MotoGP Segera Dimulai di Mandalika, NTB, Mayoritas Warga di 3 Provinsi Tanah Air Tidak Setuju Pemilu Diundur, Eksekusi Massal di Saudi Arabia, Starbucks Lebih Agresif Mengurangi Penggunaan Plastic Cups

53

Hello

Good morning! Welcome to another day closer to the weekend! Just a quick tip that if you are already feeling tired or overwhelmed by the job and deadlines, remember that you are allowed to take a break. Have a little walk, call your bestie, or just… stay longer in bed with your pets. Hang in there!

When you missed the MotoGP parade in Jakarta yesterday…

Here’s your catch up!
Iya guys, jadi ajang balap motor dunia MotoGP kan rencananya bakalan segera dimulai di Mandalika, NTB in a few days. Jadinya kemarin, para pembalap MotoGP yang udah pada di Indonesia menggelar parade di jalanan Jakarta.
 
Tell me more.
Oke. Setelah terakhir jadi tuan rumah buat acara balap motor tuh di tahun 1997 lalu, finally after 25 years, Indonesia kembali dipercaya jadi tuan rumah buat ajang balap motor paling bergengsi di dunia ini. Adapun lokasi tempat balapannya itu ada di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Nah kenapa di Mandalika, juga ada pertimbangannya nih guys, di antaranya adalah karena Mandalika merupakan destinasi wisata prioritas yang bisa ikut membantu menarik wisatawan asing datang dan nge-uplift aspek ekonomi daerah.
 
Okay….
Nah terus sirkuitnya juga udah dibangun mulai tahun lalu. Saat ini, pembangunannya juga udah selesai dan udah diperiksa juga kesiapan dan keamanannya buat balapan  oleh FIM selaku Federasi Olahraga Sepeda Motor Internasional. FIM juga udah menyatakan bahwa sirkuitnya aman dan udah sesuai standar, pokoknya jadi dah ini MotoGP dari tanggal 18-20 Maret besok.
 
Udah mantep aja yha…
Yoi, shout out to Pemerintah Daerah NTB dan stakeholders lain yang udah nyiapin acara ini dengan persiapan yang super duper matang. Akomodasi udah oke, transportasi kayak shuttle bus buat keliling kawasan sirkuit juga udah ready. Terus angka Covid di NTB tuh emang lagi rendah yha, dengan positivity rate sebesar 1,55 %, dan dengan prokes yang ketat, yakin deh bakalan mantep ini event MotoGP. Jadi, sebagai kick-off dari gelaran ini, beberapa pembalap yang udah tiba di Jakarta sowan dulu sama Presiden kita di Istana Merdeka, Jakarta.
 
Ngapain?
Silaturahmi aja, guysngobrol-ngobrol. Adapun beberapa nama beken yang ikutan ketemu Pak Jokowi kemarin ada Marc Marquez, Joan Mir, Maverick Vinales, Andrea Dovizioso, sama Francesco Bagnaia plus 12 orang lainnya. Terus, di pertemuan itu, Pak Jokowi juga cerita kalau dia suka motoran juga kalau lagi kunjungan ke daerah-daerah, ketemu masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka.
 
I see. Terus-terus?
Nah abis dari Istana Presiden, pembalap-pembalap itu lanjut konvoi di jalanan Jakarta. Sebenernya Jokowi mau ikutan tuh guys, cuma yha nggak dibolehin karena alasan keamanan. Beliau kondisinya juga lagi nggak fit. Jadi yha pembalapnya aja yang konvoi lewat Jalan Medan Merdaka Utara, terus ke Medan Merdeka Barat, lewatin RRI terus berhenti di depan Hotel Kempinski di Bundaran HI. Parade yang super langka ini kemudian ramai didatangi warga yang ada di area tersebut, dan saking serunya, mereka ga mempan dibubarin polisi.
 
