Mantan Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Dipecat Dari IDI, AS & Negara Barat Memberikan Sanksi Untuk Myanmar, Warteg Tetap Buka di Bulan Puasa Tanpa Display Makanan, Nostalgia Dapat Menghilangkan Rasa Sakit

115

Hello

Hello there. Welcome to Tuesday. If today is just another ordinary, usual day for you, remember you can always make it better. Wear your favorite outfit, have a good breakfast, and listen to your favorite music. Have a great one!

Who’s saying “You are not part of us anymore”

Ikatan Dokter Indonesia aka IDI.
To dr. Terawan.
 
Hah gimana? 
Yep, sejak kemarin, kita tentunya sering liat berita soal keputusan IDI yang baru aja memecat mantan Menteri Kesehatan RI, dr. Terawan dari keanggotaan mereka. Dengan dipecat, maka dr. Terawan jadi gabisa praktek deh guys, karena rekomendasinya ada di IDI.
 
But…. how did we get here? 
Jadi gini ceritanya, guys. Sama kayak perhimpunan-perhimpunan lain, IDI ini juga ada pertemuannya gitu kan, yang mana di sini dikenal sebagai Muktamar. Nah, di Muktamar IDI tiga tahun lalu yang digelar di Samarinda, sebenernya pernah dibahas tuh soal rekomendasi pemecatan Terawan dari keanggotaan IDI. Tapi waktu itu nggak di-follow up lagi. Nah terus, Jumat kemarin banget tuh para dokter-dokter abis Muktamar lagi di Banda Aceh, dan dii situlah dibahas lagi soal rekomendasi pemecatan Terawan.
 
Tapi kenapa harus dipecat?
A few reasons, menurut IDI. Jadi at least ada lima pelanggaran etik berat yang dilakukan Terawan. Pertama, doi pernah dikenakan sanksi oleh IDI pada tahun 2018, tapi sampai saat ini beliau belum nyerahin bukti udah menjalankan sanksinya. Kedua, ybs melakukan promosi ke masyarakat luas tentang vaksin nusantara sebelum penelitiannya selesai.
 
Lanjut…
Nah yang ketiga, beliau pernah menjabat sebagai ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Klinik Indonesia, tapiii, pembentukan perhimpunannya itu nggak melalui prosedur yang udah ditetapkan sama IDI. Terus pengesahannya juga nggak lewat Muktamarnya IDI, guys. Last but not least, Terawan waktu itu pernah pengen mutasi dari Jakarta Pusat ke Jakarta Barat, yang salah satu syaratnya adalah mengisi form mutasi keanggotaan yang berisi pernyataan tentang sanksi organisasi dan/atau terkena sanksi Ikatan Dokter Indonesia. Berangkat dari berbagai alasan ini, maka dalam muktamarnya itu IDI udah bulat hati nih untuk memecat Terawan dari keanggotaan.
 
Terus Pak Terawan sekarang gimana?
Yha sedih sih. Dalam keterangan tertulisnya, Terawan bilang dia masih sangat bangga dan merasa terhormat berhimpun di IDI. IDI tuh udah kayak rumah kedua buat Pak Terawan katanya, tempatnya bersama saudara-saudara sejawat dan bernaung. Lebih jauh, Pak Terawan juga bilang ke teman-teman dokternya yang lain buat nggak menimbulkan huru-hara dan kisruh politik, karena masih pandemi. Kasian sejawat lain di daerah-daerah lain yang kena imbasnya. Soal sumpah dokternya, Pak Terawan bilang dia bakal selalu membaktikan hidupnya buat perikemanusiaan, mengutamakan kesehatan pasien, dan kepentingan masyarakat.
 
