Jakarta PPKM Level 2 Hingga Evaluasi Minggu Depan, Indonesia Mode “Survival of the Fittest”, Chinese New Year 2573 Updates, Miss USA 2019 Cheslie Kryst Meninggal Setelah Lompat dari Apartemennya

114

Good morning!

Welcome to Wednesday, everyone. Hope you had a good and restful holiday yesterday, so you are ready to face the rest of the week. Today we’ll catch you up! with some updates from PPKM, health report, aaand the Lunar New Year. Remember that you can also access our podcast hereEnjoy!


Now, let’s speed you up on: PPKM Updates.

Tell me.
Ok. Jadi, Hari Minggu tanggal 31 kemarin, Presiden Jokowi beserta jajarannya baru aja menggelar rapat evaluasi PPKM yang udah berjalan, mau yang di Jawa-Bali ataupun daerah di luar itu. Hasilnya, Jakarta masih ada di Level 2 sampai nanti dievaluasi lagi minggu depan, sedangkan luar Jawa-Bali PPKM-nya juga diperpanjang sampai dua minggu lagi.
 
Ohh beda beda ya?
Iya beda, guys. Secara evaluasi PPKM di Jawa-Bali tuh dilakukan seminggu sekali dan yang di luar itu dilakukannya dua minggu sekali. Makanya perpanjangan PPKM juga didasarkan sama evaluasi yang dilakukan pada saat itu. Lebih lanjut, Menko Marves Opung Luhut Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Jawa Bali bilangnya penetapan level-levelan ini indikatornya juga diubah, guys.
 
Diubah dari gimana ke gimana tuch?
Well, pada dasarnya pemerintah bakalan tetap ngikutin enam indikator yang udah ditetapkan sama WHO. Tapi buat kali ini, Opung Luhut bilangnya pemerintah bakalan menitikberatkan indikatornya itu ke tingkatan orang yang dirawat inap di rumah sakit. Hal ini mendorong orang-orang ya nggak bergejala sampai gejala ringan buat nggak masuk rumah sakit.
 
Go on.
Nah, selain tingkatan orang yang dirawat inap, adapun indikator lain buat penentuan level-levelan ini adalah capaian vaksinasi, guys. Kata Opung Luhut, buat daerah yang mau masuk ke PPKM Level 1 dan 2, sekarang nggak cuma diliat dari jumlah vaksin dosis pertamanya aja, tapi juga dosis kedua. So far, masih ada 22 Kabupaten/kota yang vaksin dosis keduanya masih di bawah 50%, terus ada 29 kabupaten/kota yang dosis kedua buat lansia-nya juga masih di bawah 40%.
 
Is that all?
Nggak dong. Dalam rapat evaluasi yang dipimpin sama RI 1 itu, Pak Jokowi juga ngasih arahan nih sama jajaran-jajarannya terkait PPKM dan pencegahan dan penanggulangan varian Omicron di negara kita tercinta. Ada empat arahan secara spesifik yang disampaikan sama Pakde, di antaranya sosialisasi dan edukasi yang masif buat orang-orang yang positif tanpa gejala tadi biar karantina mandiri dan konsultasi ke dokter di puskesmas, faskes lain atau pakai telemedicine. Terus obat-obat yang ada di apotek harus dipantau terus stoknya, gengs.
 
Ok….
Lalu terkait transmisi lokal, Pak Presiden juga menekankan adanya peningkatan pencegahan, terutama buat daerah-daerah yang jadi penyumbang kasus aktif terbesar di Indonesia. Beliau juga sempat mentioned soal keluar masuknya orang-orang dari dan ke luar negeri, di mana karantina buat orang-orang itu harus dipantau secara ketat dan sesuai dengan aturan yang udah ditetapkan. Nah terkait aturannya, sekarang tuh aturan buat karantina dari luar negeri udah diubah dari tujuh hari ke lima hari, dengan catatan orang itu harus udah vaksinasi dosis kedua.
 
Yes, we’re talking about vaccine….
Of course. Presiden Jokowi minta sama jajarannya itu buat cepetan deh itu urusin vaksinasi. Vaksin pertama, vaksin kedua, booster. Terus juga vaksin buat anak usia 6 sampai 11 tahun dan juga lansia, semuanya kudu dipercepat prosesnya guys.
 
Sisi ekonominya? Pasti ada dong….
Emang ada. Dalam hal ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto udah dapat mandat dari Presiden buat pemulihan ekonomi, di sektor ekonominya sendiri, kesehatan, sampai perlindungan sosial. Terus, terkait pajak buat barang mewah aka PPnBM regulasinya juga harus segera difinalkan biar bisa diterapkan ke barang-barang otomotif dan properti. Terus juga bantuan ke pedagang kaki lima, warung, dan nelayan. Diurus deh tuh segera kata Pak Pres. Lebih jauh ngomongin ekonomi, per 4 Februari nanti pintu gerbang internasional di Bali udah buka lagi gengs, secara bertahap. Hal ini dilakukan supaya ekonomi Bali bisa tumbuh lagi dan recover.
 