Excited bgt sama MotoGP pasti…
Iya. Excitement warga lokal dan dunia terhadap event MotoGP ini juga ketahuan dari jumlah tiket yang udah habis kejual. Pak Jokowi bilang, setidaknya udah ada 60 ribu tiket yang ludes kejual. That being said, Pak Jokowi optimis kalau Indonesia bakalan setara sama negara-negara lain yang sukses nyelenggarain event kelas dunia kayak MotoGP gini. Terus, buat kamu-kamu yang udah beli tiketnya, kamu udah bisa tukerin itu tiket per hari ini di spot-spot yang udah disiapin panitia guys. Salah satunya ada di lokasi eks Bandara Selaparang, Mataram.
 
I see. Anything else I should know?
In case kamu penasaran kalau hujan ntar gimana, tenang aja guys. Menteri Parekraf Sandiaga Uno udah bilang mereka bakalan kerjasama bareng BRIN, BMKG, sama TNI AU yang bisa bantu mitigasi sama modifikasi cuaca. Pak Sandi bilangnya nggak akan lagi pakai pawang hujan, kapok guys karena pernah pakai sekali, eh teteup juga hujan deres, hiks.

When you think pemilu diundur is not a good idea….

You’re not alone.
Iya guys, rame-rame pemilu diundur yang katanya didukung oleh 100juta warga +62 ini masih berlanjut. Jadi baru aja, lembaga survei Charta Politika mengumumkan hasil surveinya bahwa mayoritas warga di tiga provinsi di tanah air justru nggak setuju kalau pemilunya diundur, gengs.
 
Ya tapi kan masih ada 110juta yang setuju…

Ihihihiyy ya ugha ya. Jadi gini guys, kemarin, lembaga survei Charta Politika menyatakan bahwa mereka baru aja melakukan survei yang berfokus pada tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, sama Lampung. Terus surveinya dilakukan dari 27 Februari sampai 9 Februari kemarin, dan metode yang digunakan adalah dengan cara wawancara langsung aka tatap muka pakai kuesioner terstruktur.

 
Hasilnya?

Dan hasilnya, jeng jeng jeng… warga lebih banyak yang ngga setuju pemilu diundur daripada yang setuju *pura-pura kaget*. Adapun penolakan ini tertinggi datang dari Jawa Timur, yang jadi ironis sebenernya guys, secara ide pemilu diperpanjang itu datang dari Muhaimin Iskandar, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang lumbung suaranya ada di Jatim. Adapun warga yang menolak pemilu diundur di Jawa Timur mencapai 70,6%, sementara di Jawa Barat persentasenya 65,3 %, terus di Lampung 63,6%.

 
Tapi kan masih ada 110juta…
On that, OK. Let’s talk about it. Iya jadi sekitar weekend kemarin, kita juga dibikin bertanya-tanya soal pernyataan dari Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di podcastnya Deddy Corbuzier yang bilang bahwa dirinya punya big data yang meng-capture aspirasi rakyat. Hasilnya, ada 110 juta percakapan di media sosial yang setuju kalau pemilu 2024 ditunda. Selain itu, beliau juga bilang bahwa masyarakat menengah ke bawah itu pengen hidup tenang, yang penting ekonomi, dan cape banget plz sama cebong kampret-cebong kampretan.
 
Wow jangan-jangan bener ini…
Ya bisa jadi. Tapi kemarin sih Opung Luhut menolak untuk membuka big datanya tersebut. Kata Opung: “Ya pasti adalah, masak bohong? Ya janganlah, buat apa dibuka?” Selain itu, Opung juga bilang banyak warga yang keberatan sama biaya pemilu yang mahal banget mencapai 26 triliun, dalam kondisi yang masih pandemi gini.
 
