Terjadi Kekerasan Terhadap Warga Sipil di Jawa Tengah, Pencurian Bitcoin Senilai US$3.6 Miliar, Sisi Gelap Dalam Tahanan, Makan Makanan Sehat Terbukti Bisa Bikin Umur Lebih Panjang

81

Hello!

Hi there, catchers. Yesterday we were shocked by the violent event in Desa Wadas, and tbh with you, we really didn’t expect things like this could happen in this year of 2022. The freedom of expression should be guaranteed, and now more than ever, let’s don’t take that for granted.


Now, let’s speed you up on what happened in: Desa WadasAda apa di sana?
Violence :(. Jadi guys, hari Selasa kemarin, di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah baru aja terjadi kekerasan terhadap warga sipil. Sejak Selasa lalu, para warga ini dikepung polisi, diintimidasi, sampe beberapa di antara mereka ditangkap.
 
🙁 What happened?
Well, ini terjadi karena para warga di Desa Wadas itu menolak proyek pembangunan Waduk Bener yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Terus, ada juga rencana pertambangan batu andesit yang hasilnya bakal dipake buat bangun waduk tadi guys. Nah, both of these projects ditolak sama warga desa udah sejak enam sampe tujuh tahun lalu. Karena itulah warga juga tegas menolak berbagai upaya pembangunan, contohnya pada April 2021 lalu, di mana terjadi juga kericuhan akibat penolakan yang menyebabkan 11 orang ditangkap polisi, though akhirnya dibebaskan lagi. Nah sekarang kejadian lagi nih…
 
Tapi emang kenapa warga nolak banget? 
Well, jadi rencananya, proyek ini bakal jadi bendungan tertinggi di Indonesia, dengan ketinggian waduk 159 meter, panjang timbunan 543 meter, dan lebar bawah sekitar 290 meter. Adapun untuk area lokasinya, bakal ada 145 hektar lahan yang dieksploitasi. Nah, warga sana nggak terima, karena berbagai alasan. Misalnya, metode yang bakal dipakai dalam penggalian tambang ini adalah dengan bahan peledak aka blasting dan pakai 5.300 ton dinamit. Yha bayangin aja, kalau lahannya diledakin pakai bahan sebanyak itu, meaning bakalan merusak sumber mata air yang ada di sana yang mana jadi sumber penghidupan warga sana. Kemungkinan, bakal ada 27 sumber mata air di sekitar desa yang bakal terdampak, gengs. Lahan pertanian warga juga bakalan terancam, padahal sebagian masyarakat situ kerjaannya emang petani.
 
That makes sense..
Ya iya kan, makanya ditolak. Nah namun guys, proyeknya jalan terus. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kemarin bahkan bilang bahwa penambangannya legal, dan dia sebagai eksekutif bertugas lanjut terus. Kalo ada yang mau protes, kata Pak Ganjar, ya silakan digugat aja.
 
Terus pengepungannya?
Nah, ini nih yang kemarin sempat bikin suasana mencekam. Jadi menurut Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa), kronologi dari kerusuhannya adalah pada Selasa kemarin, di mana ada ribuan aparat masuk ke Desa Wadas untuk menjaga upaya pengukuran tambang oleh petugas dari Kantor Pertanahan Purworejo. Sambil petugas ngukur dan melakukan penjagaan, sejumlah aparat lainnya justru dikabarkan melakukan penyisiran desa dan menurunkan banner penolakan warga atas tambang. Terus, aparat juga mengejar beberapa warga Wadas, melakukan penangkapan, dan mengepung sejumlah rumah warga dan juga kawasan masjid. Terus, polisi juga disebut ngerecokin ibu-ibu yang lagi bikin makanan buat mereka yang jaga di posko dan makanannya juga dirampas. Hiiih.
 
HIIIH indeed.
Nah terus guys, dari hasil kekerasan ini, Kepala Divisi Advokasi LBH Yogyakarta Julian Duwi Prasetia mencatat bahwa ada sekitar 64 warga Desa Wadas yang ditangkap polisi. Puluhan warga tersebut ditangkap polisi sejak Rabu, beberapa di antaranya bahkan masih di bawah umur. Later onKapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi bilang bahwa 64 warga Desa Wadas, Purworejo yang ditangkap oleh pihak kepolisian akan dipulangkan kemarin, dan iya sih guys beneran dipulangin, sampe dibekelin sembako segala.

