Luas Hutan Amazon Terus Berkurang

180

What’s getting more and more concerning?

Amazon rainforest in Brazil.
 
What happened?
Karena luasnya terus dan teruuuus berkurang hingga diprediksi, hutan hujan Amazon yang dikenal sebagai hutan tropis terbesar di dunia itu bakal berubah total jadi Savana rerumputan doang dan Amazon udah nggak akan jadi hutan hujan lagi.
 
Lah kok bisa?
Well, thanks to climate crisis. Jadi para ilmuwan tuh udah penelitian gitu kan di mana mereka meng-observe area Hutan Amazon itu lewat data satelit setiap bulannya selama 20 tahun terakhir. Spesifiknya lagi, para peneliti ini meng-observe tingkat kehijauan hutannya buat cari tahu gimana sih perubahannya time by time di tengah kondisi cuaca yang juga nggak menentu ini.
 
Terus hasilnya?
Hasilnya, tiga perempat Hutan Amazon tuh udah nunjukkin tanda-tanda “resilience loss” aka kehilangan ketahanan alias rapuh banget guys hutannya. This means that kalau ada apa-apa kayak kekeringan, hutannya ditebang, apalagi sampai dibakar, nah itu mereka susah banget buat balik ke kondisi normal, dan tanda-tandanya itu udah ada sejak tahun 2000an.
 
Masih bisa diakalin kan tapi?
Sadly, we’re too late. Peneliti di sana bilangnya kondisi resilience loss itu udah nggak bisa diubah lagi, guys. Terus, kan sekarang kondisinya masih banyak pohon dan flora fauna yang hidup di situ tuh, masih bisa dikategorikan hutan hujanlah Hutan Amazon itu. Tapiii, ada potensi Amazon bisa berubah jadi sabana yang isinya rerumputan doang. Walaupun emang tandanya belum keliatan jelas jadi nggak bisa dipastikan kapan hal itu bakal kejadian. But once tandanya udah jelas, we’re too late to fix things.
 
Jadi kita bakalan kena dampaknya dong?
Of course. Secara Hutan Amazon merupakan hutan hujan terbesar di dunia. Selain jadi rumah buat bermacam flora dan fauna, hutan ini juga menyimpan karbon yang jumlahnya buanyakkk banget. Sekarang aja, jumlah karbon yang tersimpan di pohon (dan tanahnya) Hutan Amazon adalah sebanyak 90 miliar ton. Kalau Hutan Amazon udah nggak jadi hutan hujan lagi, yha dia nggak akan nyimpenin karbon dioksida itu lagi. That being said, tempat penyimpanan karbon dioksida di muka bumi ini bakalan berkurang jauh.
 
Aishh. Anything else?
Balik lagi ke resilence loss tadi aka kehilangan ketahanan, ditemukan juga bahwa daerah yang paling berdampak sama kondisi ini adalah daerah yang berdekatan dengan aktivitas manusia. Artinya, emang udah ngga bisa disangkal lagi bahwa us humans adalah penyebab utama berbagai jenis kerusakan lingkungan.