PPKM Level 3 Jawa-Bali Diperpanjang Seminggu Kedepan, Joe Biden Menandatangani Pencairan Uang Afghanistan, WHO : Fase “Parah” COVID-19 Selesai Tahun Ini, Produsen Tempe Tahu Mogok Produksi & Jualan

70

Hello!

Welcome to Tuesday. The weather has been a little weird lately, so in case you need a reminder, always take vitamins and get some rest. Don’t get overworked, try to avoid stress, and take care of everyone around you, and that includes yourself. Have a good one.


Here’s an update you don’t want to miss….

On Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat aka PPKM.
 
Tell me.
Sure. Jadi kemarin banget nih, pemerintah baru aja ngumumin bahwa PPKM diperpanjang lagi guys, adapun di Jawa-Bali PPKM nya masih di level 3 sampai seminggu ke depan, sedangkan daerah lain di luar Jawa-Bali PPKM-nya juga diperpanjang sampai dua minggu ke depan aka tanggal 28 Februari aka akhir bulan, dan levelnya dinaikkan satu dari yang sebelumnya.
 
Tell me more!
OK. Jadi dalam keterangannya minggu lalu, Menko Marves dan Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa status PPKM ini bakalan dievaluasi tiap seminggu sekali kan. Nah, di minggu ini, ternyata keputusan yang diambil adalah PPKM di Jabodetabek, Bandung Raya, DI Yogyakarta dan Bali masih di level 3 nih guys, tapi aturannya udah mulai longgar.
 
Longgar gimana tu…
Jadi Opung Luhut bilang, daerah-daerah yang masih PPKM Level 3 tuh jumlah orang yang WFO udah boleh disesuaikan. Dari yang sebelumnya harus 25%, sekarang 50% juga boleh, guys. Fasilitas umum, aktivitas sosial budaya, dan tempat wisata juga sama. Dari yang 25%, sekarang udah boleh 50% kapasitas pengunjungnya.
 
Terus kalau daerah lain gimana dong, Opung?
Nah kalau daerah lain di luar Jawa-Bali, tanyanya ke Menko Perekonomian Airlangga Hartarto guys, karena Opung Luhut itu koordinator PPKM Jawa-Bali aja. Dari keterangannya Pak Airlangga, PPKM di luar Jawa Bali dinaikin satu level. Jadi misal kamu di salah satu daerah di Sumatera dan daerahmu menerapkan PPKM Level 1. Nah, jadinya naik ke level 2. Gitu juga kalau yang sekarang lagi PPKM Level 2, sekarang usah naik level jadi PPKM Level 3.
 
Emang kenapa dinaikin?
Masih dari keterangannya Pak Airlangga, hal ini dilakukan murni buat mengantisipasi potensi kenaikan Omicron dalam dua minggu ke depan. Adapun jumlah daerah yang mengalami kenaikan level tuh, dari level 1 yang sebelumnya 164 kabupaten/kota sekarang sisa 63 kabupaten/kota doang, terus level dua juga dari yang sebelumnya 208 sekarang 205, which means cuma 3 kabupaten/kota aja yang bergerak dari PPKM Level 2 ini. Nah, level 3 nih yang perubahannya drastis, dari 14 sekarang jadi 118 kabupaten/kota, guys.
 
I see. Terus terus?
Nah, kemarin Opung Luhut juga bilang kalau kita nggak perlu takut dan panik berlebihan sama Omicron ini. Terus, sampai saat ini, pemerintah belum ada niatan buat memperketat pembatasan masyarakat karena aturan yang ada sekarang tuh udah cukup. Opung Luhut juga cerita kalo anak, cucu, sampe sopirnya juga ada yang kena COVID-19 tapi yha abis beberapa hari sembuh kok. Makanya kata beliau, kita ngga perlu khawatir dengan adanya varian ini, but still, prokes ditaati. Gitu gengs.
 
But still, ada virus…
Emang ada. Asalkan taat prokes, udah vaksin, bahkan sampai booster, kata Opung mah ya silakan aja jalan ke mana, ke mal gitu, yang penting maksimalkan PeduliLindungi, terus PCR sama antigen sekali-kali buat kontrol diri. Lebih jauh, Opung bilang even di rumah sakit aja tuh nggak ada keadaan yang serius. Wisma Atlet dan yang lainnya masih terkendali. Yang penting mah waspada aja, yekan. Karena udah ngeliat varian Omicron yang beda banget sama Delta, jadi pemerintah juga nggak mau nginjek rem terlalu dalamlah biar sektor ekonomi dan kesehatannya masih bisa seimbang.
 