I see. Kemenkes ada tanggapan, nggak? 
Nah kalau dari Kementerian Kesehatan sendiri, disampaikan oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin, pihaknya bakalan membantu proses mediasi antara Terawan sama IDI. Biar komunikasinya juga enak, terus situasinya juga makin kondusif. Pak Budi juga bilangnya diskusi, komunikasi, sama hubungan IDI dan seluruh anggotanya bisa baik-baik aja. Apalagi ini masih pandemi, di mana tenaga kesehatan tuh masih sangat dibutuhkan, gengs. Belum lagi kalau pasca pandemi. Makanya jangan ada konflik-konflik dehh.
 
Anyone else says anything?
Yep. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sih ngga setuju dengan pemecatan ini dan bilang bahwa keputusan tersebut berlawanan sama aturan IDI yang hanya sebatas rekomendasi. Makanya perlu ada kajian lebih lanjut lagi soal Undang-Undang Praktik Kedokteran dan dokumen lain, biar jelas juga. Selain dari DPR, dukungan buat Terawan juga muncul dari petisi lo, berjudul “Save dr. Terawan” dan udah ditandatangani sama ribuan orang di Indonesia.
 
Anything else I should know? 
Nah, despite of track record Pak Terawan yang udah jadi Letnan Jenderal, pernah jadi Direktur RSPAD, mantan Menteri Kesehatan juga, tapi emang hubungan Pak Terawan sama IDI nih emang lumayan complicated. Sebelumnya di tahun 2018, beliau juga pernah dijatuhkan sanksi sama IDI, bahkan sampe diberhentikan sementara gara-gara dinilai melanggar kode etik kodokteran Indonesia. Hal ini adalah karena beliau menguji dan mengiklankan hasil penelitiannya yang belum teruji kebenarannya.

Now everybody’s eyes are on Myanmar…

Seiring dengan pemerintahan kudeta militernya yang masih berjalan.
 
Iya guys, jadi baru aja kemarin nih, Amerika Serikat dan negara-negara barat menjatuhkan  sanksi buat salah satu negara tetangga kita di ASEAN, Myanmar.
 
Why?
Well, semuanya berawal dari kudeta yang dilakukan sama tentara militer Myanmar untuk menjatuhkan pemerintahan legitnya Myanmar yang dipimpin Aung Suu Kyi pada Februari tahun lalu. Di hari itu, mereka sampai menewaskan lebih dari 100 orang warga sipil dan mengambil alih pemerintahan Suu Kyi dan menempatkan tokoh demokrasi itu sebagai tahanan rumah. Sejak saat itu, Myanmar mengalami krisis berkepanjangan, di mana kelompok anti militer melakukan aksi perlawanan yang dihadapi oleh tentara militer. Hasilnya, sejauh ini ada ribuan orang termasuk anak-anak, wanita, dan aid workers yang tewas. Belum lagi kerusakan infrastruktur dan berbagai kerugian lainnya.
 
Terus terus? 
Nah makin lama, kekejaman tentara militer dalam upayanya meredam protes anti militer yang dilakukan warga makin agresif guys. Mereka ga ragu-ragu buat membakar satu kampung kalo dinilai kampung tersebut jadi tempat persembunyian tentara anti pemerintah. Karenanya, Amerika Serikat dan negara-negara barat tadi memutuskan untuk menjatuhkan sanksi pada militer Myanmar atas tindakannya itu.
 
Sanksinya apa tu?
Jadi sanksinya hanya fokus aja buat para personil militer senior yang banyak melakukan aksi kekejaman terhadap kelompok sipil. Secara spesifik, AS nge-highlight tokoh-tokoh militer yang dinilai mengontrol perdagangan senjata di Myanmar. Selain itu, tokoh militer lain yang juga dijatuhi sanksi adalah kelompok unit tentara yang ngebakar hidup-hidup 30 warga sipil padahal mereka masih ketahan di mobil mereka masing-masing pada Desember tahun lalu. Amerika Serikat ngeliat tindakan-tindakan ini brutal dan biadab banget, makanya mereka bakal dikenakan sanksi sama AS.
 
