PPKM Level 3 Jabodetabek, Bandung, Yogya & Bali, Olimpiade Musim Dingin di Beijing Tanpa Salju, Demonstrasi Besar-besaran Sudah Terjadi Selama 10 Hari di Kanada, Guru Tari Korut Ditangkap Karena Ajarkan Tarian K-pop

65

Hello!

Yesss the good part is when we can just meet up with friends anytime we want, without any restrictions, like we did in 2019. But boy, now that the PPKM level 3 is here, we just need to be patient and follow all the rules. Trust us, things will get better soon.


Everybody, meet again: PPKM Level 3

Again???
Yoi gengs. Again. Jadi kemaren banget nih, Menko Marves sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan baru aja ngumumin kalau ada beberapa daerah yang menurut hasil asesmen pemerintah, PPKM-nya naik level, guys. Dari yang sebelumnya PPKM di Level 2, sekarang jadi level 3. PPKM Level 3 ini ditetapkan selama seminggu sampai ada evaluasi lagi di minggu depan.
 
Tell me more…..
Sure. Dari keterangannya Opung Luhut, daerah-daerah yang PPKM-nya naik level ini bukan karena kasus Covid mereka lagi tinggi, guys, tapi karena tracing-nya rendah. Well, to refresh your mind, kan ada istilah 3T yah, Testing, Tracing, dan Treatment. Nah, yang lagi kita omongin ini Tracing-nya, di mana penelusuran kontak erat antara orang yang positif sama yang nggak tuh masih rendah. Makanya jadi naik level PPKM-nya, buat menghindari kemungkinan orang-orang untuk melakukan kontak erat yang bikin penyebarannya lebih parah.
 
Daerah mana aja si yang naik level ini?
Nah, ada beberapa daerah yang diumumin Opung naik PPKM Level 3. Di antaranya, ada Jabodetabek, Bandung Raya, Yogyakarta, dan Bali. Fyi di Bali tuh tingkatan orang yang dirawat inap di RS juga lagi meningkat. Secara, indikator naik atau turunnya level ini salah satunya adalah tingkat kepenuhan rawat inap di rumah sakit.  Makanya Bali juga ikutan naik jadi PPKM Level 3.
 
Terus aturannya apa apa aja nich?
Well, ada beberapa aturan sih terkait PPKM Level 3 ini. Satu satu yaaa, dari Pertemuan tatap muka aka PTM anak-anak di sekolah, itu cuma boleh 50% dan durasinya cuman boleh maksimal 4 jam aja. Terus, mal dan pusat perbelanjaan juga dibatasin maksimal kapasitasnya 60%, dan udah harus tutup di jam 9 malam. Terus, tempat ibadah juga maksimal kapasitasnya 50% doang, guys.
 
Terus, w jadi WFH apa masih WFO nih?
Tergantung kamu kerja di industri apa sih. Kalau kamu kerja di industri yang orientasinya ke ekspor dan domestik, masih bisa WFO 100% asalkan udah vaksin dosis kedua. Terus, buat sektor esensial masih bisa WFO 75% dengan syarat yang sama, vaksin dosis kedua. Nah, kalau yang sektor non-esensial yha WFH 100% gengs. Oh iya, fyi buat kamu-kamu yang mau ngajakin anak main ke playground, anak kalian udah harus divaksin dulu, guys. Dan kapasitas playgorund-nya pun maksimal 35% aja.
 
Got it. Did anyone say anything?
Ada. Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria yang ikutan menanggapi keputusan pemerintah pusat naikin Jakarta jadi PPKM Level 3. Kata Bang Riza, pihak mereka bakalan terus meningkatkan 3T, walaupun Jakarta jadi salah satu yang paling kenceng 3T nya. Testing di Jakarta bakalan ditingkatkan dari yang 15 orang jadi 30 orang per seribu penduduk.
 
Terus terus?
Dari Jakarta kita ke Bandung yang juga ikutan PPKM Level 3. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil udah memastikan bahwa bakal ada penyesuaian terkait kebijakan ini, namun pastinya akan dilakukan dengan sebijak mungkin tanpa mengurangi potensi mundurnya ekonomi yang sekarang lagi sangat baik nih, momentumnya di seluruh Jabar.
 
I see…
Nah, if you’re wondering about school, jadi Kemendikbudristek juga langsung meng-confirm ni guys bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) di daerah level 3 udah ga akan full 100% lagi. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbudristek, Suharti, aturan soal PTM dan PJJ ini ngikutin surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri tahun 2022 di mana diatur bahwa sekolah di daerah PPKM level 3 dapat menyelenggarakan PTM dengan kapasitas 50 persen, sedangkan untuk yang level 2, aturan PTM-nya tetap berlaku.
 