Tapi ada yang masih sering digrebeg tuh 🙁
Ya kan teteup ada pembatasan kapasitas. Kalo diliatnya terlalu desek-desekan juga bakal ditindak guys. Oh iya ngomongin masalah grebeg ini, Opung Luhut bilang bahwa aparat-aparat penegak hukum tuh harusnya bersikap lebih humanis kalau lagi nertibin warga. Daripada digrebeg dan ujung-ujungnya dibubarin, aparat-aparat itu harusnya lebih fokus ke penerapan prokesnya, gitu. Pakai masker nggak mereka, berkerumun nggak, yang gitu-gitu.
 
I see. Anything else I should know?
Kemarin, Menteri Kesehatan Pak Budi Gunadi Sadikin bilang bahwa Indonesia udah masuk puncak gelombang ketiga di bulan ini, dengan 55 ribu kasus. Tapi yha sepuncak-puncaknya Omicron ini teteup nggak separah pas Delta. Menurut data dari Pak Budi, puncak delta tuh di Juli 2021 dengan 56 ribu kasus, kematiannya 2 ribuan. Nah sekarang, dengan angka kasus yang kurang lebih sama, kematiannya ada di 111 kasus. Walaupun kemungkinan naiknya pasti ada, tapi Pak Budi bilang nggak akan dari 111 terus lanjut naik ke 500 bahkan sampai ribuan kayak jaman Delta kemaren, gitu. Yhaa hamdalah yah.

What’s coming slower than your gajian?

Afghanistan’s money.
Iya guys, jadi kalo kamu aja udah ngerasa lama banget nih, nungguin gajian dari bulan ke bulan, maka, meet: Afghanistan. Yang duitnya masih ketahan di Amerika Serikat sejak pemerintahan mereka diambil alih oleh Taliban pada Agustus tahun lalu.
 
Hah gimana?
Nah jadi kamu tahu kan bahwa tahun lalu, tentara Amerika Serikat yang udah ada di Afghanistan selama 20 tahun akhirnya memutuskan cabs aka pulkam. Dengan begitu, pemerintahan Afghanistan yang tadinya ada di bawah kuasa pemerintah pro-Amerika jadi beralih ke kelompok Taliban, yang dianggap sebagai kelompok ekstrimis fundamentalis.
 
Terus…
Nah jadi sebelum tentara AS cabs, pemerintahannya Afghanistan itu punya duit sebesar US$7miliar guys. Dana ini adalah dana punya mereka yang dikumpulin aja gitu, dari hasil bantuan kemanusiaan, pemasukan dll, sampe tabungan rakyat Afghan yang biasa-biasa aja, dan ditaro di Federal Reserve of New York, US. Nah, as soon as tentara AS cabs, dana ini langsung dibekukan oleh pemerintahan AS, dan gajelas juga siapa yang bisa nyairin. Secara Taliban ga diakui sebagai pemerintahan oleh pemerintahannya Biden dkk.
 
Go on…
Meanwhile di Afghanistan, kelompok Taliban udah berkali-kali minta supaya: Plz banget itu duit balikin karena kita perlu banget nih buat rakyat. Parah banget guys di sana tuh sekarang tengah terjadi extreme poverty, di mana 98% aka hampir seluruh warganya kekurangan makanan. Terus PNS-PNS kayak guru, dokter, dll juga belom gajian sejak Agustus tahun lalu itu, sampe bikin sistem layanan masyarakat juga hampir collapse. Saking miskinnya, sampe sekarang tuh di Afghanistan banyak yang barter anaknya, for food :(.
 
Sad 🙁 
Iya. Makanya Jumat kemarin banget nih, akhirnya Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani executive order yang menyetujui pencairan duitnya Afghanistan tadi. Tapiiii duitnya ngga bakal langsung jatuh ke tangan Taliban guys, tapi bakal dibagi dua, yakni buat bantuan kemanusiaan di Afghanistan, dan buat kompensasi para keluarga korbannya 9/11.
 
9/11??
Iyakk benar. Peristiwa bersejarah yang terjadi di 11 September 2001 itu kan emang masih membekas banget yah, bahkan kita yang bukan keluarga korban pun sampai sekarang masih nyesek. Apalagi keluarga korban. Nah, rupanya keluarga korban peristiwa 9/11 nggak pernah dapat kompensasi atas peristiwa mengerikan itu, guys. Karenanya, dana ini kemudian digugat sama para keluarga biar bisa dijadikan kompensasi buat mereka. Nah terkait hal ini, pemerintahannya Biden udah koordinasi sama berbagai pihak dan most likely sih, bentar lagi para keluarga ini bakal tahu berapa dana yang bakal mereka dapatkan dari kompensasinya.
 
