DPR Menilai Menteri Perdagangan Tidak Bisa Diajak Kerjasama, Lonjakan Kasus China Lockdown Lagi, Meta Perbarui TnC Terkait Ancaman Pembunuhan, 751 Dokter Meninggal Dunia Sejak Pandemi COVID-19 Dimulai

90

Good morning

Wednesday is here, and so is our podcast. Just hit the play button to catch up! with so many issues, on audio version. But if you’re more into reading, you know the drill. All you got to do is scroll down…

When there’s a tension between DPR and Kementerian Perdagangan…

Whoaaa spill the tea!

Of course. Jadi masih terkait minyak goreng nih yang bikin ibu-ibu pada ngantri udah kayak mau masuk venue konsernya BTS, sampai DPR kzl dan geram sendiri gengs gara-gara Menteri Perdagangan Pak Muhammad Lutfi dinilai nggak bisa diajak kerjasama.
 
Wait, how did we get here tho?
Gini, jadi kan ga bisa dipungkiri, meski udah berkali-kali dibilang pemerintah udah menyalurkan minyak ke pasaran, namun sampe sekarang keberadaan minyak goreng ini masih langka. Kalopun ada, harganya itu mahal banget, baik yang dijual di pasar tradisional maupun di pasar retail modern. Terus, udah mahal, eh langka pula. Ini juga yang bikin Kementerian Perdagangan tuh kebingungan ke mana sih ni minyak goreng. Karena harga minyak sawit mentah dunia yang jadi bahan bakunya migor tuh udah turun, guys, lah tapi di Indonesia kok masih tinggi aja nih harganya.
 
Terus…
Nah terus DPR be lyke, “Yuk kita rapat, pak. Biar nggak berlarut-larut ini masalah migor.” Tapi udah dua kali diundang, Pak Lutfi ini ngga hadir dengan berbagai alasan. Nah makanya aksi ini bikin DPR kesel, sampe wakil ketuanya dari Gerindra, Pak Sufmi Dasco Ahmad bilang bahwa kalo sampai undangan ketiga  Pak Luthfi nggak datang juga, DPR bakalan panggil paksa itu Menteri Perdagangan.
 
Waduh….
Beneran guys. Jadi Pak Sufmi juga bilang kalau selama ini, DPR tuh kesulitan banget membangun komunikasi sama pemerintah dan Kementerian Perdagangan terkait urusan minyak goreng ini. Padahal ya mereka kan hanya menjalankan tugas fungsi DPR untuk pengawasan. Apalagi kondisi minyak goreng ini lagi darurat krisis banget, jadi yha tolong kerja samanya aja, gitu katanya. Sebelumnya, ada juga Anggota DPR dari Fraksi PKS, Pak Amin AK, yang mendesak pemerintah supaya buruan bikin kebijakan yang pro rakyat terkait isu minyak goreng ini.
 
I see…
Nah Pak Lutfi sendiri kemarin abis sidakguys. Beliau barengan sama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru aja melakukan sidak stok minyak goreng di salah satu pabrik produsen minyak goreng di Jakarta Utara. Pak Luthfi sendiri menyebut bahwa sebanyak 500 juta liter minyak goreng udah tersalurkan ke masyarakat, guys. Tapi juga nggak ngelak kalau emang masalahnya masih sama dari kemaren, yaitu migornya yang mahal dan langka. That being said, Kementerian Perdagangan bareng sama Polri bakalan beresin masalah ini within 28 hari.
 
Libatin Polri juga?
Ya iya, soalnya kan kalo ketauan menimbun minyak, pelaku bisa dihukum pidana guys. Jadi Polri bakalan membantu buat memastikan ini persediaan minyak goreng harus tetap ada di pasaran. Hal itu disampaikan langsung oleh Jenderal Listyo waktu rapat virtual sama Kapolda dan Kapolres seluruh Indonesia. Jenderal Listyo juga kasih tahu ke bawahannya buat memantau secara ketat produsen-produsen yang takutnya bakalan melakulan eskpor migor diam-diam.
 
Got it. Anything else?
Fyi, masalah kelangkaan minyak yang berlarut-larut ini juga bikin Pak Jokowi tuh angkat bicara untuk yang kesekian kali. Sepulangnya dari kunjungan ke IKN di awal minggu ini, Pak Jokowi langsung memimpin rapat terbatas buat membahas berbagai isu, salah satunya adalah terkait kelangkaan minyak goreng. Dalam akun Twitter-nya, Pak Jokowi juga bilang pemerintah bakalan cari jalan keluar dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Who’s singing “Dan terjadi lagi“?