Got it. Anything else?
Finally, kamu harus tahu ni guys bahwa kata Pak Menkes kemarin, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 kini mencapai 18.966. Dari angka itu, mayoritas merupakan pasien konfirmasi COVID-19 dan sebagian kecil berstatus probable. Terus, Pak Menkes Budi Gunadi Sadikin juga bilang bahwa dari 15.262 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit, sekitar 10.000 pasien merupakan orang tanpa gejala (OTG) atau bergejala ringan. Karena itu, kalo ada pasien OTG dan bergejala ringan sih nantinya mendingan isolasi mandiri di rumah atau fasilitas isolasi terpusat, supaya angka keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 akan berkurang.

What’s more serious that your relationship?

Global warming.
Iya guys, masalah global warming ni udah serius banget, di mana pemanasan global bikin suhu bumi memanas (hence the name) dan bikin es di kutub mencair. Nah yang terbaru, kamu tahu kan bahwa sekarang lagi berlangsung Olimpiade musim dingin di China? Ternyata guys, namanya ajatu musim dingin, tapi gaada saljunya.
 
Loh yang kemaren di Tokyo apa?
Yang di Tokyo tahun lalu itu kan Summer Olympics. Ada Summer, ada juga Winter Olympics yang sekarang lagi happening dari 4 Februari kemarin sampai penutupannya di tanggal 20 nanti, di Beijing, China. Nah, masalahnya, di Beijing tuh nggak ada salju, guys. Dan ini adalah untuk pertama kalinya, Olimpiade Musim Dingin bakal digelar dengan tanpa salju beneran sama sekali.
 
Geeez…background, pls.
Sure. Jadi setelah sukses besar menggelar Olimpiade di tahun 2008 lalu, Beijing kemudian ditetapkan sebagai tuan rumah Olimpiade musim dingin yang digelar tahun ini gengs. Adapun penetapannya dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia sejak 2015 lalu, dan sejak saat itulah Beijing kemudian siap-siap neh, jadi tuan rumah Winter Olympics. Jadi, beda sama summer Olympics yang digelar pas musim panas, Winter Olympics ini digelarnya pas winter, meaning olahraganya juga yang banyak salju-saljunya gitu deh, kayak ski, hockey, ice skating, dll.
 
Beijing tuh… Ada salju ya?
Biasanya sih ada guys, walaupun emang ga banyak. Namun tahun ini, thanks to climate crisis, meskipun suhu udara udah minus, tapi dari November, Desember, terus ke Januari, cuma sekitar 11 milimeter curah hujan yang ada di Beijing, dan ga ada salju sama sekali. Yang ada malah kabut asap yang juga udah lama jadi issue di kota itu, dan tentunya bakal jadi salah satu rintangan juga nih yang harus dihadapi para atlet yang berkompetisi. Makanya, buat beberapa cabang olahraga, pemerintah China kasih alternatif pertandingannya dipindahin ke salah satu kota dekat Beijing, yang cuman tiga jam jaraknya kalau via darat, namanya Zhangjiakhou. Terus, ada juga beberapa pertandingan yang tetap di Beijing tapi pakai salju buatan.
 
Salju buatan?
Iya. panitia di sana bekerja sama dengan TechnoAlpin, perusahaan asal Italia yang bisa bikinin salju buatan. Saljunya ini pun dibuat beda-beda, tergantung dari olahraga apa salju ini mau dipakai. Salju-salju buatan yang ada ini juga dikontrol kualitasnya, mulai dari kelembabannya, suhunya, dan faktor lain yang berpengaruh buat jadiin saljunya ini ideal dan boleh diadu sama salju beneran. Terus salju buatannya ini ditambah campuran kimia yang bisa mencegah saljunya mencair.
 
OK…
Nah tapiii tetep ada masalah lain yang muncul dan tetep aja, masalahnya juga sekitar lingkungan. Jadi untuk bikin salju buatan ini, pihak panitia butuh sekitar 49juta galon air, dan ini diambil dari suatu wilayah deket Beijing yang udah diakui panitia “tengah mengalami kekurangan air”. Meski begitu, pihak panitia udah meyakinkan bahwa air dari salju yang udah mencair ini nantinya bakal bisa digunakan lagi buat keperluan lain kayak irigasi, pertanian, pariwisata, sampai tata kota.
 
