Pemilu Akan Digelar Pada 2024 Mendatang

71

What keeps coming back?

My ex?
Nooo we’re talking about pemilu 2024.
 
Oh, kenapa?
Iya, jadikan udah fix ni ya guys, ketok palu bahwa pemilihan umum bakal digelar pada 2024 mendatang. Adapun pas pemilunya itu kamu bakal milih presiden, sampe anggota DPR. Nah yang ketok palunya siapa? Anggota DPR…
 
OK…
Akan tetapi belakangan ini, warga +62 lagi heboh sama munculnya lagi wacana-wacana pengunduran pemilu 2024. Isu ini pertama kali dihembuskan oleh Politisi PKB Muhaimin Iskandar yang adalah juga… wakil ketua DPR. Iya lucu kan guys, yang ketok palu DPR, yang usul supaya ditunda juga DPR…
 
Kok gitu?
Menarik emang. Jadi ada alasan ni guys kenapa Cak Imin ujug-ujug menyuarakan soal pemilu diundur jadi ke 2025 atau 2026. Menurutnya, setelah pandemi berkepanjangan selama dua tahun, perbaikan ekonomi tuh lagi happening sekarang. Doi juga menyebut dapet banyak masukan dari pengusaha dan pelaku bisnis bahwa kira-kira: Bos, ni kan dari kemaren ekonomi kita babak belur banget nih, baru kira-kira tahun ini dan tahun depan baru ekonominya bangkit. Tapi yaaah udah ketemu pemilu lagi…
 
Emang kenapa pemilunya?
Kata Cak Imin, secara ini momentum politik, maka banyak pengusaha yang nge-hold dulu berbagai keputusan penting soal bisnisnya karena jadi switch ke “wait and see” mode. Secara bakal ada perubahan kekuasaan kan guys, jadi hal ini risky banget kalo diliat dari angle bisnis. Selain alasan ekonomi, ada alasan lainnya juga ni guys yang disampaikan Cak Imin, yakni…big data.
 
HAH?
Iya. Kata Cak Imin, dari 100 juta subjek akun di media sosial, sebanyak 60 persen mendukung penundaan pemilu dan 40 persen menolak. Menurutnya, ya cocok banget lah karena kan Big data udah mulai jadi referensi kebijakan dalam mengambil keputusan. Jadi pengambilan sikap juga bergeser, dari sebelumnya mengacu pada survei, kini beralih pada big data.
 
Yampun…
Nah selain PKB, PAN juga mendukung wacana pengunduran ini guys. Menurut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, ada banyak alasan nih kenapa pemilu kudu diundur. Pertama karena pandemi yang belum beres kudu serius ditanganin dulu, terus dari sisi ekonomi dalam negeri juga belum oke. Banyak yang nggak punya kerjaan juga. Terus juga lagi ada perang neh di Rusia dan Ukraina yang pasti bakal ngaruh sama ekonomi dalam negeri.
 
…..
Belum selesai beb. Beda sama Cak Imin dan Zulhas yang udah 100% open bahwa mereka maunya pemilu diundur, kalau Pak Airlangga Hartartoof Golkar lebih alus lagi ni guys jawabnya. Dalam kunjungannya ke Riau minggu lalu, Pak Airlangga bilang bahwa dia bakal menerima berbagai aspirasi yang masuk, dan aspirasinya itu bakal dibahas sama pemerintah dan pimpinan partai yang lain. Jadi ya lebih ke gatauuu.
 
Well, is anyone saying no?
Iya. Ada partai Nasdem yang Ketua Umumnya Pak Surya Paloh yang tegas menolak jabatan presiden diperpanjang. In his words: “NasDem akan menempatkan kepentingan nasional, kepentingan bangsa. Ketika ingin menempatkan kepentingan bangsa, maka kita akan menempatkan sesuai konstitusi. Nah, kalau konstitusinya berbicara seperti itu (dua periode), maka NasDem akan berada paling depan (mematuhi aturan),” katanya. Terus ada juga Partai Demokrat, di mana Ketua Umumnya Mas AHY juga udah bilang bahwa usulan pemilu diundur tuh nggak make sense dan malu-maluin banget. Lagian juga nggak usah main-main dong sama suara rakyat. Lu orang mau sok-sokan bawa nama rakyat, rakyat yang mana, gitu lo.
 
Kalo Pak Prabowo ada komentar gaa? Ehehehe
Ada juga. Jadi kata Juru Bicara Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak, sikap Pak Prabowo adalah menghormati dan ingin terus menjaga konstitusi Indonesia. At the same time, Pak Menhan juga pengen merawat demokrasi Indonesia yang sehat, dambil terus menjalin komunikasi dengan sejumlah tokoh mengenai masalah ini.
 
Enough with politicians… I wanna know what people think.
Yaaa banyak yang kzl lah guys kayak, ngapain si ujug-ujug ada usulan perpanjangan jabatan, kan udah ketok palu? Misalnya, ada Direktur Media dan Demokrasi LP3ES, Wijayanto yang bilang bahwa ni ga nyambung banget nunda pemilu gara-gara Ukraina sama Rusia lagi perang, ga nyambung jek. Terus juga kalo alesannya COVID-19 ya kan pandeminya juga sekarang udah mau selesai, terus udah ada vaksin, obat, dkk…Selain itu, para mantan Ketua Mahkamah Konstitusi kayak Prof Jimly Ashshiddique dan Prof Hamdan Zulva juga dengan tegas menolak, secara ini udah ada undang-undangnya, dan udah hak rakyat untuk menjalani pemilu 5 tahun sekali. Kalo diundur, artinya pemerintah merampas hak rakyat.
 
Amen to that. Anything else?
Menanggapi huru-hara akibat usulannya yang rada jaka sembung ini, Cak Imin kemaren bilang bahwa doi kan cuma usul, jadi sebenernya nggak masalah kalau usulan itu ditolak(???????). Doi juga bilang dirinya nggak ambil pusing, namanya juga usul, ceunah. Toh Cak Min juga bilangnya keputusan final tetap di tangan parpol sama presiden, jadi ya udah. Ikutin aja alurnya.