I see. Did anyone say anything?
Ada. banyak pihak yang menyayangkan kenapa sampai ada perang data perang hasil survei kayak gini. Apalagi kalau datanya dihimpun langsung oleh Opung Luhut yang bukan ranahnya dia ngurusin ini. Kata Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, presiden tuh udah berulang kali dan secara tegas menyampaikan kalau mau menghormati konstitusi yang ada dan mau tetap pemilunya di 2024 aja. Nah tapi kenapa masih digoreng mulu ini isu pemilu.
 
Okay…

Terus, Ketua DPR RI Puan Maharani bilang kalau PDI-P tuh juga punya data sendiri terkait isu pemilu ini. Dan kalau diliat dari datanya Opung Luhut di mana bilang PDI-P setuju pemilu diundur, Mbak Puan bilang itu nggak bener. Karena datanya PDI-P nggak menunjukkan adanya persetujuan buat pemilu diundur. Selain PDIP, hasil jajak pendapat oleh Litbang Kompas juga menunjukkan bahwa partai-partai lainnya kayak Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, sama PKS juga setujunya tuh pemilu tetap on time di tahun 2024.

 
Aish.. anything else?
Fyi dari awal juga emang udah ditegaskan sama Pak Jokowi kalau presiden sendiri bakalan tetap menghormati konstitusi tapi juga nggak melarang kalau ada yang ngusulin penilu diundur dengan alasan demokrasi. Tapi, banyak pihak juga yang bilang kalau pemilu ini sampai diundur, itu cuma bakal melanggengkan kekuasaan partai politik yang sekarang dan orang-orang lain pendukung pemerintah aja guys.

When we’re gonna talk about Saudi Arabia but not about the Hajj…

Terus soal apa dong?
Soal eksekusi massal yang dilakukan oleh Saudi Arabia hari Sabtu minggu lalu. Eksekusi ini mengejutkan banyak pihak karena jumlah orang yang dieksekusinya banyak banget, yakni mencapai 81 orang. Ini juga disebut sebagai ‘the largest mass execution of Saudi Arabia in modern history’.

Background pls.
Ok. Jadi emang sebagai negara konservatif, hukuman mati atau eksekusi ini masih jamak di lakukan di Saudi Arabia. Nah Sabtu lalu, negara gurun ini baru aja mengeksekusi mati 81 orang guys. Angka ini bahkan melebihi eksekusi massal terbesar sebelumnya yang dilakukan pada tahun 1980 dengan jumlah korban 63 orang. Adapun eksekusinya ngga dibilangin berlokasi di mana, namun dalam pengumumannya di tv minggu lalu, media pemerintah bilang bahwa para terdakwa ini udah mengikuti langkah setan, makanya dieksekusi.
 
Whaaat? Emang mereka pada ngapain si?
Well, ada beberapa alasan sih kenapa para terpidana ini bisa dihukum sampe dieksekusi mati. Jadi kalau dalam hukum yang berlaku di sana, pelaku pembunuhan maka hukumannya dibunuh juga. Jadi mereka yang dieksekusi Sabtu kemarin itu ada pelaku pembunuhan pada warga Saudi baik perempuan, laki-laki maupun anak-anak, terus ada juga orang-orang yang termasuk kelompok teroris Al-Qaeda, ISIS, hingga pendukung kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Terus, secara spesifik yang dieksekusi itu ada 73 orang Saudi, 7 orang Yaman, dan 1 orang Suriah. Totalnya 81.
 
I see. Did anyone say anything?
Yep, tentunya banyak pihak yang mengecam eksekusi massal ini, salah satunya datang dari European Saudi Organization for Human Rights. Menurut direkturnya, Ali Adubisi, eksekusi ini bener-bener melanggar HAM karena ke-81 orang itu udah disiksa dulu sebelumnya. Terus, pengadilannya juga dilakukan rahasia banget, yang abis itu ditarik kesimpulan kalau eksekusi ini  adalah bentuk kebalikannya dari justice aka keadilan.
 
