Aturan Pemeriksaan Kesehatan Calon Pengantin 3 Bulan Sebelum Pernikahan

63

For when you’re about to tie the knot…

Congrats, lovebirds!
Tapi sebelum kamu siap-siap cari venue, belanja seragam buat bridesmaid, cake testing dll, kamu harus tahu dulu nih, bahwa baru aja, pemerintah menerbitkan aturan yang mewajibkan calon pasangan pengantin untuk melakukan pemeriksaan kesehatan 3 bulan sebelum pernikahan.
 
What?
Yep, adapun aturan ini diterbitkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Kementerian Agama (Kemenag) weekend kemarin. Tujuannya, untuk mencegah anak mengalami stunting atau gizi buruk. Menurut Kepala BKKBN Pak Hasto Wardoyo, kesehatan calon pengantin ini penting untuk menurunkan angka gizi buruk yang berakibat stunting pada anak Indonesia, makanya para Calon Pengantin Pria (CPP) dan Calon Pengantin Wanita (CPW) wajib diperiksa 3 bulan pra-nikah.
 
I see…
Nah, buat kamu-kamu yang bride to be aka calon pengantin perempuan, ada banyak aspek nih yang bakal dicek berdasarkan aturan ini. Misalnya, kamu punya anemia atau nggak? Kamu gizinya kurang atau udah cukup? Karena kalau kamu punya anemia, kamu bakalan dikasih tablet tambahan buat nambah darah, terus bakal ada pendampingan juga.
 
Anemia?
Iya, anemia ini jadi perhatian guys, karena kalo CPW anemia, terus hamil, maka ada potensi anak yang dikandungnya pertumbuhannya nggak bagus, pendek, atau worst case-nya, stunting itu tadi. Nah, kalau gizinya kurang, kamu juga bakalan diedukasi gimana caranya ningkatin indeks massa tubuh, biar setelah menikah, secara fisik kamu udah siap untuk hamil dan melahirkan bayi yang sehat.
 
Kalau groom to be-nya gimana?
Nah kalau buat yang cowok-cowok, yang diperiksa tuh lebih ke kesehatan seksualnya di mana yang dicek tuh yha produksi sperma bagus atau nggak, biar nanti setelah menikah, sperma yang dihasilkan bisa lanjut terus ke kondisi janin dan bayi yang sehat juga. Dan hal itu emang harus dicek minimal banget 73-75 hari sebelum hari H pernikahan, guys.
 
I see… terus yang ngecek siapa?
Well, pendampingan ini bakal dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari tiga unsur yaitu kader KB, PKK dan bidan atau petugas kesehatan. Jadi, mereka-mereka ini nih yang bakal ngasih informasi, edukasi, dan konseling secara virtual atau tatap muka kepada calon pengantin yang akan melakukan pernikahan dalam waktu dekat.
 
Terus kalo ternyata kurang sehat?
Tenang aja guys, karena walaupun emang ditemukan ada kendala kesehatan bagi para CPP dan CPW tadi, namun aturan baru ini nggak akan jadi hambatan buat kamu-kamu yang lagi menyiapkan pernikahan. Jadi, calon pengantin wanita tetap masih boleh lanjut nikah meskipun mengidap anemia atau gizinya kurang. Nggak akan dilarang. Yang penting periksa, guys. Karena yang jadi syarat nikahnya tuh bukan hasil pemeriksaannya, tapi proses pemeriksaan.
 
OK…
Nah selain itu, BKKBN juga udah beralih serba digital guys, di mana hasil dari pemeriksaan pra-nikah tadi bakal bisa langsung diliat di aplikasi punyanya BKKBN, yaitu Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) yang udah bisa di-download di Playstore dan App Store lo.
 
Olrite. Anything else?
Nah jadi emang masalah stunting ini lagi jadi salah satu isu kesehatan serius di Indonesia, secara emang kasus stunting di tanah air ni banyak banget guys. Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan bahwa angka kasus stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen, artinya, 1 dari 4 anak di Indonesia mengalami stunting. Stunting sendiri adalah kondisi permasalahan gizi kronis karena kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama, hingga pertumbuhan anak jadi terhambat. Dan penyebabnya selain lingkungan adalah kurang gizi, hingga kurangnya nutrisi yang masuk ke ibu hamil. Saking seriusnya masalah ini, Pak Jokowi udah ngasih target nih ke jajarannya, supaya by 2024, angka stunting berkurang jadi dua periode aja, eh maksudnya jadi di 14% aja.