Meta Perbarui TnC Terkait Ancaman Pembunuhan

167

Who’s updated their TnC?

META.
Yoi guys, jadi Meta, yang merupakan induk perusahaan sosial media Facebook dan Instagram baru aja meng-update terms and conditions mereka di platformnya terkait ancaman pembunuhan.
 
HAH?
Iya, jadi Senin kemarin, dalam memo internalnya, Meta ngingetin para karyawannya bahwa platform mereka melarang dengan keras adanya postingan yang berisi seruan untuk pembunuhan kepala negara. Memo ini muncul seiring dengan berbagai kontroversi terkait kebijakan Facebook untuk sedikit melonggarkan aturan hate speech di Ukraina.
 
Tell me more!
OK. Jadi seiring dengan serangan Rusia ke Ukraina yang makin menjadi-jadi, Meta kemudian melonggarkan dikit aturan soal hate speech-nya untuk para users di Ukraina. Dengan adanya aturan ini, maka para pengguna Facebook dan Instagram bisa mengekspresikan sentimen mereka yang “violent” terhadap aksi invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina. Nah namun jadinya, banyak postingan yang berisi ancaman pembunuhan, termasuk di antaranya pada world leaders, walaupun yha Meta ngga secara spesifik menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
I see…
Nah seiring dengan aturan baru ini, Rusia juga ngga tinggal diam guys. Minggu lalu, komite investigasi Rusia menyebut bahwa dengan berlakunya aturan itu, maka Meta udah mengajak user-nya untuk melakukan pembunuhan dan memunculkan kerusuhan. Terus, kebijakannya juga merupakan tindak pidana di Rusia, karena udah mengajak publik untuk melakukan tindakan ekstrim hingga membantu aktivitas teroris.
 
Terus gimana?
Nah walaupun ga langsung menjawab tuduhan ini, pihak Meta menegaskan bahwa mereka melarang ujaran kebencian terhadap Rusia di luar konteks invasi Ukraina. Lebih lanjut, Global President-nya Meta, Nick Clegg menyebut bahwa pihaknya stands against Russophobia. Jadi mereka nggak ada toleransi lagi buat segala tindakan genosida, ethnic cleansing, ataupun bentuk diskriminasi lainnya. Gitu juga sama bentuk-bentuk harassment dan violence di platformnya Meta. Buat orang-orang Rusia, atau orang-orang lain di mana pun berada.
 
I see. Anything else I should know?
Kondisi per-sosmed-an di Rusia emang lagi terbatas banget guys, setelah Jumat lalu, Rusia resmi mem-block Instagram dari negaranya. Kebijakan ini menyusul pem-block-an sebelumnya terhadap Facebook dan Twitter yang udah lebih dulu dilakukan. Nah dengan kondisi begini, warga Rusia jadi heavily relies on Telegram yang jadi opsi utama mereka untuk berkomunikasi saat ini.