Terus siapa lagi yang komen?
Komisioner PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet juga mengecam aksi ini, dan meminta supaya Saudi Arabia udah please stop dulu deh hukuman mati kayak gini, karena ngga sejalan dengan prinsip HAM dan harkat martabat manusia. Terus Bu Michelle juga bilang bahwa di antara yang dieksekusi mati itu, 41 di antaranya adalah Muslim Syiah yang merupakan kelompok minoritas di Saudi Arabia, dan sebelumnya pernah melakukan aksi protes terhadap pemerintah. Selain itu, ada warga Yaman yang ga sejalan dengan kebijakan Saudi di negaranya, dan satu orang warga Suriah. Menurut Bu Michelle, orang-orang ini tidak mendapatkan proses peradilan yang adil dan ngga melakukan aksi kriminal yang serius banget gitu, menurut hukum internasional. Karenanya plz Arab Saudi jangan eksekusi-eksekusian dulu.
 
I see. Anything else I should know?
Kejadian ini tentunya bikin shock warga internasional guys, karena bisa dibilang kita kecele lah. Secara kan belakangan ini Putra Mahkota Mohammed bin Salman melakukan banyak modernisasi di negaranya, kayak cewek udah boleh nyetir, boleh keluar sendiri, hingga dibukanya bioskop buat hiburan warga. Terus selama pandemi kemarin, angka eksekusi mati di sana juga hampir ga ada, makanya kirain udah beneran jadi modern gitu lo guys, ternyata masih aja ni eksekusi-eksekusian. About that, Prince Salman emang sempat bilang kalau ada satu tindak kejahatan yang harus dihukum mati dan itu dasar aturannya udah jelas, yaitu Al-Quran yang otomatis nggak bisa kita langgar. Tindak kejahatan itu berupa pembunuhan, atau ancaman pembuhan.

Who’s decided to change its outfit?

Starbucks.
 
Iya ni guys, chain kopi asal Seattle, Amerika Serikat itu baru aja mengumumkan bahwa mereka bakal berupaya untuk lebih agresif dalam mengurangi penggunaan single-use plastic cups yang selama ini kita pake kalo beli Sbux. Iya, kalo sekarang kan mayoritas pembeli Starbucks pasti belinya di gelas plastik yang ada logo ikonik-nya itu kan, tapi Sbux baru aja memutuskan nih, bahwa mereka mau bikin masyarakat lebih banyak beli kopinya dengan pake mug, tumbler, atau bahkan mug yang bisa disewa, dan eventually, seluruh konsumen Starbucks diharapkan udah ga pake gelas plastik lagi. All of these adalah karena mereka pengen mengurangi penggunaan gelas plastik sekali pakai yang end up mencemari lingkungan.
 
Untuk menjalankan program ini, Sbux udah berencana bahwa by 2025, pembelinya bisa punya personal cup di gerai Starbucks pilihannya, atau bisa juga ikutan program borrow-a-mug di mana mereka bisa nyewa, dan pas mug-nya dibalikin, maka duit depositnya juga bakal dibalikin. Adapun programnya udah mulai diujicoba di beberapa lokasi di Amerika Serikat, dan so far sih sambutan masyarakat lumayan positif ya. Makanya Sbux yakin nih, bahwa program baru ini bakal disambut dengan baik oleh customernya.

“Kalau Lapar Makan Pop Mie”

Wwkwkwk gitu guys kata Ketua MPR RI Pak Bambang Soesatyo pas bercerita soal pengalamannya berkemah sama presiden Joko Widodo dan jajaran menteri lainnya di lokasi IKN baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, di awal minggu ini. Kata Pak Bamsoet, emang fasilitas berkemahnya terbatas banget, ga ada AC, dan kalo laper cuma ada kue, buah-buahan dan Pop Mie.
 
Pak Bamsoet is you during tanggal tua…

Announcement


Thanks to Jung Jaehyun for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

To minimize the risk of you getting type 2 Diabetes, try these drinking habits.