emang parah banget buat kedua negara.” Adapun pertemuannya diadakan di Belarus, yang merupakan sekutu Rusia. Jadi awalnya tuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy nggak setuju meeting-nya diadain di Belarus, karena ya tuan rumahnya ga netral. Tapi akhirnya doi setuju juga, walaupun sejak awal Zalenskyy udah bilang bahwa dia ga yakin nih bahwa meeting-nya bakal berhasil.
 
Okay….
Nah, kalian harus tahu nih guys, sebagai salah satu negara pecahannya Uni Soviet, Belarus tuh statusnya udah non-nuklir yang artinya negara itu udah nggak lagi punya nuklir. itu juga yang jadi alasan kenapa Belarus yang akhirnya dipilih jadi lokasi pertemuannya Ukraina sama Rusia. Terus di pertemuan itu, both presidents Zelenskyy sama Putin kompak nggak dateng di meeting kemarin. Jadi hanya beberapa jajaran menterinya aja yang turut hadir.
 
Tell me more about the meetings…
Ok. Jadi pertemuan itu berlangsung selama lima jam, dengan masing-masing dari dua negara ini datang dengan demand-nya masing-masing. Ukraina demand-nya ke Rusia untuk segera menghentikan serangan dan segala operasi militer yang dilakuin sama Rusia. sementara dari pihak Rusia, yang datang itu orang-orang dari Otoritas Kebudayaan, dan bilang kalau Ukraina harus janji buat bersikap netral dan janji nggak akan join sama NATO ataupun sohiban sama negara-negara barat lainnya. However, banyak pihak yang beranggapan bahwa Rusia emang dari awal niatnya mau jatuhin pemerintahan Ukraina dan bikin negara itu berada di bawah pengaruh Rusia.
 
Terus terus…
Nah terus yaudah, dari pertemuan yang berlangsung selama berjam-jam itu, solusinya mau ngapain juga belum ketahuanguys. Yang mana menurut banyak pengamat nggak mengherankan juga mengingat seberapa kuatnya kedua negara mempertahankan posisinya. Kini, rencananya kedua belah pihak juga bakal menggelar lagi meeting lanjutan yang bakal ngebahas langkah-langkah konkrit apa yang akan diambil, dan cari tahu isu mana yang harusnya jadi prioritas biar jalannya meeting juga jadi lebih lancar dan efektif. Iyaa jadi nggak berbelit-belit sampai makan waktu lima jam kayak kemarin. Adapun meeting lanjutannya bakal digelar hari ini waktu setempat.
 
Got it. Anything else I should know?
Remember kalau Belarus itu sekutunya Rusia? Nah ternyata usut punya usut, ternyata Presiden Belarus Alexander Lukashenko ternyata udah kasih izin buat tentara-tentaranya Rusia untuk meluncurkan bom dan rudal lainnya dari negara dia. Presiden Alexander juga tahu kalau Belarus jadi salah satu tempat check point buat invasi Rusia ke Ukraina, tapi emang nggak ngirimin tentara mereka aja ke perang itu. Hal ini juga akhirnya bikin Belarus ikut-ikutan mengalami berbagai sanksi internasional.

What keeps coming back?

My ex?
Nooo we’re talking about pemilu 2024.
 
Oh, kenapa?
Iya, jadikan udah fix ni ya guys, ketok palu bahwa pemilihan umum bakal digelar pada 2024 mendatang. Adapun pas pemilunya itu kamu bakal milih presiden, sampe anggota DPR. Nah yang ketok palunya siapa? Anggota DPR…
 
OK…
Akan tetapi belakangan ini, warga +62 lagi heboh sama munculnya lagi wacana-wacana pengunduran pemilu 2024. Isu ini pertama kali dihembuskan oleh Politisi PKB Muhaimin Iskandar yang adalah juga… wakil ketua DPR. Iya lucu kan guys, yang ketok palu DPR, yang usul supaya ditunda juga DPR…
 
