PM Malaysia : Bahasa Melayu Bisa Jadi Bahasa Resmi ASEAN

79

When you try to make your relationship “official…”

Malaysia can relate.
Yoi guys, karena minggu lalu, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob baru aja bilang bahwa doi mau usaha biar bahasa Melayu bisa “official” jadi bahasa resminya ASEAN.
 
Interesting. How did we get there? 
Jadi gini ceritanya. Minggu lalu tuh, Pak Sabri baru aja meeting sama Majelis Tinggi Malaysia untuk bahas berbagai hal terkait perkembangan di negerinya. Selanjutnya, muncullah pertanyaan dari salah satu anggota parlemen yang namanya Senator Datuk Seri Zurainah Musa, tentang kinerjanya terkait penggunaan Bahasa Melayu di level ASEAN. Pak Sabri kemudian jawab, “I’m on it!”
 
Tell me more.
Jadi menurut PM Sabri, ya emang bahasa Melayu tuh dituturkan di hampir di seluruh wilayah ASEAN. Adapun negara-negara di mana masyarakatnya banyak pakai bahasa Melayu, selain Malaysia dan Indonesia juga ada Thailand Selatan, Filipina Selatan, Brunei, Singapura, sama beberapa daerah di Kamboja. That being said, PM Sabri menyebut bahwa ngggak ada alasan buat nggak menjadikan bahasa Melayu sebagai sebagai bahasa resmi kedua di forum ASEAN setelah English. Hal ini juga untuk mengangkat bahasa Melayu jadi lebih dikenal di mata internasional.
 
Nice sih… 
Tapi ini masih sebatas usulan, gengs. PM Sabri kemudian bilang bahwa doi bakal kordinasi lagi sama pemimpin-pemimpin negara ASEAN yang lain, khususnya negara-negara yang udah pakai bahasa Melayu ini buat merealisasikan usulan itu. Sejauh ini, dia juga selalu minta pihak Kemenlu Malaysia buat nge-translate segala dokumen internasional kalau masih in English, ke dalam bahasa Melayu, untuk terus mempromosikan penggunaan bahasa ini.
 
I see. Anyone saying anything? 
Ada. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud Ristek, Prof. Endang Aminudin Azis bilangnya usulan kayak gini tuh bukan barang baru lagi yang diusahain sama Malaysia. Jauh sebelum ini, orang-orang di parlemen ASEAN juga udah sepakat untuk menggunakan bahasa Indonesia-Melayu di forum mereka. Kenapa namanya bahasa Indonesia-Melayu karena dari Indonesia sendiri nggak mau pakai istilah bahasa Melayu, dan Malaysia juga nggak mau pakai istilah bahasa Indonesia.
 
WKWKWKW ok anything else?
Fyi, other than Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia juga sebenarnya punya potensi besar untuk dijadikan bahasa resmi di forum ASEAN. Hal ini karena banyak juga negara tetangga di ASEAN, kayak Kamboja dan Thailand yang lagi memperbesar effort mereka belajar Bahasa Indonesia. Terus guru Bahasa Indonesia juga udah banyak yang berangkat ke negara-negara tadi buat ngajarin masyarakat sana bahasa Indonesia. Selain itu, para diplomat Indonesia juga lagi terus berusaha untuk memperluas penggunaan Bahasa Indonesia di forum ASEAN, jadi yha ditunggu aja guys.