Chinese people.
 
Wut?
Iya guys, di saat negara-negara barat udah mencabut berbagai pembatasan masyarakat due to Covid dan wacana mengubah pandemi jadi endemi, di China, orang-orang di sana harus di-lockdown lagi. Gara-gara kasus COVID-19 di sana lagi kembali melonjak tajam.
 
Tell me more.
As you know, China adalah negara yang penuh sejarah banget once kita ngomongin COVID-19, secara dari sanalah untuk pertama kalinya wabah ini terdeteksi. Nah namun, China kemudian gercep banget memberlakukan lockdown demi menekan angka penularan covid-19, hingga selang beberapa bulan aja, penambahan kasus di sana mulai terkendali.
 
Okay terus….
Meski begitu, sama kayak di negara lain, pandemi COVID-19 di China ini nggak sepenuhnya ilang, guys. Kasus harian di sana masih bertambah, terus warga sakit yang dirawat di rumah sakit masih ada, hingga warga yang meninggal juga masih ada. Sampai puncaknya tuh di beberapa minggu terakhir ini, di mana per kemarin tuh, udah ada 5.280 kasus baru yang terdeteksi di beberapa daerah di China. Angka ini dinilai sangat mengkhawatirkan, karena bertambahnya dua kali lipat dari sehari sebelumnya. Seiring dengan perkembangan ini, pemerintah setempat langsung melakukan tes masal, dan nggak lama kemudian, aturan lockdown berlaku.
 
Again??
Iya, tapi nggak semua guys. Jadi aturan full lockdown ini berlaku di 13 kota dengan total penduduk sebanyak 30 juta jiwa. Sisanya, ya partial lockdown gitu. Kayak di Shanghai, yang cuma menerapkan partial lockdown. Jadi kayak sekolah, restoran, mal, tuh harus ditutup sementara dulu. Sementara di Changchun, warga di sana harus stay at home. sama kayak di Jilin, bagian north east-nya China yang kedampak parah dengan kasus Covid yang menyentuh angka tiga ribu kasus baru, harus full lockdown juga dan nggak boleh kemana-mana. Adapun lockdown-nya bakal berlangsung selama 7 hari sejak Hari Minggu kemarin.
 
Segitu parahnya yha…
Iya. Hal ini dilakukan karena China nggak mau kecolongan lagi dalam upayanya menanggulangi pandemi ini. Plus, China sekarang tuh lagi menerapkan sebuah sistem namanya Zero Covid, di mana otoritas kesehatan China berupaya untuk mengkontrol kasus Covid di sana dengan total kasus di bawah seratus ribu dan kematian di bawah tiga kasus, out of 1,4 miliar penduduk di sana. Jadi intinya bener-bener terkendali lah.
 
Terus sekarang gimana dong?
Nah selain lockdown, otoritas kesehatan di sana juga udah announce kalau mereka bakalan nge-encourage warganya supaya melakukan tes antigen secara mandiri. Peralatannya sendiri bisa dibeli secara online atau di apotek dan fasilitas kesehatan terdekat, guys.
 
I see. Anything else I should know?
Seiring dengan berlakunya aturan soal full lockdown dan partial lockdown di negeri tirai bambu itu, masyarakat di sana jadi terdorong buat memborong segala bahan makanan aka panic buying. Kejadian ini banyak terekam di sosial media dan bikin masyarakat banyak yang mulai mempertanyakan apakah kebijakan kayak gini tuh adalah yang paling tepat diberlakukan ketika ekonomi juga lagi lesu.

Who’s updated their TnC?

META.
Yoi guys, jadi Meta, yang merupakan induk perusahaan sosial media Facebook dan Instagram baru aja meng-update terms and conditions mereka di platformnya terkait ancaman pembunuhan.
 
HAH?
Iya, jadi Senin kemarin, dalam memo internalnya, Meta ngingetin para karyawannya bahwa platform mereka melarang dengan keras adanya postingan yang berisi seruan untuk pembunuhan kepala negara. Memo ini muncul seiring dengan berbagai kontroversi terkait kebijakan Facebook untuk sedikit melonggarkan aturan hate speech di Ukraina.
 