Terus buat warga Afghan-nya?
Ya bagian mereka bakal tetep dikirim ke Afghanistan guys, tapi dalam bentuk bantuan kemanusiaan. Tujuannya supaya duitnya juga ga jatuh langsung ke tangan Taliban. However, banyak yang bilang proses ini bakal lama dan ribet banget, dan sistem keuangan di sana tuh udah hampir collapse juga. Jadinya sangat dikhawatirkan kondisi di Afghanistan bakal makin parah.
 
Sad… anything else?
Well, as if the near-total collapse and COVID-19 were not bad enough for Afghanistan, WHO juga baru aja ngumumin bahwa saat ini lagi terjadi infeksi cacar di Afghanistan. Terus bulan lalu aja, ada 150 orang yang meninggal karena wabah ini. Hal ini juga makin mengkhawatirkan, secara mayoritas anak-anak di Afghanistan itu malnutrisi dan mengalami food insecurity, makanya mereka makin mudah tertular penyakit menular kayak cacar ini.

When you’ve been wondering when COVID-19 will end…

Proooobably this year. 
 
Reallllly?
YEP. Jadi guys, disampaikan langsung sama bos besarnya World Health Organization (WHO) Mr. Tedros Adhanom, COVID-19 ini fase “parah”-nya bakal selesai tahun ini, asal…70% persen populasi dunia udah divaksin.
 
Wow okay…
Yep, hal ini disampaikan Pak Tedros dalam keterangannya minggu lalu. That being said, beliau menegaskan bahwa pilihan untuk mengakhiri pandemi ini ada di tangan kita untuk memastikan bahwa 70% warga dunia itu vaccinated. Adapun kalo dari targetnya WHO sih, 70% ini kemungkinan bisa dicapai pada Juni-Juli di tahun ini. Tapi ya lagi-lagi, ini bakal tergantung banget sama distribusi vaksin dunia, dan ga boleh lagi ada vaccine inequality di antara kita.
 
Apa tu vaccine inequality?
Ya ketidakadilan distribusi vaksin guys, di mana negara-negara kaya bisa punya akses banyak banget ke vaksin (makanya kayak US atau Israel udah bisa booster bahkan dosis keempat), tapi di negara-negara yang ekonominya rendah, vaksin ini jadi barang langka. Adapun salah satu wilayah yang jadi sorotan adalah Benua Afrika yang tingkat vaksinasinya masih rendah.
 
Hiks terus gimana?
Nah, sebagai solusinya, dan sebagai jalan ninja supaya cepat achieve angka 70% itu, African Medicines Agency aka Badan obat-obatannya Afrika udah siap banget nih buat meluncurkan vaksin original-nya mereka yang diberi nama Afrigen. Afrigen ini adalag vaksin buatan Afrika pertama yang bakal pake sequence mRNA, kayak yang dimiliki Moderna. Rencananya, Afrigen ini bakal diuji klinis di November tahun ini dan bakalan siap dipakai di tahun 2024 nanti. Pak Tedros sendiri berharap Afrigen bakal jadi vaksin yang sesuai sama kebutuhannya, harganya lebih murah, dan diproduksinya dalam jumlah yang lebih sedikit, biar nggak numpuk.
 
Emang kondisi COVID-19 di Afrika sekarang gimana?
Well, kata Direktur WHO buat Afrika Matshidiso Moeti, Afrika tuh sekarang lagi berprogres positif banget buat keluar dari pandemi. Terus, beliau juga menyebut bahwa Afrika bisa mengelola virus ini secara jangka panjang, ditambah vaksinasi yang meningkat, plus mereka udah punya vaksin sendiri, jadi yha semoga aja status endemi tuh bukan angan-angan lagi.
 
Sounds so good…
Iya kan. Yha meskipun seluruh orang di Afrika kalau digabung jadi satu tingkat vaksinasinya cuman 11% dengan kematian sebanyak 243 ribu orang sejak awal pandemi, tapi mereka lagi fokus bagusin sistem politiknya, di mana pejabat-pejabat di sana harus lebih niat lagi buat ngedukung dan mengembangkan vaksin dan obat-obat lain, sampai ke alat-alat medis buat penyakit lainnya.
 