Kok gitu?
Menarik emang. Jadi ada alasan ni guys kenapa Cak Imin ujug-ujug menyuarakan soal pemilu diundur jadi ke 2025 atau 2026. Menurutnya, setelah pandemi berkepanjangan selama dua tahun, perbaikan ekonomi tuh lagi happening sekarang. Doi juga menyebut dapet banyak masukan dari pengusaha dan pelaku bisnis bahwa kira-kira: Bos, ni kan dari kemaren ekonomi kita babak belur banget nih, baru kira-kira tahun ini dan tahun depan baru ekonominya bangkit. Tapi yaaah udah ketemu pemilu lagi…
 
Emang kenapa pemilunya?
Kata Cak Imin, secara ini momentum politik, maka banyak pengusaha yang nge-hold dulu berbagai keputusan penting soal bisnisnya karena jadi switch ke “wait and see” mode. Secara bakal ada perubahan kekuasaan kan guys, jadi hal ini risky banget kalo diliat dari angle bisnis. Selain alasan ekonomi, ada alasan lainnya juga ni guys yang disampaikan Cak Imin, yakni…big data.
 
HAH?
Iya. Kata Cak Imin, dari 100 juta subjek akun di media sosial, sebanyak 60 persen mendukung penundaan pemilu dan 40 persen menolak. Menurutnya, ya cocok banget lah karena kan Big data udah mulai jadi referensi kebijakan dalam mengambil keputusan. Jadi pengambilan sikap juga bergeser, dari sebelumnya mengacu pada survei, kini beralih pada big data.
 
Yampun…
Nah selain PKB, PAN juga mendukung wacana pengunduran ini guys. Menurut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, ada banyak alasan nih kenapa pemilu kudu diundur. Pertama karena pandemi yang belum beres kudu serius ditanganin dulu, terus dari sisi ekonomi dalam negeri juga belum oke. Banyak yang nggak punya kerjaan juga. Terus juga lagi ada perang neh di Rusia dan Ukraina yang pasti bakal ngaruh sama ekonomi dalam negeri.
 
…..
Belum selesai beb. Beda sama Cak Imin dan Zulhas yang udah 100% open bahwa mereka maunya pemilu diundur, kalau Pak Airlangga Hartartoof Golkar lebih alus lagi ni guys jawabnya. Dalam kunjungannya ke Riau minggu lalu, Pak Airlangga bilang bahwa dia bakal menerima berbagai aspirasi yang masuk, dan aspirasinya itu bakal dibahas sama pemerintah dan pimpinan partai yang lain. Jadi ya lebih ke gatauuu.
 
Well, is anyone saying no?
Iya. Ada partai Nasdem yang Ketua Umumnya Pak Surya Paloh yang tegas menolak jabatan presiden diperpanjang. In his words: “NasDem akan menempatkan kepentingan nasional, kepentingan bangsa. Ketika ingin menempatkan kepentingan bangsa, maka kita akan menempatkan sesuai konstitusi. Nah, kalau konstitusinya berbicara seperti itu (dua periode), maka NasDem akan berada paling depan (mematuhi aturan),” katanya. Terus ada juga Partai Demokrat, di mana Ketua Umumnya Mas AHY juga udah bilang bahwa usulan pemilu diundur tuh nggak make sense dan malu-maluin banget. Lagian juga nggak usah main-main dong sama suara rakyat. Lu orang mau sok-sokan bawa nama rakyat, rakyat yang mana, gitu lo.
 
Kalo Pak Prabowo ada komentar gaa? Ehehehe
Ada juga. Jadi kata Juru Bicara Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak, sikap Pak Prabowo adalah menghormati dan ingin terus menjaga konstitusi Indonesia. At the same time, Pak Menhan juga pengen merawat demokrasi Indonesia yang sehat, dambil terus menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh mengenai masalah ini.
 
