Rusia & Ukraina Semakin Panas

111

Another chapter to anticipate from….

Ukraine VS Russia.
Iya guys, kali ini kita masih bakal bahas konflik yang terjadi sama Rusia dan Ukraina yang sekarang makin panas nih, setelah Senin lalu waktu setempat, Presiden Rusia Vladimir Putin yang lagiii JUJUR gajels maunya apa, mengakui kemerdekaan dua wilayah di Ukraina yang pro-Rusia, namanya Donetsk dan Luhansk.
 
Terus kenapa?
Well, imagine kalo kita NKRI punya daerah yang pengen merdeka. Let’s say namanya “Provinsi Impor Terus”. Nah Provinsi ini tuh emang secara historis deket banget sama Malaysia, misalnya ya. Terus tiba-tiba, Perdana Menterinya Malaysia bilang, “Eh itu gue mengakui ya bahwa Provinsi Impor Terus adalah negara merdeka. Bukan bagian Indonesia lagi.” Gimana perasaan kamu?
 
Ya bete lah.
Exactly. Itulah yang dirasakan sama Ukraina pas Putin ngomong begitu. Tapi emang si Donetsk dan Luhansk ini (let’s call them DL) adalah dua daerah separatis pro-Rusia yang pengen merdeka dari Ukraina. Mereka yang berbatasan langsung dengan Rusia ini bahkan dipimpin sama pemimpin yang pro-Rusia, dan pada referendum di tahun 2014 lalu, warga DL emang pengen join Rusia aja. Terus yha keinginan ini bersambut dengan Putin yang dalam pidatonya di televisi itu bilang bahwa: Ya gue ngakuin mereka adalah negara republik, merdeka, termasuk undang-undangnya, pokoknya mereka merdeka titik.
 
Idih buset…
Nah, as if pidatonya itu belum cukup bikin dunia heboh, Putin kemudian ngirim tentara Rusia ke DL tadi dengan alasan buat menjaga perdamaian. OK at this point kebayang ga guys banyaknya tentara itu di perbatasan Ukraina dan Rusia? Jadi sebelumnya udah ada 150ribuan tentara yang di-deploy emang udah beberapa lama, terus ditambah lagi dengan masuknya tentara khusus yang ke DL ini, dan jadinya suasananya makin mencekam dan hawa-hawa perang makin terasa.
 
Pak Putin gaada tukad-tukadnya ya…
Well, sebenernya doi juga mengumumkan ini setelah sebelumnya, DPR di sana yaitu the Federation Council secara bulat mendukung Putin untuk menempatkan “tentara penjaga perdamaian”-nya di dua wilayah tadi. At the same time, langkah Putin ini bikin banyak negara Barat (which Putin gedeg banget) menganggap bahwa doi mau menginvasi Ukraina, tapi kata Rusia sih, lha kan w bebas mo menempatkan tentara di mana aja, selama masih di dalem teritori gue….
 
Tapi sebenernya mau dia apasi?
Maunya sebenernya udah jelas banget guys: Amerika Serikat dan kawan-kawannya di NATO aka North Atlantic Treaty Organization (NATO) harus berjanji untuk jangan pernah menerima Ukraina jadi anggota, karena hal ini bisa mengancam keamanan nasional Rusia. Kenapa? Karena letaknya yang berdekatan, dan NATO ini punya perjanjian bahwa satu diserang, semua diserang. Jadi Rusia males banget kan kalo Ukraina nge-geng sama negara-negara Barat gitu, secara doi melihat NATO sebagai ancaman. Kayak, kamu punya tetangga, tapi tetangga itu nongkrongnya sama musuh kamu mulu. Sebel kan.
 
Nah kalo gitu NATO tinggal nolak aja kan?
Tidak semudah itu, Fernando. Karena NATO punya aturan “Open Door Policy” di mana siapa aja dari Eropa boleh join. Tapi Putin sih liatnya ga gitu. Masih dalam pidatonya yang super lama Senin kemarin, Putin bilang emang NATO ngeliat Rusia ini sebagai ancaman juga buat negara Barat. Makanya mereka ga mau janji. Terus ada yang menarik ni guys, kata Putin: Ya iya sih, negara-negara Barat pada bilang ke gue, “Ngapain sih lo khawatir banget, kan Ukraina ga bakal jadi anggota NATO besok juga.” And he was like, “Iyaa ga besok tapi bisa besoknya lagi, dan lagi, jadi mending lo semua janji untuk ga nerima sama sekali,” to which NATO gamau.
 
Rumit yha…
Iya. Nah guys, terkait pengakuan Rusia ini, Ukraina sendiri bilang bahwa mereka ga gentar dan ga akan nyerah pada siapa pun. However, everybody knew... bahwa walaupun di-backup sama negara-negara NATO, Ukraina dan tentaranya ga akan bisa bertahan nih kalo diserang Rusia, karena kekuatan militer Rusia sekuat itu.
 
Ay lord. Anything else?
Well, now everybody is still holding their breaths soal langkah Putin selanjutnya. Namun kamu perlu tahu guys bahwa deklarasinya Putin ini langsung mendapat reaksi dari negara-negara di dunia. Misalnya, Presiden Biden of the US langsung ttd Perpres yang memerintahkan dihentikannya seluruh kegiatan bisnis AS di kedua wilayah tadi. Terus, Uni Eropa juga udah setuju untuk menjatuhkan sanksi ke Rusia, to which Putin reacts, “Yaealah w diblackmail lagi.” Terus China, yang sohibnya Rusia bilang bahwa yaa w concern, dan ada Jepang yang dengan tegas menyatakan bahwa mereka siap ikut menjatuhkan sanksi pada Rusia kalo Putin melakukan invasi. Eh tapi ada yang dukung Putin ni guys, yaitu Presiden Suriah Bashar Al-Assad yang bilang doi bakal kerja sama ama dua daerah tadi.