Lonjakan Kasus China Lockdown Lagi

56

Who’s singing “Dan terjadi lagi“?

Chinese people.
 
Wut?
Iya guys, di saat negara-negara barat udah mencabut berbagai pembatasan masyarakat due to Covid dan wacana mengubah pandemi jadi endemi, di China, orang-orang di sana harus di-lockdown lagi. Gara-gara kasus COVID-19 di sana lagi kembali melonjak tajam.
 
Tell me more.
As you know, China adalah negara yang penuh sejarah banget once kita ngomongin COVID-19, secara dari sanalah untuk pertama kalinya wabah ini terdeteksi. Nah namun, China kemudian gercep banget memberlakukan lockdown demi menekan angka penularan covid-19, hingga selang beberapa bulan aja, penambahan kasus di sana mulai terkendali.
 
Okay terus….
Meski begitu, sama kayak di negara lain, pandemi COVID-19 di China ini nggak sepenuhnya ilang, guys. Kasus harian di sana masih bertambah, terus warga sakit yang dirawat di rumah sakit masih ada, hingga warga yang meninggal juga masih ada. Sampai puncaknya tuh di beberapa minggu terakhir ini, di mana per kemarin tuh, udah ada 5.280 kasus baru yang terdeteksi di beberapa daerah di China. Angka ini dinilai sangat mengkhawatirkan, karena bertambahnya dua kali lipat dari sehari sebelumnya. Seiring dengan perkembangan ini, pemerintah setempat langsung melakukan tes masal, dan nggak lama kemudian, aturan lockdown berlaku.
 
Again??
Iya, tapi nggak semua guys. Jadi aturan full lockdown ini berlaku di 13 kota dengan total penduduk sebanyak 30 juta jiwa. Sisanya, ya partial lockdown gitu. Kayak di Shanghai, yang cuma menerapkan partial lockdown. Jadi kayak sekolah, restoran, mal, tuh harus ditutup sementara dulu. Sementara di Changchun, warga di sana harus stay at home. sama kayak di Jilin, bagian north east-nya China yang kedampak parah dengan kasus Covid yang menyentuh angka tiga ribu kasus baru, harus full lockdown juga dan nggak boleh kemana-mana. Adapun lockdown-nya bakal berlangsung selama 7 hari sejak Hari Minggu kemarin.
 
Segitu parahnya yha…
Iya. Hal ini dilakukan karena China nggak mau kecolongan lagi dalam upayanya menanggulangi pandemi ini. Plus, China sekarang tuh lagi menerapkan sebuah sistem namanya Zero Covid, di mana otoritas kesehatan China berupaya untuk mengkontrol kasus Covid di sana dengan total kasus di bawah seratus ribu dan kematian di bawah tiga kasus, out of 1,4 miliar penduduk di sana. Jadi intinya bener-bener terkendali lah.
 
Terus sekarang gimana dong?
Nah selain lockdown, otoritas kesehatan di sana juga udah announce kalau mereka bakalan nge-encourage warganya supaya melakukan tes antigen secara mandiri. Peralatannya sendiri bisa dibeli secara online atau di apotek dan fasilitas kesehatan terdekat, guys.
 
I see. Anything else I should know?
Seiring dengan berlakunya aturan soal full lockdown dan partial lockdown di negeri tirai bambu itu, masyarakat di sana jadi terdorong buat memborong segala bahan makanan aka panic buying. Kejadian ini banyak terekam di sosial media dan bikin masyarakat banyak yang mulai mempertanyakan apakah kebijakan kayak gini tuh adalah yang paling tepat diberlakukan ketika ekonomi juga lagi lesu.