Sanksi gimana emang? 
Well, kurang lebih sama sanksi yang AS jatuhkan ke Rusia, di mana sanksinya akan terkait ekonomi. Jadi para personil militer tadi nggak akan bisa mengakses aset mereka di Amerika Serikat, karena akunnya bakal dibatasi, bahkan diblokir. Terus, perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat juga nggak diperbolehkan buat melakukan transaksi bisnis sama mereka-mereka yang dikenakan sanksi.
 
Selain AS ada siapa lagi? 
Ada Kanada yang juga ikut menjatuhkan sanksi ke tokoh militer yang dinilai mengontrol supply senjata ke rezim Myanmar yang sekarang berkuasa. Disampaikan oleh Menlu Kanada, Melanie Joly dalam keterangannya, Canada stands with solidarity bersama orang-orang Myanmar. Beliau juga bilang pemerintahan Kanada nggak akan tinggal diam sementara rezim militer di Myanmar terus-terusan mengabaikan hak hidup dan harkat martabat warganya sendiri.
 
OK….
Selain AS dan Kanada, ada juga Inggris. Inggris juga nggak mau ketinggalan menjatuhkan sanksinya ke oknum-oknum yang terlibat kuat sama rezim militer di Myanmar. Secara spesifik, Inggris bakalan nge-freeze asset punya tokoh militer yang ada di negara mereka. Selain itu, pemerintah Inggris juga melarang orang-orang dari junta militer itu untuk masuk ke negara mereka. Selain itu, Amanda Milling, Menteri urusan regional Asia dan Timur Tengah Inggris menyebut bahwa Inggris bakalan selalu ada di garis terdepan membela kebenaran, demokrasi, dan supremasi hukum dan meminta siapa pun yang terlibat dalam rezim ini untuk bertanggung jawab.
 
Anything else I should know now?
Well, tentara Myanmar tuh emang sering banget menuai kecaman karena mereka langganan melanggar HAM, gengs. Di tahun 2017 kemarin, militer Myanmar pernah melancarkan operasi yang membuat 730 ribu Muslim Rohingya harus jadi pengungsi di negara-negara lain, termasuk ke Indonesia. Akibat dari tindakan ini, AS menyebut kebijakan Myanmar terhadap pengungsi Rohingya adalah salah satu bentuk genosida. dan berlawanan dengan hukum internasional.

When Ramadhan is only a few days left….

Warteg bergorden is coming, guys.
 
Ber-what?
Bergorden, aka ditutupin gorden gitu. Yep, jadi tahun ini, warteg di depan kosan kamu yang suka jualan comfort food khususnya di akhir bulan itu tetap boleh buka guys di bulan puasa. Tapi ada syaratnya, yaitu nggak boleh nge-display makanannya.
 
Tell me more. 
Sure. Jadi kamu udah familiar nih tentunya, bahwa dari tahun ke tahun selalu ada aja tu perdebatan soal warteg yang buka di siang hari di bulan Ramadan. Dengan alasan menghormati orang-orang yang lagi puasa, sering kali kita ngeliat warteg maupun rumah makan yang di-sweeping kelompok ormas. Nah tahun ini, Majelis Ulama Indonesia aka MUI udah confirmed guys, bahwa warteg masih boleh buka, asal nggak boleh ngeliatin makanannya ke orang-orang yang lagi puasa.
 
OK…
Adapun hal ini udah dikonfirmasi langsung oleh Ketua MUI, Cholil Nafis. Menurut Kiai Cholil, momen puasa tuh jangan sampai jadi menutup hajat orang lain yang emang nggak puasa atau nggak bisa puasa tapi jadinya harus ribet gara-gara warung makannya tutup. Yep, karena kan ada juga guys yang ngga puasa, misalnya non-muslim, muslim tapi lagi sakit, perempuan yang lagi dapet, atau orang-orang yang lagi dalam perjalanan aka musafir. Jadi silakan buka aja warung makannya ceunah.
 
