Pemerintah Tidak Bisa Mengontrol Harga Minyak Goreng

59

Now let’s start the day with: New minyak goreng drama…

Still?
Yep. Kali ini, warga di negara +62 khususnya mereka-mereka yang suka masak baru aja dibikin “?????” dengan pernyataan dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga presiden Indonesia ke-5 Bu Megawati Soekarno Putri yang agak julit sama ibu-ibu yang suka menggoreng. Karena kata Bu Mega… “Emang u kerjaannya goreng-goreng aja?”
 
Hah gimana?
Yep, jadi seiring dengan kondisi stok minyak goreng langka di Indonesia yang masih belum membaik juga, Bu Mega pada Kamis minggu lalu buka suara. Dalam webinar bertajuk ‘Cegah Stunting untuk Generasi Emas’  Bu Mega bilang, in her word“Saya sampai mengelus dada, bukan urusan masalah gak ada atau mahalnya minyak goreng. Saya sampai sampai mikir, jadi tiap hari ibu-ibu itu apakah hanya menggoreng sampai begitu rebutannya? Apa tidak ada cara untuk merebus, lalu mengukus atau seperti rujak?” 

OMG…

Yep. Nah guys, statement ini kemudian viral dan menuai banyak reaksi dari masyarakat. Misalnya, ada netijen yang nurut banget nih sama nasehatnya Bu Mega, dan kemudian masak bakwan dengan direbus. Namun selain itu, ada juga pengamat politik Adi Prayitno yang bulang bahwa elite politik tuh harusnya bisa berempati dengan situasi masyarakat yang saat ini lagi kesulitan minyak goreng. Atau kalau emang gabisa membantu masyarakat, ya seenggaknya nggak mengeluarkan komentar yang bisa melukai perasaan publik gitu lo….
 
Ya iya sih…
Nah bukan statementnya Bu Mega aja ni guys yang menuai kritikan dan reaksi dari khalayak ramai. Selain Bu Mega, Menteri Perdagangan Pak Muhammad Lutfi juga baru aja menyampaikan statement yang mengejutkan, di mana doi bilang bahwa pemerintah udah gabisa lagi mengontrol harga minyak goreng, karena emang itu tuh berhubungan banget sama sifat manusia yang rakus dan jahat. Nah, statement ini seolah jadi luka yang ditabur garam guys, karena bersamaan dengan ini, kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi dicabut.
 
Tell me about this HET thing…
OK jadi gini, seiring dengan makin langkanya minyak goreng, kan jadinya harga minyaknya di pasar naik banget tuh, warga masyarakat kemudian teriak-teriak kayak, “Pak, ampun gakuat banget ini harga minyak goreng mahal banget!” dan pemerintah kemudian bikin kebijakan untuk punya HET tadi guys. Dengan kebijakan ini, maka pemerintah ngasih subsidi dan jadi punya standar batasnya nih, di mana pedagang-pedagang di pasar atau retail modern harusnya nggak boleh jual migor lebih dari harga ini. Jadi kalo buat minyak goreng curah, HET-nya Rp11.500, dan kalau yang kemasan itu Rp13.500 sampe Rp14 ribu. Jadi para penjual gabole jual lebih mahal dari harga HET tadi.
 
Terus…
Nah tapi yang terjadi adalah, minyaknya jadi laaaangka banget guys. Di mana-mana susah, dan ya bingung aja gitu, soalnya Kemendag bilang bahwa mereka juga udah menyalurkan minyak goreng subsidi seharga Rp14ribu sampe 500juta liter ke masyarakat. Tapi ya ora ono di pasaran. At the same time, polisi-polisi di daerah mulai nemuin gudang-gudang penimbunan yang nyimpen banyaaaak banget minyak goreng. Dengan penemuan ini, Pak Lutfi juga gedeg banget, sampe doi menggandeng polisi dan berkali-kali melakukan sidak ke pasar. Beliau juga menegaskan bahwa para penimbun ini ada hukumannya di dunia… yaitu dipenjara selama lima tahun dan bisa kena denda sampe Rp50miliar.
 
Terus di akherat ada juga?
Ada guys. Berbagai organisasi Islam kayak MUI, NU, dan Muhammadiyah juga udah kompakan bilang menimbun minyak ini haram, dan dosanya besar, dan Insya Allah sih bisnis u bisa bangkrut. Tapi ya gitu, ga mempan. Minyaknya masih langka aja. Sampe Pak Jokowi yang pulang berkemah minggu lalu aja langsung rapat soal minyak, terus DPR, Pak Lutfi juga masih puyeng… apalagi kita-kita warga commoners yang masih belum juga nemu nih, gimana cara anti-gagal masak bakwan dengan direbus ya?
 
EHEHEHE lanjut…
Nah jadi rapatnya Pak Jokowi Selasa kan tu ya guys, terus Kamis nya, Pak Lutfi ngumumin deh soal kebijakan menghapus HET itu. Pas lagi meeting sama Komisi VI DPR RI, Pak Lutfi bilang kalau Permendag Nomor 06 Tahun 2022 tentang Aturan HET udah dihapuskan dan diganti dengan aturan baru di mana harga minyak goreng sekarang jadi menyesuaikan sama harga pasar aja, guys. Sesuai arahan Presiden.
 
Okay….
Hal ini juga dikonfirmasi sama orang-orang di Kantor Staf Presiden aka KSP. Tenaga Ahli Utama di KSP, Edi Priyono bilangnya Pak Jokowi dan Kemendag emang mencabut aturan HET itu biar kebutuhan masyarakat ke minyak goreng ini tetap terpenuhi. Selain itu, biar industri juga tetap berjalan. Jadi kayak diambil jalan tengahnya gitu, masyarakat yang butuh minyak goreng, barang ada. Terus produsen yang butuh cuan, cuannya ada. Karena ngikutin harganya pasar, bukan HET lagi.
 
So, the problem is solved?
Not reaally. Setelah aturan Peraturan Menterinya disahkan dan berlaku, emang sih pasokan minyak goreng langsung guys lancar di pasar dan melimpah malah. Tapiii, karena nggak ada HET dan harganya ngikutin harga pasar, jadi yha terbang tinggi deh tuh harga minyak goreng. Bisa sampai Rp20ribu per liter. Oke Nurwan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag bilangnya produsen-produsen migor tuh emang nunggu kepastian HET dicabut apa enggak. Karena kalau dikeluarin semua tapi harganya masih HET, yha produsen rugi, guys.
 
Geez….
Yep, terkait kebijakannya Pak Lutfi ini, pimpinan DPR bikin kesimpulan bahwa Kemendag tuh rupanya berpihak ke pengusaha, bukan ke rakyat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Pak Dasco, Kemendag sebenarnya bisa aja bertindak tegas pake Permendag Nomor 6 tentang aturan HET tadi. Selain itu, Pak Dasco juga bilang Kemendag sebenarnya bisa cabutin izin produsen-produsen migor kalau nggak bikin minyak gorengnya sesuai kebutuhan rakyat.
 
Got it. Anything else?
Nah walaupun udah minta maap karena ngga bisa ngalahin para mafia minyak, namun Pak Lutfi menegaskan bahwa pihaknya ngga akan menyerah dalam menindak para mafia dan spekulan yang bikin minyak goreng jadi langka. Karena yha stoknya tuh sebenarnya masih ada dan masih bisa banget buat mencukupi kebutuhan orang-prang guys, cuma emang perlu diusut aja itu mafia dan oknum-oknum yang bikin keadaan sekarang jadi ada di titik yang kritis dan mendesak.