Tell me more!
OK. Jadi seiring dengan serangan Rusia ke Ukraina yang makin menjadi-jadi, Meta kemudian melonggarkan dikit aturan soal hate speech-nya untuk para users di Ukraina. Dengan adanya aturan ini, maka para pengguna Facebook dan Instagram bisa mengekspresikan sentimen mereka yang “violent” terhadap aksi invasi yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina. Nah namun jadinya, banyak postingan yang berisi ancaman pembunuhan, termasuk di antaranya pada world leaders, walaupun yha Meta ngga secara spesifik menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
I see…
Nah seiring dengan aturan baru ini, Rusia juga ngga tinggal diam guys. Minggu lalu, komite investigasi Rusia menyebut bahwa dengan berlakunya aturan itu, maka Meta udah mengajak user-nya untuk melakukan pembunuhan dan memunculkan kerusuhan. Terus, kebijakannya juga merupakan tindak pidana di Rusia, karena udah mengajak publik untuk melakukan tindakan ekstrim hingga membantu aktivitas teroris.
 
Terus gimana?
Nah walaupun ga langsung menjawab tuduhan ini, pihak Meta menegaskan bahwa mereka melarang ujaran kebencian terhadap Rusia di luar konteks invasi Ukraina. Lebih lanjut, Global President-nya Meta, Nick Clegg menyebut bahwa pihaknya stands against Russophobia. Jadi mereka nggak ada toleransi lagi buat segala tindakan genosida, ethnic cleansing, ataupun bentuk diskriminasi lainnya. Gitu juga sama bentuk-bentuk harassment dan violence di platformnya Meta. Buat orang-orang Rusia, atau orang-orang lain di mana pun berada.
 
I see. Anything else I should know?
Kondisi per-sosmed-an di Rusia emang lagi terbatas banget guys, setelah Jumat lalu, Rusia resmi mem-block Instagram dari negaranya. Kebijakan ini menyusul pem-block-an sebelumnya terhadap Facebook dan Twitter yang udah lebih dulu dilakukan. Nah dengan kondisi begini, warga Rusia jadi heavily relies on Telegram yang jadi opsi utama mereka untuk berkomunikasi saat ini.

When there’s some grim stats on COVID-19…

On tenaga kesehatan, especially doctor…
 
Iya ni guys, ada data yang menyedihkan banget soal angka kematian dokter dan keluarganya sepanjang pandemi covid-19. Jadi baru aja disampaikan oleh Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI kemarin, bahwa berdasarkan data yang mereka miliki, per 13 Maret 2022 kemarin, tercatat sebanyak 751 orang dokter yang lost the battle dan meninggal dunia sejak pandemi COVID-19 mulai dua tahun yang lalu.
Nah terus, dibanding tahun 2020 yang mencatat 252 kematian dokter, tahun lalu alias tahun 2021, tingkat kematian dokter naik lebih dari setengahnya, yaitu di angka 495 orang. Oh, in case you’re wondering, di bulan ketiga tahun 2022 ini, udah ada empat orang dokter yang juga meninggal dunia. So sad 🙁
 
FYI, adapun dokter-dokter yang meninggal dunia itu ngga hanya dokter umum aja, tapi juga ada dokter spesialis dan residen alias dokter umum yang lagi pendidikan spesialis.  Adapun provinsi di mana tingkat kematian dokter tertinggi itu terjadi di Jawa Timur, dengan 169 orang. Lalu disusul Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara. Nah itu Top 5 nya tuh guys, dari tingkat kematian dokter tertinggi di Indonesia.
 
Docs, thank you for your service 🙁

“Ada semacam indikasi yang saya rasakan juga dan masyarakat juga rasakan, seakan-akan negara cuma diatur oleh beberapa orang.”

Hiks, gitu guys isi curhatan anggota DPR asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu pas menyampaikan pandangannya dalam rapat paripurna DPR RI pembukaan masa sidang IV 2021-2022 yang digelar kemarin. Kata Bang Masinton, ya gatau ni yaa tapi kok kondisi pemerintahan saat ini seakan-akan diatur oleh beberapa orang saja. Selain itu, banyak pemerintahan saat ini yang enggak dilakukan dengan cara dialog, tetapi memaksa.

Uhmmm.. thoughts?

Announcement


Thanks to Ari, Andin, Lintang and Seseorang for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to be able to sleep better? Try these strategies.