WHO : Fase “Parah” COVID-19 Selesai Tahun Ini

91

When you’ve been wondering when COVID-19 will end…

Proooobably this year. 
 
Reallllly?
YEP. Jadi guys, disampaikan langsung sama bos besarnya World Health Organization (WHO) Mr. Tedros Adhanom, COVID-19 ini fase “parah”-nya bakal selesai tahun ini, asal…70% persen populasi dunia udah divaksin.
 
Wow okay…
Yep, hal ini disampaikan Pak Tedros dalam keterangannya minggu lalu. That being said, beliau menegaskan bahwa pilihan untuk mengakhiri pandemi ini ada di tangan kita untuk memastikan bahwa 70% warga dunia itu vaccinated. Adapun kalo dari targetnya WHO sih, 70% ini kemungkinan bisa dicapai pada Juni-Juli di tahun ini. Tapi ya lagi-lagi, ini bakal tergantung banget sama distribusi vaksin dunia, dan ga boleh lagi ada vaccine inequality di antara kita.
 
Apa tu vaccine inequality?
Ya ketidakadilan distribusi vaksin guys, di mana negara-negara kaya bisa punya akses banyak banget ke vaksin (makanya kayak US atau Israel udah bisa booster bahkan dosis keempat), tapi di negara-negara yang ekonominya rendah, vaksin ini jadi barang langka. Adapun salah satu wilayah yang jadi sorotan adalah Benua Afrika yang tingkat vaksinasinya masih rendah.
 
Hiks terus gimana?
Nah, sebagai solusinya, dan sebagai jalan ninja supaya cepat achieve angka 70% itu, African Medicines Agency aka Badan obat-obatannya Afrika udah siap banget nih buat meluncurkan vaksin original-nya mereka yang diberi nama Afrigen. Afrigen ini adalag vaksin buatan Afrika pertama yang bakal pake sequence mRNA, kayak yang dimiliki Moderna. Rencananya, Afrigen ini bakal diuji klinis di November tahun ini dan bakalan siap dipakai di tahun 2024 nanti. Pak Tedros sendiri berharap Afrigen bakal jadi vaksin yang sesuai sama kebutuhannya, harganya lebih murah, dan diproduksinya dalam jumlah yang lebih sedikit, biar nggak numpuk.
 
Emang kondisi COVID-19 di Afrika sekarang gimana?
Well, kata Direktur WHO buat Afrika Matshidiso Moeti, Afrika tuh sekarang lagi berprogres positif banget buat keluar dari pandemi. Terus, beliau juga menyebut bahwa Afrika bisa mengelola virus ini secara jangka panjang, ditambah vaksinasi yang meningkat, plus mereka udah punya vaksin sendiri, jadi yha semoga aja status endemi tuh bukan angan-angan lagi.
 
Sounds so good…
Iya kan. Yha meskipun seluruh orang di Afrika kalau digabung jadi satu tingkat vaksinasinya cuman 11% dengan kematian sebanyak 243 ribu orang sejak awal pandemi, tapi mereka lagi fokus bagusin sistem politiknya, di mana pejabat-pejabat di sana harus lebih niat lagi buat ngedukung dan mengembangkan vaksin dan obat-obat lain, sampai ke alat-alat medis buat penyakit lainnya.
 
I see. Anything else I should know?
Fyi guys, Bank Dunia sendiri mengestimasi bahwa pandemi COVID-19 ini udah menyebabkan 40 juta orang di Afrika jatuh sejatuh-jatuhnya ke dalam kemiskinan yang ekstrem. Belum lagi ada pendapatan domestik yang harus hilang setiap bulannya karena kebijakan pemerintahnya yang nggak jelas nunda ini nunda itu, cabut kebijakan A, cabut kebijakan B dengan total kerugian sebesar US$13,8 miliar kalau digabungin. Karena itulah, baik Moeti maupun Tedros menegaskan, bahwa untuk bisa keluar dari pandemi ini dibutuhkan komitmen kuat dan political will dari semua pihak untuk bener-bener bekerja sama bikin vaksin sendiri, mempercepat vaksinasi, dan eventually balik ke kehidupan normal…