Oh  peraturannya dari MUI ya? 
Secara teknis nggak, guys. Ketua MUI Kabupaten Tangerang, H. Ues Nawawi bilangnya MUI tuh nggak punya kapasitas buat melarang warung makan harus tutup sepenuhnya atau tetap buka, karena wewenangnya ada di Satpol PP kan. Jadi yang bisa MUI lakukan cuma menghimbau dan meminta para pelaku usaha buat menghormati dan tenggang rasa aja. Biar puasa juga jadi momen yang sakral as it should be dan nggak ternodai dengan hal-hal kayak gini.
 
I see…. 
Nah, berangkat dari imbauan Kiai Cholil tadi, maka bermunculan lah aturan-aturan lainnya yang dikeluarkan sama MUI di level daerah. Misalnya di Tangerang yang merupakan wilayah kerjanya Haji Ues tadi, maka pemilik rumah makan diminta buka di jam dekat-dekat buka puasa sama sahur aja. Hal ini juga berlaku buat penjual-penjual makanan dan minuman tepi jalan. Tempat hiburan malam juga harus tutup selama bulan Ramadan dan boleh buka lagi satu minggu setelah lebaran.
 
Got it. Anything else I should know? 
Selain membolehkan warung makan untuk tetap buka under certain conditions, MUI juga meminta supaya jangan ada lagi deh sweeping-sweepingan, karena kegiatan perekonomian harus tetap berjalan di bulan Ramadan. Hanya saja, perlu dilakukan dengan bijak terutama pengusaha yang menjajakan makanan.

Who’s singing: We keep this love in Photograph…

Ed Sheeran?
 
Yep, and you should too. Karena ternyata guys, nostalgia aka mengingat-ingat masa lalu tuh bisa menghilangkan rasa sakit lho. Hal ini diketahui dari hasil penelitian yang baru aja di-publish oleh Jurnal JNeurosci kemarin. Jadi dalam melakukan penelitiannya itu, para researcher dari Chinese Academy of Sciences and Liaoning Normal University meminta para peserta riset untuk memberikan tingkatan rasa sakit yang mereka rasakan ketika kena panas. Nah sambil terekspos ke rasa sakit tadi, mereka juga diminta untuk sambil ngeliat foto-foto masa lalu, baik itu kartun, permainan masa kecil, hingga snack jadoel. Terus, foto-foto ini dibandingin sama foto jaman sekarang untuk diliat perbedaannya. Selanjutnya ketika melakukan seluruh percobaan ini, seluruh peserta yang berjumlah 34 orang itu di-scan otaknya menggunakan MRI. Hasilnya, diketahui bahwa ngeliat foto-foto yang membuat kita mengenang masa lalu bisa mengurangi rasa sakit dibanding foto jaman sekarang. Menurut Joe Yazhuo Kong selaku salah satu peneliti dalam penelitian ini, sebenernya hasil tersebut make sense karena perasaan nostalgia adalah emosi positif yang bisa bikin orang rileks. Misalnya, seorang individu tentu bisa merasa senang dan damai setelah ngeliat foto jadulnya bareng keluarga maupun teman-teman. Selain itu ga cuma foto, tapi makanan, permen masa kecil atau cookies juga bisa ngingetin seseorang sama masa lalu. Nah guys, dengan penelitian ini, diharapkan nostalgia bisa jadi alternatif yang murah dan mudah diakses untuk menjadi mekanisme dalam me-manage rasa sakit bagi masyarakat umum.

“Jangan sampai kita membangun hal yang hanya bisa difoto.”

Gitu guys kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada jajarannya dalam acara musyawarah perencanaan pembangunan (Musrembang) uang digelar kemarin. Kata Pak Anies, sebaiknya pimpinan wilayah tu jangan cuma membangun hal yang cuma bisa difoto, karena banyak juge kebutuhan rakyat yang justru gabisa difoto.

When everything’s for the gram…


Announcement


Thanks to Ilham, Hanifah, Straykids, Papin, Selvi, Aulia, Seseorang, C, Fauzi, Jebing, Giseka, & Rizka for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Going on a first date? Avoid awkward situations by asking these questions.