Fenomena “Penceramah Radikal” Pak Jokowi

136

When you’ve been hearing about “penceramah radikal”…

Here’s your full updates.
Yep, selain rame soal ayam geprek yang terbang ke Paris, negeri +62 juga lagi diramaikan oleh fenomena “penceramah radikal” yang di-mention Pak Jokowi beberapa waktu lalu. Hal ini kemudian bikin warga gempar, secara Ramadan bentar lagi kan, terus maksudnya apatu penceramah radikal? Jangan-jangan nanti mengkritik pemerintah dikit bakal dicap radikal?
 
Ok. How did we get here?
Jadi gini ceritanya gengs. Di awal bulan kemaren, Pak Jokowi tu memimpin rapat pimpinan TNI-Polri, di mana acara itu dihadiri oleh banyak tokoh politik kayak Ketua MPR RI Pak Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani, hingga para pimpinan dari TNI Polri. Nah dalam sambutannya, Pak Jokowi bilang kalau istri dan keluarga TNI-Polri tuh jangan sampai sembarangan ngundang penceramah. Karena kalau sampai sembarangan, yang ada bisa menimbulkan radikalisme di kalangan aparat negara. Beliau juga mengingatkan biar personel TNI Polri itu harus hati-hati deh sama radikalisme, terutama soal info-info gajels yang beredar ga jelas di grup-grup WhatsApp…
 
Terus…
Terus, Pak Jokowi juga menegaskan kepada para pimpinan TNI dan Polri untuk meningkatkan kedisiplinan akan hal-hal kecil, misalnya aja soal isu pindah ibu kota di grup-grup WhatsApp. Kan kebijakannya udah diputuskan yah sama pemerintah dan DPR RI, jadi para pimpinan TNI dan Polri juga harus hati-hati sama pembahasan begituan di grup tsb.
 
Lha pemilu 2024 juga udah diputuskan pemerintah dan disetujui DPR…
Ehehehe itu beda gengs. Anyway soal penceramah radikal tadi, statement-nya Pak Jokowi langsung dapet tanggapan berbagai pihak, di antaranya datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam keterangannya, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan meminta Pak Jokowi untuk nge-clear-in nih siapa yang dimaksudnya dengan penceramah radikal, jangan sampe malah bikin simpang siur.
 
Emang siapa si yang dimaksud?
Ya gatau, tapi sih Badan Nasional Penanggulangan Terorisme aka BNPT udah merilis ciri-ciri dari para penceramah radikal. Menurut Direktur Pencegahan BNPT Ahmad Nurwakhid, ciri-ciri penceramah radikal tuh salah satunya adalah anti-pemerintah. Pokoknya tiap ada kesempatan, mereka yang selalu hate speech mulu ke pemerintahan yang sah. Mereka yang kerjaannya nyebarin propaganda, fitnah, adu domba, terus mendukung khilafah. Nah mereka-mereka itu yang bisa disebut penceramah radikal, guys.
 
Terus terus?
Terus selain itu, kalau kamu dengar ceramah yang bawaannya selalu ngekafir-kafirin orang yang nggak sama kayak dia, mau itu dari segi paham atau agama, itulah yang dimaksud sama penceramah radikal. Pokoknya yang intoleran banget lah. Terus eksklusif banget gitu. Apalagi kalau isi ceramahnya tuh sampai mau menyesatkan atau menghilangkan sejarah bangsa kita, diganti sama pahamnya dia yang intoleran dan bawa-bawa SARA itu.
 
Red flag banget. Any words?
Nah menyikapi hal itu, Pak Nurwakhid bilang makanya kita semua tuh harus sama-sama waspada dan commit since day one mau memutus si rantai radikalisme ini. Dalam hal ini, Pak Nurwakhid setuju sama Pak Jokowi buat nggak sembarangan undang penceramah. TAPIII, don’t judge the book by its cover juga ya, guys. Karena penceramah radikal tuh bukan dari how he dresses but how he perceives things. Terus, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jend. Dedi Prasetyo bilangnya yang disampaikan Pak Jokowi tuh bisa jadi pedoman buat mitigasi biar radikalisme nggak semakin menyebar. Buat kebaikan bersama, katanya.
 
Got it. Anything else?
Belakangan ini, lagi beredar juga daftar yang diduga berisi nama-nama penceramah radikal. Ngga tanggung-tanggung guys, jumlahnya mencapai 180 orang, dan ada nama-nama terkenal juga di situ, kayak Abdul Somad (UAS) dan Felix Siauw.