I see. Anything else I should know?
Fyi guys, Bank Dunia sendiri mengestimasi bahwa pandemi COVID-19 ini udah menyebabkan 40 juta orang di Afrika jatuh sejatuh-jatuhnya ke dalam kemiskinan yang ekstrem. Belum lagi ada pendapatan domestik yang harus hilang setiap bulannya karena kebijakan pemerintahnya yang nggak jelas nunda ini nunda itu, cabut kebijakan A, cabut kebijakan B dengan total kerugian sebesar US$13,8 miliar kalau digabungin. Karena itulah, baik Moeti maupun Tedros menegaskan, bahwa untuk bisa keluar dari pandemi ini dibutuhkan komitmen kuat dan political will dari semua pihak untuk bener-bener bekerja sama bikin vaksin sendiri, mempercepat vaksinasi, dan eventually balik ke kehidupan normal…

When you looove tempe and tahu so much…

Here’s a not so good news for you.
 
Kemungkinannya ni guys, dalam beberapa hari ke depan, kedua makanan kesukaan kita semua itu bakal menghilang dulu dari pasaran. Hal ini karena banyak produsen tempe tahu yang memutuskan untuk mogok produksi dan jualan, sebagai bentuk protes atas kenaikan harga kedelai yang merupakan bahan baku dari tempe tahu. Menurut Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu (Gakoptindo) Aip Syarifuddin kemarin, mogok produksi ini akan berlangsung pada 21-23 Februari mendatang. Adapun kenaikan harga kedelai yang terjadi adalah dari Rp9 ribu jadi Rp11 ribu per kg pada Desember 2021 dan Januari 2022. Meski udah berlangsung sejak Desember, para pengrajin tahu ini baru dapet keterangan dari pemerintah, yaitu Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Pak Oke Nurwan pada minggu lalu. Jadi intinya guys, harga kedelai ini emang naik karena emang kedelai kita impor, dan harga kedelai internasional lagi melambung banget. Namun karena udah terjadi dari Desember, produsen udah banyak yang kolaps, makanya sebagai bentuk solidaritas, para pengrajin tempe tahu ini bakal berhenti produksi dulu. Adapun sejauh ini, daerah yang udah confirm bakal melaksanakan mogok produksi dan dagang tahu-tempe adalah DKI Jakarta, Jabodetabek, dan sebagian dari Jawa Barat serta Jawa Tengah. Terkait rencana mogok ini, Pak Aip juga minta maaf ni sama kita-kita warga +62 kalo pada waktu yang udah disebutkan tadi, tempe tahu beneran raib dari pasaran.
 
Now singing: What about ussss???

“Jangan seenaknya makan!”

 
Gitu guys kata hakim yang menegur anaknya Nia Daniaty, Olivia Nathania yang lagi menjalani sidang lanjutan terkait kasus penipuan terkait rekrutmen CPNS fiktif di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin. Jadi dalam sidangnya itu, majelis hakim punya agenda untuk mendengarkan keterangan dari saksi dan pelapor, sedangkan Olivia sendiri ikut sidangnya secara online guys. Nah ternyata pas sidang itu, selain ketauan makan, Olivia juga ketahuan ngilang-ngilang terus dari layar, dan hal ini bikin majelis hakim harus beberapa kali menegur Olivia.
 
When you’re just really hungry…

Announcement


No one bought us coffee today 🙁

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Do you want to instantly feel fancy without breaking your bank account? Check this out.

Angel’s Stories

1. Minggu lalu di Hari Jumat, aku lagi nyetir siang-siang abis ketemu orang. Pas lagi nyetir santai gitu, tiba-tiba mobil di depanku berhenti mendadak dan minggir. Hampir aja aku ketabrak. Aku udah mau ngomel sambil ngelewatin mobilnya tapi pas aku nengok, bapak yang nyetir senyum sambil mengangguk kayak minta maaf gitu, dan di sampingnya ada perempuan yang lagi ngasih nasi box buat pemulung yang ada di situ. Aku yang tadinya mau marah jadi nggak jadi deh.
-Seseorang-
 
2. Ga tau kenapa, seneng aja tiap baca cerita angel stories di Catch Me Up. Bikin aku masih percaya bahwa orang baik itu ada loh, dan kita jangan pernah merasa sendirian karena pasti ada yang care dan peduli. Keep up the good work, CMU!
-A, Jkt-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)