Got it. Any words?
Well, jujur atlet-atlet di sana tuh sebenernya pada worry gengs sama si salju buatan ini. Karena biar gimanapun bakalan beda kan salju buatan sama salju asli, apalagi buat para atlet winter. Misalnya kayak, James Clugnet, pemain ski asal Inggris yang bilang saljunya emang dingin, tapi kalau dirasa-rasa di sebelah track-nya tuh hawa panasnya masih kerasa. Apalagi kalau cuacanya berangin, beuhh itu pasir-pasir dari sebelah juga masuk arena katanya gaes. Makanya kudu ada speed tertentu buat nyampe ke garis finish and they will be alright.
 
I see. Anything else?
Fyi sama kayak Summer Olympics, Winter Olympics juga diadain 4 tahun sekali setelah kemarin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, dan next di tahun 2026, Winter Olympics bakal diadain di dua kota di Italia, Milan dan Cortina. However, agak rumit ni guys mau ngadain Winter Olympics secara emang saljunya gaada. Ini juga bukan pertama kalinya man-made snow digunakan di Winter Olympics. Sebelumnya di Sochi, Rusia pada tahun 2014, 80% dari snow-nya adalah buatan manusia. Terus Winter Olympics selanjutnya di Pyeongchang, Korsel, 90% saljunya juga fake. Meski begitu, keduanya masih mending daripada Beijing yang literally 100%. Kalo gini terus katanya guys, by Winter Olympics 2050, cuma ada 10 lokasi aja yang bakal bisa jadi tuan rumah.

When things got hotter….

In Ottawa, Canada.
 
What happened?
Jadi di Ottawa, Kanada, kini tengah berlangsung demonstrasi besar-besaran yang udah terjadi selama 10 hari. Terus bukannya mereda, aksi demonstrasi ini malah makin panas, dan saking chaos-nya, pemerintah setempat sampai nge-declare emergency status buat Ottawa.
 
Demo kenapa emang?
Jadi semuanya berawal dari waktu pemerintah Kanada menetapkan aturan yang menyebut bahwa buat warga yang mau nyebrang ke perbatasannya Canada-US itu udah harus vaksin dulu. Nah warga kemudian enggak terima dan dari situ, aksi demo terjadi. Adapun aksinya berpusat di depan gedung parlemennya Ottawa. Terus seiring berjalannya waktu, tuntutannya juga makin banyak.
 
Apa ajatu…
Ya awalnya kan menolak vaccine mandates tadi, terus jadinya mereka menuntut supaya seluruh aturan pembatasan COVID-19 diakhiri aja, mulai dari mask mandates, social distancing, kapasitas di ruang publik, dll sampe mulai muncul seruan yang menolak pemerintahannya Justin Trudeau sang perdana menteri.
 
Wow okay….
Fyi demonstran ini didominasi sama sopir truk, karena merekalah yang terpengaruh langsung sama aturan vaksinasi tadi. Secara, mereka kan yang harus nyetir cross-country gitu. Terus jadinya sebagai bentuk protes, para sopir ini markirin truk-truknya di tengah jalan sampe ngalangin jalan, terus bangun tenda di situ, sampe bikin pusat kotanya Ottawa ‘paralyzed‘ aka lumpuh. Para sopir ini juga menghidupkan sirene, fireworks, pokoknya chaos deh dan ga mau pulang maunya segala aturan pembatasan karena Covid ini dicabut sama pemerintahannya Pak Justin Trudeau.
 
Terus reaksi pemerintah sendiri gimana?
Bingung juga guys. Massa yang udah chaos kayak gitu bikin Walikota Ottawa Jim Watson kewalahan sampe Pak Jim sendiri bilang kalau mereka udah ‘losing the battle‘, karena biar udah disuruh pulang juga, para sopir tadi masih bertahan. Terus seiring dengan makin lamanya mereka stay di sana, kondisi juga mulai ngga terkontrol di mana sampe Hari Minggu kemarin aja, udah ada 60 aksi kriminal yang diusut polisi terkait demonstrasinya. Adapun aksi kriminal yang dilakukan adalah kayak pencopetan, penrusakan fasilitas umum, hingga ucapan-ucapan rasis dan hate crimes. Karenanya, banyak yang khawatir juga kalo demo ini bakal berujung bangkitnya aksi ekstrim kanan gitu.
 
