Banjir & Gempa di Sumatera

96

When things are getting more concerning in Sumatra…

Specifically in Aceh and West Sumatra.
 
Ada apa di sana?
Hiks, sedih banget deh guys, weekend kemarin, sebanyak 26 desa di Aceh Timur terendam banjir. Akibatnya, ribuan orang jadi terdampak. Selain itu, terjadi juga gempa di Pasaman Barat, Sumatera Barat yang susulannya terjadi sampai ratusan kali.
 
Tell me more.
Okay, jadi sebelum banjirnya terjadi, emang hujan turun selama dua hari full di Aceh Timur. Nah, luapan air ini kemudian berdampak pada aliran sungai yang ada di sana, namanya Sungai Krueng Keureuto sama Sungai Krueng Pirak yang meluap puoll. Plus sungainya juga posisinya deket banget sama pemukiman warga, sehingga langsung menyebabkan banjir. Adapun ketinggian banjirnya adalah sekitar 50cm-1 meter.
 
Hiks 🙁 di mana aja banjirnya?
Well, Kepala BPBA aka Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Ilyas, menyebut bahwa banjirnya itu terpusat di Aceh Timur. Spesifiknya, banjir itu merendam 9 desa di Kecamatan Pirak Timu, di Matangkuli ada 13 desa, terus di Lhoksukon ada dua desa, sama di Tanah Luas dan Langkahan yang masing-masing satu desa. Totalnya ada 26 desa yang terendam banjir gengs.
 
Terus orang-orang di situ gimana keadaannya?
Nah masih dari katanya Pak Ilyas, jumlah warga yang terdampak sama banjir ini, di Pirak Timu aja tuh udah mencapai 2.669 orang, sedangkan di kecamatan lain pendataannya masih on going. Terus, sejauh ini, belum ada korban jiwa dalam bencana ini.
 
Okay….
Dari Aceh kita geser dikit ke Sumatera Barat. Karena di Pasaman Barat, Sumbar, hari Jumat kemarin ada gempa sebesar 6,2 SR, gengs. Terus dari hari Jumat itu sampai Minggu kemarin, udah ada gempa susulan sebanyak 125 kali. Adapun gempanya sendiri memiliki pusat kedalaman di 10 km, dan tidak berpotensi tsunami. Akibat gempa ini, sedimen dari Gunung Talamau masuk ke hulu sungai dan menyebabkan penyumbatan. Jadinya, air meluap dan terjadi banjir bandang juga guys 🙁
 
Really?
Yep. Terus sejauh ini udah ada enam orang korban, satu di antaranya ditemukan udah meninggal. Tim SAR sendiri saat ini masih menyisir anak sungai untuk mencari korban hilang, tapi kalo kata Kepala tim SAR Padang Asnedi sih, sejauh ini belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Hal ini karena emang kendala yang dihadapi tim di lapangan, kayak peralatan yang minim, akses yang sulit, dan ketinggian banjir 🙁 Meanwhile, ada sekitar seribu rumah yang rusak akibat banjir dan gempa, serta ada ratusan warga yang mengungsi di beberapa titik. Adapun salah satu titik pengungsian ada di rumah dinas bupati Pasaman Barat, di mana warga yang mengungsi secara berdesakan juga mulai kedinginan dan demam akibat belum dapet selimut 🙁
 
Terus sekarang gimana?
Well, menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, sejauh ini gempa susulan menunjukkan grafik yang melemah. Jadi, sekarang yang perlu diwaspadai adalah potensi bencana hidro meteorologi yang berupa potensi banjir atau banjir bandang, mengingat saat ini emang masih musim penghujan. Bu Rita juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai di lereng Gunung Talamau untuk lebih waspada dan siaga.
 
Anything else I should know?
Sejauh ini, BMKG udah mengkonfirmasi bahwa gempa di Sumatra Barat tadi tidak berpotensi tsunami. Namun Bu Rita menjelaskan nih, bahwa ada tiga sumber gempa yang perlu diwaspadai sama masyarakat Sumbar. Yaitu pertama adalah Megatrash akibat tumbukan dasar Samudra Hindia ke bawah Pulau Sumatera yang sangat berpotensi terjadinya tsunami.Terus kedua, patahan Mentawai yang juga berpotensi tsunami. dan ketiga adalah patahan Sumatra yang jadi penyebab gempa darat kayak yang terjadi di Pasaman Barat.