Enough with politicians… I wanna know what people think.
Yaaa banyak yang kzl lah guys kayak, ngapain si ujug-ujug ada usulan perpanjangan jabatan, kan udah ketok palu? Misalnya, ada Direktur Media dan Demokrasi LP3ES, Wijayanto yang bilang bahwa ni ga nyambung banget nunda pemilu gara-gara Ukraina sama Rusia lagi perang, ga nyambung jek. Terus juga kalo alesannya COVID-19 ya kan pandeminya juga sekarang udah mau selesai, terus udah ada vaksin, obat, dkk…Selain itu, para mantan Ketua Mahkamah Konstitusi kayak Prof Jimly Ashshiddique dan Prof Hamdan Zulva juga dengan tegas menolak, secara ini udah ada undang-undangnya, dan udah hak rakyat untuk menjalani pemilu 5 tahun sekali. Kalo diundur, artinya pemerintah merampas hak rakyat.
 
Amen to that. Anything else?
Menanggapi huru-hara akibat usulannya yang rada jaka sembung ini, Cak Imin kemaren bilang bahwa doi kan cuma usul, jadi sebenernya nggak masalah kalau usulan itu ditolak(???????). Doi juga bilang dirinya nggak ambil pusing, namanya juga usul, ceunah. Toh Cak Min juga bilangnya keputusan final tetap di tangan parpol sama presiden, jadi ya udah. Ikutin aja alurnya.

When you wish you could turn back the time…

On climate change.
Haduuuh kondisi perubahan iklim ini makin mengkhawatirkan deh guys. Secara baru aja kemarin nih, hasil penelitian yang dilakukan oleh ratusan peneliti dari seluruh dunia menemukan bahwa kalo ngga ada perubahan drastis dalam cara kita menghadapi krisis iklim, maka bakal ada miliaran orang dan spesies yang terpengaruh dan udah ngga bisa beradaptasi lagi dengan kondisi yang ada.
 
Hah maksudnya gimana?
Jadi dalam penelitian yang didukung oleh PBB itu, ditemukan bahwa climate crisis yang terjadi sekarang ternyata berkembang lebih pesat dan lebih cepat dan lebih mengkhawatirkan dari prediksi para peneliti sebelumnya sekitar 20 tahun lalu. Terus, key message dari penelitian tersebut adalah: Jangan sampe pemanasan global meningkat sampe melebihi 1,5 derajat Celsius, otherwise, kelar kita.
 
What?
Iya, jadi dalam penelitiannya itu disebutkan bahwa kalo lebih dikit aja, maka kerusakan alam yang terjadi bakal parah banget, dan gabisa diperbaiki lagi. Adapun salah satu kerusakan yang akan terjadi adalah kerusakan bawah laut, di mana habitat ikan-ikan di sana bakal rusak, terumbu karang hancur, dan airnya bakal terlalu hangat buat kehidupan beberapa jenis organisme. Terus nih ya, misalnya naiknya 2 derajat Celsius aja, maka bakal ada 18% spesies bumi yang beresiko tinggi mengalami kepunahan, dan kalo nyampe 4 derajat Celsius, maka jumlahnya naik jadi 50%.
 
🙁
Kedua, kita juga bakal mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan kerusakan yang parah ini. Ya kan gengs, kalo rumah kita yang rusaknya udah parah banget sampe gabisa dibenerin lagi, ya tinggal beli rumah baru. Tapi kalo bumi, mo pindah ke mana kita?
 
Maksud adaptasinya tuh gimana sih?
Well, contohnya ya, dengan terjadinya kenaikan permukaan laut, maka kita jadi harus bikin tanggul, naikin permukaan rumah, sampe masang tembok air. Tentu selain rempong, ini juga bukan solusi jangka panjang. Terus juga seiring dengan makin naiknya temperatur bumi, opsi-opsi adaptasi tadi juga makin berkurang dan terbatas sampe bingung ni gimana benerinnya? Dan back to poin pertama tadi, “Some changes may irreversible.” 🙁
 
Terus-terus…
Nah terus key point ketiga adalah… diprediksi bakal ada sekitar 3 miliar orang di seluruh dunia yang mengalami kesulitan air. Yep, kalo sampe suhu di bumi naik sebesar 2 derajat, maka bakal ada miliaran orang yang memiliki kesulitan atas akses air bersih. Hal ini paling parah terjadi di Timur Tengah, walaupun ga menutup kemungkinan bakal segera menyebar juga ke benua Amerika dan Asia. Terus guys, kalo udah kekurangan air, maka efeknya ga cuma ke air minum kamu aja, tapi juga ke sektor pertanian, peternakan, dll.
 