Hiks. Anything else?
Nggak cuma di Ottawa, di Toronto dan Quebec City juga warga udah mulai pada melakukan aksi demonstrasi. Polisi-polisi di sana juga udah turun ke jalan dan bersiap siaga buat segala chaos dan disruption yang terjadi sepanjang demo, gitu juga di Quebec City yang orang-orangnya udah turun demo sejak Kamis kemaren mempermasalahkan hal yang sama.

When you want to “Shake it” like Sistar…

Apparently, you can’t.
 
Kalo kamu tinggalnya di Korea Utara. Iya guys, jadi baru aja nih, ada seorang guru tari berusia 30 tahun yang tinggal di Pyongsong, Korea Utara yang diciduk sama Otoritas Anti Sosialis Korut. Alasannya, karena doi mengajarkan anak muridnya tarian K-pop yang menurut Undang-Undang Kebudayaan Korut adalah haram. Terus ga main-main, hukuman buat yang melanggar juga bisa berupa kurungan penjara sampe hukuman mati.
 
Jadi diketahui, si guru dance ini adalah lulusan choreography dari Pyongsong University of the Arts dan ditugaskan untuk mengajar tari di Okchon high school di Pyongsong. Namun, doi kemudian memutuskan untuk membuka les tari private dengan biaya US$10 per sesi karena gajinya sebagai guru kecil banget, yakni hanya 3000 won atau sekitar US$0.60 per jam. Nah pas ditangkap, sang guru emang lagi melatih tari dengan lagu-lagu K-pop yang dimainkan dari USB yang disambungin ke TV. Adapun para muridnya juga ikut dikumpulkan oleh otoritas anti sosialis tadi, namun ga jelas nasibnya gimana karena kebanyakan dari mereka berasal dari keluarga kaya.
 
Terkait K-Pop ini, jadi sejak demamnya melanda seluruh dunia, tetangga Korsel sendiri yaitu Korut justru ga bisa ikut merasakan hura-hura yang ada karena emang pemerintahnya melarang berbagai kebudayaan K-Pop yang disebut “kapitalis” untuk diakses oleh warganya. Selain ga boleh nari K-Pop, para warga North Korea juga gaboleh nonton drakor, nonton reality show, dengerin musik K-Pop, pokoknya apapun yang berbau kebudayaan K-Pop deh guys.
 
Otokkeee….

“Saya santri, saya tidak pernah lewat lima waktunya, tidak pernah lewat puasanya.”

Gitu guys kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman dalam acara Coffee Morning yang digelar di Markas Besar AD kemarin. Statement ini disampaikan Pa Dudung seiring dengan munculnya anggapan yang berkembang bahwa dirinya menjauhi dan memusuhi agama Islam. Iya guys, beliau sampe pernah diaduin ke Pusat Polisi Militer Angkatan Darat sama Koalisi Ulama, Habaib & Pengacara Anti Penodaan Agama karena dibilang menistakan agama pas bilang “Tuhan kita bukan orang Arab” padahal maksudnya, ya berdoa bisa pake bahasa apa aja, karena Tuhan ngerti berbagai bahasa yang kita pake buat doa. Gitu.

Pak Dudung sounds like you, when you first time meet your bf/gf’s parents…

Announcement


Thanks to Talia, Meta, Roby & Seseorang for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations


February is the month of love, so… here are some romantic movies you can enjoy with your best friends. Or partner.


Angel’s Stories

1. Aku kemarin abis selesai sidang skripsi (finally!). Aku tuh termasuk yang sidangnya telat, 4,5 tahun lah itungannya. Banyak temen-temen kuliahku yang udah sidang duluan dan aku kira mereka udah pada sibuk sama dunia masing-masing. But then, mereka tau aku ikut sidang dan ngasih banyak banget ucapan selamat yang sangat heartwarming. Banyak banget juga yang dateng ke kampus buat ngasih aku kado padahal aku ga expect apa-apa karena emang pandemi makes us far away (bahkan kita pun udah lama ga contact an). Makasih ya temen-temen, I really love you guys kalian emang orang-orang baik, aku bersyukur banget punya temen kuliah sebaik kalian. Gak akan pernah aku lupain pokoknya!
-Hirahoon-
 
2. My angel is my mum. Aku tinggal di asrama dan rutinitas di sini tuh berat dan padet banget. Belum lagi beban dari organisasi dll. So I told my mum everything. She is busy, indeed. But still she listened to me while working. At the end she said, “Yaudah, semangat tetehh.” Just three simple words but worth as air di tengah padang pasir. Mood booster as always. lov u mi <33
-Ahn-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)