AS & Negara Barat Memberikan Sanksi Untuk Myanmar

41

Now everybody’s eyes are on Myanmar…

Seiring dengan pemerintahan kudeta militernya yang masih berjalan.
 
Iya guys, jadi baru aja kemarin nih, Amerika Serikat dan negara-negara barat menjatuhkan  sanksi buat salah satu negara tetangga kita di ASEAN, Myanmar.
 
Why?
Well, semuanya berawal dari kudeta yang dilakukan sama tentara militer Myanmar untuk menjatuhkan pemerintahan legitnya Myanmar yang dipimpin Aung Suu Kyi pada Februari tahun lalu. Di hari itu, mereka sampai menewaskan lebih dari 100 orang warga sipil dan mengambil alih pemerintahan Suu Kyi dan menempatkan tokoh demokrasi itu sebagai tahanan rumah. Sejak saat itu, Myanmar mengalami krisis berkepanjangan, di mana kelompok anti militer melakukan aksi perlawanan yang dihadapi oleh tentara militer. Hasilnya, sejauh ini ada ribuan orang termasuk anak-anak, wanita, dan aid workers yang tewas. Belum lagi kerusakan infrastruktur dan berbagai kerugian lainnya.
 
Terus terus? 
Nah makin lama, kekejaman tentara militer dalam upayanya meredam protes anti militer yang dilakukan warga makin agresif guys. Mereka ga ragu-ragu buat membakar satu kampung kalo dinilai kampung tersebut jadi tempat persembunyian tentara anti pemerintah. Karenanya, Amerika Serikat dan negara-negara barat tadi memutuskan untuk menjatuhkan sanksi pada militer Myanmar atas tindakannya itu.
 
Sanksinya apa tu?
Jadi sanksinya hanya fokus aja buat para personil militer senior yang banyak melakukan aksi kekejaman terhadap kelompok sipil. Secara spesifik, AS nge-highlight tokoh-tokoh militer yang dinilai mengontrol perdagangan senjata di Myanmar. Selain itu, tokoh militer lain yang juga dijatuhi sanksi adalah kelompok unit tentara yang ngebakar hidup-hidup 30 warga sipil padahal mereka masih ketahan di mobil mereka masing-masing pada Desember tahun lalu. Amerika Serikat ngeliat tindakan-tindakan ini brutal dan biadab banget, makanya mereka bakal dikenakan sanksi sama AS.
 
Sanksi gimana emang? 
Well, kurang lebih sama sanksi yang AS jatuhkan ke Rusia, di mana sanksinya akan terkait ekonomi. Jadi para personil militer tadi nggak akan bisa mengakses aset mereka di Amerika Serikat, karena akunnya bakal dibatasi, bahkan diblokir. Terus, perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat juga nggak diperbolehkan buat melakukan transaksi bisnis sama mereka-mereka yang dikenakan sanksi.
 
Selain AS ada siapa lagi? 
Ada Kanada yang juga ikut menjatuhkan sanksi ke tokoh militer yang dinilai mengontrol supply senjata ke rezim Myanmar yang sekarang berkuasa. Disampaikan oleh Menlu Kanada, Melanie Joly dalam keterangannya, Canada stands with solidarity bersama orang-orang Myanmar. Beliau juga bilang pemerintahan Kanada nggak akan tinggal diam sementara rezim militer di Myanmar terus-terusan mengabaikan hak hidup dan harkat martabat warganya sendiri.
 
OK….
Selain AS dan Kanada, ada juga Inggris. Inggris juga nggak mau ketinggalan menjatuhkan sanksinya ke oknum-oknum yang terlibat kuat sama rezim militer di Myanmar. Secara spesifik, Inggris bakalan nge-freeze asset punya tokoh militer yang ada di negara mereka. Selain itu, pemerintah Inggris juga melarang orang-orang dari junta militer itu untuk masuk ke negara mereka. Selain itu, Amanda Milling, Menteri urusan regional Asia dan Timur Tengah Inggris menyebut bahwa Inggris bakalan selalu ada di garis terdepan membela kebenaran, demokrasi, dan supremasi hukum dan meminta siapa pun yang terlibat dalam rezim ini untuk bertanggung jawab.
 
Anything else I should know now?
Well, tentara Myanmar tuh emang sering banget menuai kecaman karena mereka langganan melanggar HAM, gengs. Di tahun 2017 kemarin, militer Myanmar pernah melancarkan operasi yang membuat 730 ribu Muslim Rohingya harus jadi pengungsi di negara-negara lain, termasuk ke Indonesia. Akibat dari tindakan ini, AS menyebut kebijakan Myanmar terhadap pengungsi Rohingya adalah salah satu bentuk genosida. dan berlawanan dengan hukum internasional.