Sedih banget…
Well finally, kamu juga harus tahu guys bahwa orang-orang yang paling ter-efek oleh global warming ini sebenernya adalah orang-orang yang paling kecil tanggung jawabnya, aka masyarakat miskin. Iya kan guys, warga miskin itu ngga menghasilkan emisi yang besar kayak orang-orang kaya (karena mereka gapake private jets, misalnya), tapi mereka bakal jadi yang pertama mengalami kekurangan air, bencana alam, banjir, dll. Hal ini juga mengerikan banget, karena tentunya bakal memperlebar jurang ketidaksetaraan antara si kaya dan si miskin.
 
Hiks.. I feel like my future is bleak…
Nah tenang guys. Masih ada harapan. Kata report itu, solusinya ga lain ga bukan adalah mengurangi efek gas rumah kaca. Yep, supaya suhu bumi ga makin panas dan bisa stay di bawah 1,5 derajat Celsius. Caranya, ya butuh komitmen tinggi dari pemerintah masing-masing negara supaya tujuan ini bisa tercapai.
 
OK. Did anyone say anything?
Well, Sekjen PBB António Guterres menyebut laporannya sebagai “sebuah atlas atas penderitaan manusia dan bentuk kegagalan dari kepemimpinan atas lingkungan.” Beliau juga ngingetin, “Menunda-nunda berarti kematian, dan ini faktanya udah clear banget. Kalo pemerintah ngga melakukan apa-apa, maka mereka udah melakukan tindakan kriminal,” gitu katanya.

What’s making a strong blow?

World Taekwondo.
 
Yang merupakan federasi olahraga beladiri Taekwondo dunia yang berkantor di Seoul, Korea Selatan. Yoi guys, jadi Hari Senin kemarin, World Taekwondo mengumumkan bahwa mereka bakal membatalkan status sabuk hitam yang mereka anugerahkan pada Presiden Rusia Vladimir Putin di tahun 2013 lalu. Hal ini disampaikan secara resmi oleh World Taekwondo yang bilang dalam keterangannya bahwa langkah tersebut diambil sebagai bentuk protes atas serangan brutal yang dilakukan Rusia ke Ukraina. Mereka juga bilang bahwa serangan itu enggak sejalan dengan visi World Taekwondo, yakni “Perdamaian lebih berharga daripada kemenangan.”
 
Nah, selain dicopot status sabuk hitamnya, bendera dan lagu kebangsaan Rusia juga dilarang berkibar maupun diputar dalam berbagai event taekwondo multinasional. Nah guys, ini bukan pertama kalinya sanksi keras dijatuhkan pada Rusia oleh berbagai institusi internasional, khususnya olahraga. Sebelumnya, Federasi Renang Internasional (FINA) juga bari aja membatalkan status kehormatan bagi Putin yang telah dimilikinya sejak tahun 2014. Selain itu, lomba renang tingkat internasional yang tadinya juga bakal digelar di Kaza, Rusia Agustus nanti bakal fix di-cancel.

‘Mereka termakan hoaks.”

Hiks, gitu guys kata Lurah Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang namanya Winetrin, pas ngomentarin soal alasan di balik warganya yang banyak belom divaksin. Kata Bu Wine, ada dua faktor ni guys yang bikin banyak warga di Kebon Melati belum divaksinasi COVID-19 sehingga capaian vaksinasi di wilayahnya masih rendah. Adapun faktor utama adalah kemakan hoaks, dan kedua adalah fanatisme yang berlebihan. Terus fyi, saat ini masih ada 2.000-an warga yang belum menerima vaksinasi COVID-19 sekali pun.
 
When hoax can literally threaten your life…

Announcement


Thanks to Seseorang, Andania, Zaharaa, and N for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to lose some weight effortlessly? Do these.