Peraturan Sekolah Untuk Anak Perempuan Kelas 6 Keatas Oleh Pemerintah Taliban

79

Now, we’re about to read a sad story ūüôĀ

About girls in Afghanistan.
Yang kamu bayangin yah, setelah sekolah ditutup selama tujuh bulan ke belakang, pemerintah Taliban di Afghanistan udah ngumumin bahwa sekolah bakal dibuka lagi buat para siswa pada Rabu kemarin. Terus anak-anak cewek kelas enam udah pada semangat sekolah, excited, hepi, only to find out that... mereka ga boleh sekolah.
 
EH?
Iya. Hal ini diumumin sama pemerintahan Taliban cuma beberapa jam setelah sekolah dibuka dan cuma berlaku untuk anak-anak perempuan kelas enam ke atas. Jadi dalam keterangan resmi dari Kementerian Pendidikan Taliban, anak-anak cewek grade 6 and higher tadi bakal gaboleh sekolah dulu sampe ada aturan soal cewek sekolah yang sesuai dengan syariat Islam.
 
Sedih banget ūüôĀ
Iya, makanya seiring dengan keputusan ini, banyak beredar juga video-video anak-anak perempuan yang nangis pas tahu mereka gabisa sekolah. FYI guys, dengan aturan ini, maka semua anak perempuan di tingkat sekolah menengah udah ga mungkin bisa sekolah. Yang mereka bisa lakukan adalah nunggu sampe aturannya ada.
 
Tapi penyebabnya apa si?
Well,¬†pihak Menteri Pendidikan¬†Taliban¬†sih ga ngomong apa penyebab spesifiknya, namun mereka mengakui bahwa mereka mengalami kekurangan guru, seiring dengan banyaknya warga yang meninggalkan Afghanistan untuk jadi pengungsi di negara lain. Terus perwakilan Taliban namanya Waheedullah Hashmi bilang bahwa, “Ya kita juga baru diinfoin nih sama para bos di atas bahwa sekolah-sekolah bakal tutup dulu buat anak-anak cewek kelas 6 ke atas, tapi kan kita ga bilang tutup selamanya.”
 
…..
Yhaa gitulah¬†guys.¬†Langkah ini kemudian menuai kritikan dari banyak pihak karena Taliban dinilai ngga konsisten dengan janjinya di awal pemerintahan yang bilang bahwa mereka bakal memberikan akses pendidikan pada perempuan. Hal ini juga bikin banyak pihak khawatir, secara emansipasi perempuan di Afghanistan itu kerap jadi isu yang disorot berbagai lembaga internasional. Ini juga yang jadi alasan kenapa banyak lembaga maupun negara yang menahan dana maupun donor bagi Afghanistan.¬†They’re like,¬†“Lu hargai dulu hak perempuan baru w salurkan ni duitnya…”
 
Tapi engga?
Ya engga. Padahal poverty di Afghanistan itu parah banget, sampe lebih dari 50% warganya tergantung pada bantuan donor internasional. Now that the donors are on hold, Afghanistan di bawah Taliban mengalami krisis ekonomi akut, bahkan dibilang near collapse.
 
Got it. Anything else?
Sebenernya guys, walaupun pada bisa sekolah, cewek-cewek di Afghanistan dilema juga, secara opsi kerjaan mereka terbaaaatas banget. Jadi di bawah rezim Taliban sebelumnya, cewek cuma boleh jadi dokter aja, itu juga cuma buat pasien-pasien yang perempuan. Terus sejak AS cabs, para perempuan juga udah diperintah untuk meninggalkan pekerjaannya, misalnya kayak di kantor pemerintahan di Kabul di mana satu-satunya kerjaan yang boleh cewek lakukan adalah bersihin kamar mandi cewek aja.