DPR Menilai Menteri Perdagangan Tidak Bisa Diajak Kerjasama

132

When there’s a tension between DPR and Kementerian Perdagangan…

Whoaaa spill the tea!

Of course. Jadi masih terkait minyak goreng nih yang bikin ibu-ibu pada ngantri udah kayak mau masuk venue konsernya BTS, sampai DPR kzl dan geram sendiri gengs gara-gara Menteri Perdagangan Pak Muhammad Lutfi dinilai nggak bisa diajak kerjasama.
 
Wait, how did we get here tho?
Gini, jadi kan ga bisa dipungkiri, meski udah berkali-kali dibilang pemerintah udah menyalurkan minyak ke pasaran, namun sampe sekarang keberadaan minyak goreng ini masih langka. Kalopun ada, harganya itu mahal banget, baik yang dijual di pasar tradisional maupun di pasar retail modern. Terus, udah mahal, eh langka pula. Ini juga yang bikin Kementerian Perdagangan tuh kebingungan ke mana sih ni minyak goreng. Karena harga minyak sawit mentah dunia yang jadi bahan bakunya migor tuh udah turun, guys, lah tapi di Indonesia kok masih tinggi aja nih harganya.
 
Terus…
Nah terus DPR be lyke, “Yuk kita rapat, pak. Biar nggak berlarut-larut ini masalah migor.” Tapi udah dua kali diundang, Pak Lutfi ini ngga hadir dengan berbagai alasan. Nah makanya aksi ini bikin DPR kesel, sampe wakil ketuanya dari Gerindra, Pak Sufmi Dasco Ahmad bilang bahwa kalo sampai undangan ketiga  Pak Luthfi nggak datang juga, DPR bakalan panggil paksa itu Menteri Perdagangan.
 
Waduh….
Beneran guys. Jadi Pak Sufmi juga bilang kalau selama ini, DPR tuh kesulitan banget membangun komunikasi sama pemerintah dan Kementerian Perdagangan terkait urusan minyak goreng ini. Padahal ya mereka kan hanya menjalankan tugas fungsi DPR untuk pengawasan. Apalagi kondisi minyak goreng ini lagi darurat krisis banget, jadi yha tolong kerja samanya aja, gitu katanya. Sebelumnya, ada juga Anggota DPR dari Fraksi PKS, Pak Amin AK, yang mendesak pemerintah supaya buruan bikin kebijakan yang pro rakyat terkait isu minyak goreng ini.
 
I see…
Nah Pak Lutfi sendiri kemarin abis sidakguys. Beliau barengan sama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru aja melakukan sidak stok minyak goreng di salah satu pabrik produsen minyak goreng di Jakarta Utara. Pak Luthfi sendiri menyebut bahwa sebanyak 500 juta liter minyak goreng udah tersalurkan ke masyarakat, guys. Tapi juga nggak ngelak kalau emang masalahnya masih sama dari kemaren, yaitu migornya yang mahal dan langka. That being said, Kementerian Perdagangan bareng sama Polri bakalan beresin masalah ini within 28 hari.
 
Libatin Polri juga?
Ya iya, soalnya kan kalo ketauan menimbun minyak, pelaku bisa dihukum pidana guys. Jadi Polri bakalan membantu buat memastikan ini persediaan minyak goreng harus tetap ada di pasaran. Hal itu disampaikan langsung oleh Jenderal Listyo waktu rapat virtual sama Kapolda dan Kapolres seluruh Indonesia. Jenderal Listyo juga kasih tahu ke bawahannya buat memantau secara ketat produsen-produsen yang takutnya bakalan melakulan eskpor migor diam-diam.
 
Got it. Anything else?
Fyi, masalah kelangkaan minyak yang berlarut-larut ini juga bikin Pak Jokowi tuh angkat bicara untuk yang kesekian kali. Sepulangnya dari kunjungan ke IKN di awal minggu ini, Pak Jokowi langsung memimpin rapat terbatas buat membahas berbagai isu, salah satunya adalah terkait kelangkaan minyak goreng. Dalam akun Twitter-nya, Pak Jokowi juga bilang pemerintah bakalan cari jalan keluar dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.