Doesn’t justify the intimidation though…
Tru. Julian yang juga bertindak sebagai kuasa hukum buat warga menyebut bahwa aksi pengepungan dan intimidasi oleh polisi-polisi itu is way too much alias berlebihan banget. Selain itu, banyak juga kelompok NGO yang meminta tanggung jawab pemerintah, misalnya Ketua YLBHI Muhammad Isnur yang menyebut bahwa secara ini adalah proyeknya pemerintah pusat, maka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sampai Presiden Jokowi harusnya ikut andil dan tanggung jawab sama semua ke-chaos-an ini. Menurut Bang Isnur, pemerintah pusat emang yang kasih perintah ke polisi-polisi itu buat ngepung dan ngelakuin berbagai tindakan represif ke warga. Buktinya, dari Kapolri Jenderal Listyo sampai Presiden tuh sampai sekarang masih diam bae dan nggak ngomong apapun soal isu ini.
 
Beneran diem bae?
Yha well, kemarin akhirnya Pak Ganjar minta maaf kepada warga Wadas, karena MUNGKIN merasa ngga nyaman. To which warga respond: Yha bukan ga nyaman lagi bos, tapi lebih ke penyiksaan ini sih. Secara kita dikepung dan diintimidasi, sampe anak-anak takut sekolah, dan warga takut ke luar rumah, jadi ini bukan sesuatu yang ringan.
 
Kalo Pak Jokowi ada statement ga?
Yhaa ada sih guys lewat Kepala Staf Presiden (KSP) Pak Moeldoko. Katanya, semua bakal dievaluasi. Additionally, Pak Ganjar juga bilang bakalan siap ngebuka ruang dialog sama warga, bahkan sampai ngelibatin Komnas HAM biar semuanya jelas dan kabarnya jadi nggak simpang siur.
 
I see. Anything else I should know?
Selain menuai baaaanyak kritikan dari LBH dan masyarakat umum, banyak juga politisi yang ngga suka sama cara super represif dan kekerasannya polisi ni gengs. Di antaranya adalah politisi PPP Asrul Sani yang bilang kalo ni kok paradigma penyelesaian masalahnya masih kayak di jaman orba. Terus ada juga Aliansi Jurnalis Independen (AJI) sama LBH yang bilang bahwa adanya dugaan pelambatan akses jaringan internet di Desa Wadas adalah upaya aparat supaya berbagai aksi kekerasan ngga diketahui publik.

Who’s singing “We were jet-set, Bonnie and Clyde…”

Taylor Swift, of course.
True, but also, this couple yang baru aja berhasil ditangkap oleh Departemen Kehakimannya Amerika Serikat karena diduga melakukan pencurian bitcoin senilai 3,6 miliar US Dollar atau sekitar Rp 51 triliun. Kasus ini juga jadi rekor pencurian financial terbesar di dunia, EVER.
 
Wow! Tell me.
OK. So everybody, meet: Ilya Lichtenstein dan istrinya, Heather Morgan. Keduanya adalah pasangan in their mid 30’s asal Manhattan, New York, yang melakukan aksi pencurian dengan cara meng-hack platform  cryptocurrency exchange, namanya Bitfinex di tahun 2016. Mereka kemudian nyolong bitcoin dari para users dan sukses membawa kabur 120.000 bitcoin senilai US$61 juta, tapi sekarang nilainya udah mau nyentuh US$4.5 miliar.
 
Shiz…
Nah ngga cuma nyolong, namun keduanya juga diduga oleh Departemen Kehakimannya AS mau melakukan money laundering. Hal ini diketahui dari dari transferan bitcoin yang receh-receh ke berbagai digital wallet, yang ternyatanya punyanya si Ilya juga. Terus, pihak otoritas juga berhasil memastikan bahwa keduanya lah yang melakukan pencurian di tahun 2016 itu, setelah melakukan penelusuran intensif lewat blockchain.
 
I see…
Selain itu, dari investigasinya Departemen Kehakiman US, polisi kan nemuin tuh rekening digital punyanya Ilya, nah rekening itu ternyata sama persis dengan rekening pencuri Bitfinex 2016 lalu. Terus, setelah mengantongi surat perintah pemeriksaan dari polisi, mereka kemudian mengakses dompet digitalnya si Ilya dan ditemukanlah bitcoin curian itu. Di situ juga ada ribuan alamat cryptocurrency yang semua-muanya tuh related to Bitfinex. Nah tapi guys, jangan bayangin ketangkepnya kayak koruptor yang punya banyak cash-nya, secara crypto ini adalah uang digital, maka semuanya yang kita jelasin tadi berbasis digital, aka pake komputer ajatu kejar-mengejarnya.
 
Terus, ketangkepnya digital juga?
Kalo itu engga. Keduanya diamankan di kediamannya di Manhattan, New York. Nah menurut keterangan para pelaku, hasil pencurian dan money laundering yang masuk ke rekeningnya Ilya itu sebenarnya bakal mereka gunakan buat hidup tentram foya-foya sampai kira-kira 5 tahun ke depan, gengs. Dari hasil pencurian itu, mereka juga bisa beli emas sama NFT digital. Terus ketika diciduk, pihak berwenang berhasil mengamankan bitcoin senilai US$51 triliun tadi.
 
