Deltacron Varian Baru COVID-19

126

Who keeps coming back, but not your ex?

New variant of COVID-19.
Iya guys. Belum selesai kita berurusan sama varian COVID-19 Omicron, kini virusnya udah upgrading aja nih, and everybody, meetDeltacron.
 
What a name….
Yesss what a name banget, kan. Jadi varian ini tuh pertama kali ke-notice di Januari 2022 kemarin waktu ilmuwan-ilmuwan di Perancis menemukan ada tanda genetik kayak Omicron di genom-nya Delta. Jadi kombinasi dari dua varian gitu, ada di satu genom yang sama, sel yang sama, dan menginfeksi orang yang sama. Makanya juga namanya terdiri gabungan dua varian itu, Delta sama Omicron.
 
Bahaya ga?
Well, karena varian ini baru ditemukan di awal tahun dan orang-orang yang terinfeksi juga masih belum banyak, datanya jadi terbatas banget dan para ahli nggak bisa mastiin keparahan varian ini kayak gimana. Terus kalaupun kamu udah vaksin, belum bisa dipastikan juga seberapa kuat tuh efeknya vaksinasi buat mencegah penularan varian ini. Makanya, saat ini para ilmuwan lagi dalam proses penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sifat-sifat varian tersebut.
 
Okay…
Adapun penemuan ini juga udah dilaporkan ke WHO dan secara nggak langsung, mereka mengakui kebenaran adanya varian baru dari virus COVID-19. Hal ini disampaikan oleh pemimpin teknis urusan Covid-nya WHO, Maria Van Kerkhove. Lewat akun Twitter-nya, Bu Maria menjelaskan bahwa pihaknya udah mendeteksi munculnya kombinasi varian terbaru yang melibatkan varian Delta dan Omicron ini.
 
Terus…
Selanjutnya, disampaikan juga sama Soumya Swaminathan sebagai chief scientist di WHO bahwa munculnya varian baru yang berasal dari varian-varian yang udah ada tuh bisa banget kejadian guys, baik di manusia maupun di hewan. Tapi yha balik lagi, karena penemuannya masih dini banget nih, maka harus ada eksperimen buat sequencing, terus dianalisa, terus datanya diolah lagi buat lebih mengetahui behaviour dari deltacorn ini. Selain itu, penelitiannya juga sangat diperlukan untuk mengetahui tingkat infeksinya gimana, tingkat keparahannya kayak apa, terus gimana gejalanya untuk yang udah vaksin dan yang belum, pokoknya masih harus diteliti lagi guys.
 
Tapi variannya udah nyebar?
Udah. Di Perancis, varian ini untuk pertama kalinya ditemukan dan kini virusnya udah mulai menyebar ke negara-negara tetangganya kayak Denmark Belanda, dan Inggris. Terus di Inggris, udah terkonfirmasi ni guys bahwa udah ditemukan sebanyak 30 kasus dari varian deltakorn ini. Selain itu, of course Amerika Serikat juga udah mendeteksi dua kasus Covid dengan varian ini.
 
Kalo di Indonesia gimana?
Nah di tanah air, Jubir Vaksinasi Kemenkes Bu Siti Nadia Tarmidzi sih bilangnya sampai saat ini belum ada kasus Deltacron yang dilaporkan terjadi di Indonesia. Tapi tetap aja kita kudu waspada aja karena kalau udah ada kasusnya, which means bakalan meningkat lagi kasus Covid di Indonesia. Dan kalau kasus Covid meningkat lagi, which means bakalan berubah lagi tuh aturan-aturan yang selama ini ditetapkan pemerintah. Kayak, PPKM level-levelan yang ditetapkan, dll.
 
Got it. Anything else?
Btw banyak pihak yang mengasumsikan varian Deltacron tuh gejalanya seberat Delta, namun penyebarannya secepat Omicron. Jadi yha, double strike gitu. Karenanya, banyak pihak yang ngingetin bahwa sebenernya pandemi ini belum usai. Iya, kayak perasaan kamu sama mantan.