Terus, hukumannya apa?
Well, mereka terancam hukuman pidana karena udah melakukan tipu-tipu sama otoritas berwenang di Amerika Serikat. Hukumannya, mereka dituntut denda US$5 juta buat Ilya dan US$ 3 juta buat Heather. Karena kasus ini, mereka juga dituntut hukuman penjara selama 20 tahun nih, gengs.
 
I see. Any words?
Ada, dari Bitfinex yang terdampak banget sama pencurian ini. Mereka bahkan harus offline selama beberapa tahun, gengs. Dalam pernyataannya, Bitfinex bilang mereka lega banget dan memuji Departemen Kehakiman AS yang udah berhasil menangkap pelaku yang bikin mereka rugi berat itu. Secara, dari awal kejadian, Bitfinex terus didampingi sama Departemen Kehakiman sampai sekarang, dan bakalan terus lanjut katanya. Terus, usaha trading cryptocurrency yang mereka jalankan sekarang juga udah normal lagi.
 
Thank God. Anything else?
Nah guys, meski bitcoin dkk lagi naik daun banget, namun kamu perlu tahu nih bahwa aset digital cryptocurrency ini sering banget jadi sasaran pencurian oleh para hackers. Penyebabnya, selain sifatnya yang emang full dalam bentuk digital *sehingga bisa di-hack*, transaksi crypto juga bisa dilakukan secara anonymous dan dari mana aja. Soooo pick your investment wisely ya guys

When you’ve been talking so much about privileges…

Di penjara juga ada, guys.
 
EH?
Iya. Belakangan ini orang-orang dibuat gemez geram dan speechless karena informasi yang beredar tentang lapas-lapas  yang bisa request alas tidur, akses handphone, bahkan kamar pribadi… Asalkan bayar.
 
Itu bukannya udah cerita lama ya?
Emang iya. Tapi kali ini informasinya heboh lagi gara-gara ada mantan napi di Lapas Cipinang Kelas I Jakarta Timur berinisial WC yang speak up dan nge-spill semua dark side yang ada di dalam tahanan.
 
Woww spill the tea.
Ok. Gini, kita mulai dari jumlah napi yang ada di Lapas Cipinang yang sekarang totalnya ada 3.206 orang, padahal kapasitasnya sendiri maksimal cuman buat 880 napi. Kebayang gak tuh gimana seseknya. Buat tidur aja pasti susah yekan Nah makanya, dari ceritanya WC, nggak semua napi tuh kalau tidur pakai alas, guys.
 
Lah terus?
Kalau misalnya mereka mau pakai  kardus buat alas tidur, mereka harus bayar 30 ribu Rupiah buat dipakai selama seminggu. Makanya mereka pada minta duit ke keluarga di luaran, kalau nggak punya duit ya susah. Terus, nggak cuman alas tidur doang yang diperjualbelikan guys, tapi kamar juga. Kata WC, kamar di lapas tuh harganya bisa 5 sampai 25 juta per bulan.
 
Meanwhile kosan w aja ngga segitu…..
Nah kamar ini, yang kata WC, istilahnya ‘beli tempat’, itu tuh biasanya yang pakai bandar narkoba kelas kakap gitu, secara mereka banyak duit kan. Jadi, napi-napi itu bayar uangnya ke sipir dan petugas-petugas lain di sana dan itu tuh jadi pemasukan sampingan gitu buat mereka.
 
Ya ampun… Alas tidur, kamar, terus apalagi nih?
Well, ada akses handphone juga, guys yang bisa masuk ke dalam area lapas. Alurnya tuh gini, dari keluarga di luar anterin handphone terus dikasih ke tahanan pendamping. Nah abis itu baru deh handphone-nya dikasih ke napi yang bersangkutan. Lagi-lagi kalau mau bawa handphone ini harus bayar 1,5 sampai 2 juta rupiah, guys, buat biaya tutup mata dan tutup mulutnya petugas ceunah. Karena kalau ngandelin teleponnya lapas, kan nggak setiap hari dan waktu nelponnya pun juga dibatesin. Fyi akses handphone ini juga dipakai sama bandar narkoba kelas kakap buat jalanin usahanya dari balik tahanan, guys. 
 
I see. Does anyone say anything?
Ada. Kepala Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Ibnu Chuldun yang ngebantah semua tudingan yang ada. kata pak Ibnu, semua narapidana yang ada di situ tuh udah disediain matras buat mereka tidur. Jadi nggak ada tuh jual beli alas kardus, guys. Nah, Tommy Nainggolan, Kepala Lapas juga bilang gitu. setelah sempat beredar foto-foto napi yang tidur pakai alas kardus, pihaknya udah telusuri foto itu dan dikonfirmasi foto itu asalnya bukan dari lapas yang dia pimpin. Atau kalaupun itu dari Lapas Cipinang, bisa jadi itu foto jaman dulu, katanya.
 
Hm okay… Anything else I should know?
Fyi sel tahanan yang nge-gap banget ini beserta semua dark side yang ada di dalam tahanan tuh emang bukan cerita lama, guys. secara sempat heboh juga kan di tahun 2018 kemarin Ketua DPR RI saat itu, Setya Novanto aka Papa Setnov ngibulin Najwa Shihab dan seluruh masyarakat Indonesia terkait ‘sel palsu’ yang dia tempatin di Lapas Sukamiskin. Remember that, guys?

When you want to live longer…

Change your diet.
 
Iya guys, kamu pasti sering denger lha ya, bahwa makan makanan sehat itu bisa menyehatkan tubuh dan bikin kita lebih fit. Tapi ternyata ngga itu aja guys, makan makanan sehat juga secara saintifik terbukti bisa bikin umurmu lebih panjang sampe 13 tahun! Yep, jadi dari hasil studi yang baru aja dirilis kemarin sama jurnal PLOS Medicine, diketahui bahwa kalo di umur 20 tahun perempuan maupun laki-laki mengganti pola makannya yang “ala barat” (banyak makan daging merah dan makanan processed or ultra processed) ke pola makan yang lebih sehat (kayak banyak sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian) maka harapan hidupnya bisa naik sampe 10 tahun buat perempuan, dan 13 tahun buat laki-laki. Tapi ngga buat orang di umur 20 tahun aja kok guys, makan sehat juga bisa  meningkatkan harapan hidup bahkan buat orang berusia 60 tahun yang umurnya bisa nambah sampe 8 tahun buat perempuan, dan 9 tahun buat laki-laki, kalo mereka banyak makan sayur tadi.
 
Lebih jauh lagi, kalo makan makanan yang plant-based, maka harapan hidup manusia bisa meningkat lebih tinggi, sampe 3,5 tahun buat mereka yang ada di usia 80 tahunan.
 
Nah, kenapa sih makan makanan sehat ini signifikan banget buat tubuhmu? Iya guys, karena menurut Dr. David Katz, seorang ahli lifestyle medicine dan nutrition, hal ini karena makan sehat bener-bener bisa mencegah kamu dari kena penyakit kronis. Nah kalo ngga kena penyakit kronis, maka kamu juga bakal terhindar dari kematian di usia muda, dan ngga meninggal muda artinya more life expectancy.
 
But, but… nasi uduk for breakfast tuh enak bangettt :3

“Dari 356 pasien meninggal dari sejak Omicron jalan, 69 persen belum divaksinasi lengkap.” 

 
Wiiiw gitu guys kata Menko Maritim dan Investasi (MenkoMarves) Opung Luhut B. Pandjaitan dalam keterangan pers-nya terkait Evaluasi PPKM di awal minggu ini. Kata Opung Luhut, makanya jangan sampe ada orang-orang yang menghasut pihak lain untuk nggak divaksin, karena sebenernya merekalah yang tanggung jawab kalo ada yang meninggal karena terhasut ngga mau vaksin, yang berujung dengan kematian.
 
Yep, let’s get your shot guys!

Announcement


No one bought us coffee today 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Do you want to boost your self-esteem instantly? Try these tricks.

Angel’s Stories

1. I want to thank the people I met on Twitter, hehe. Kurang lebih setaun, aktivitas berselancar ngebaca AU nggak cuman berbuah halu tapi juga banyak teman baru yang bikin bertahan di masa pandemi jauh lebih mudah. They are truly amazing and genuine ones. I hope CMUsubscribers can find such a great companion too!
-OBW Nara-
 
2. Aku mau berterimakasih sama ayahku yang kemarin jadi angel buat aku. Jadi kemarin tuh aku wawancara kerjaan yang aku berharap banget bisa dapet. Aku udah nganggur selama 6 bulan, jadi aku bener-bener berdoa siang malem biar bisa dapetin kerjaannya. Tapi entah kenapa, pas wawancara aku bener-bener nervous sampe jawaban aku semuanya ga jelas dan gugup. Selesai wawancara, aku nyamperin ayah yang lagi di kursi depan terus aku cerita sambil ngga terasa aku nangis. Mungkin sekalian beban karena selama ini nganggur juga ya. Mendengar curhatanku, ayah cuma memelukku sambio bilang, “Gak apa-apa teh, kita sudah berusaha, tinggal kita tawakkal aja sama Allah. Pasrah aja, apa pun hasilnya Insya Allah yang terbaik.” :’)
-Dad’s little girl-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)