Got it. Anything else?
The fact that Jakarta yang masih stay di level 2 berarti PTM 100% di sekolah bakalan tetap digelar berdasarkan SKB 4 Menteri kan. Nah tapi, dalam rapat evaluasi kemarin, Pak Jokowi meminta supaya PTM 100% Di Jakarta, plus Jawa Barat, dan Banten itu dievaluasi lagi mengingat kasus positif yang semakin meningkat, not to mention Omicron yang semakin menggila.

When you thought that “Survival of the fittest” was only in “the Hunger games” movie…

You’re probably wrong.
Karena menurut CISDI, ada kemungkinan kondisi COVID-19 kita di tanah air lagi kayak hunger games gitu guys. CISDI menyebut bahwa yhaa kalo diliat dari selama ini sih, Indonesia masih ada pada mode “survival of the fittest,” di mana yang selamat ya yang “kuat” dan punya akses ke  pelayanan COVID-19 aja.
 
Gimana maksudnya?
OK. Jadi minggu lalu, CISDI, which stands for Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives aka lembaga thinktank yang concern di isu kesehatan terpusat pada kelompok masyarakat yang punya resources, sehingga keberhasilan atas penanganan pandemi berjalan secara perlahan, dan masih banyak kelompok rentan yang tertinggal. Hal ini disampaikan CISDI pada acara Diskusi Publik Lokapala 3.0 Health Outlook 2022: Habis Gelap, Terbitkah Terang? yang dihadiri banyak ahli-ahli kesehatan, guys.
 
Terus…
Nah terus, menurut Direktur Eksekutif-nya CISDI Gatot Suarman Ilyas, kondisi ketimpangan ini terjadi dalam berbagai aspek, kayak akses vaksin, masker, tes, hingga ketimpangan kapasitas tracing kasus. Hal ini tentunya merugikan banget, karena virusnya jadi berhasil membunuh banyak orang pada tahun 2021. Makanya kata Pak Gatot, kalo kita mau ganti status dari pandemi ke endemi, maka pemerintah harus mengubah kebijakannya jadi lebih membantu buat warga yang membutuhkan.
 
That makes sense.
Rite. Nah terus, CISDI juga bilang bahwa kan sekarang Indonesia lagi jadi presiden G20 nih, jadi pas banget momentumnya untuk memperbaiki kebijakan yang udah ada. Secara, WHO juga udah pernah meminta ke negara-negara G20 untuk memperbaiki ketimpangan terkait pandemi, khususnya dalam hal ketersediaan vaksin. Selain vaksin, akses terhadap fasilitas kesehatan COVID-19 lainnya juga harus bisa dan mudah diakses guys, regardless status ekonomi negaranya maupun warganya.
 
Terus gimana caranya tu?
Well, CISDI bilang ada tujuh langkah yang direkomendasikan pada pemerintah terkait memberantas ketimpangan ini, dan mengubah pola penanganan COVID-19 jadi lebih adil, nggak melulu pentingin aspek ekonomi. Pertama, jangan lagi lah ada tumpang tindih regulasi, dan beda-beda antara pusat dan daerah. Kedua, fungsi puskesmas juga perlu dimaksimalkan buat pusat vaksinasi dan booster. Nah untuk menjalankan fungsinya ini, maka pemerintah perlu ngasih dukungan pada puskesmas-puskesmas ini dari segi anggaran, sumber daya, dll. Ketiga, akses terhadap tes COVID-19 juga wajib, kudu, harus, mudah dan accessible. Secara guys, kita cuma tahu kita kena COVID-19 atau engga kan kalo udah tes. Terus, pemerintah juga didorong untuk mendistribusikan alat tes ke berbagai klinik tanpa kecuali, as well as meregulasi warga yang mau tes sendiri di rumah.
 
Keempat?
Keempat ya kita juga perlu buru-buru mencapai target 70% sampe 80% warga Indonesia yang udah divaksin lengkap. Menurut CISDI, pemerintah harus jelas nih strategi untuk mencapai target itu gimana? Selain itu, masyarakat rentan dan lansia juga harus bisa menjangkau vaksin, jangan “the fittest” aja. Kelima, pemerintah juga perlu menyediakan terapi oral untuk pengobatan COVID-19, Keenam, pemerintah harus bikin kebijakan yang tepat dalam penanganan COVID-19, kayak menyediakan masker N95/KN95 gratis, memanfaatkan fitur telemedicine, karantina ketat, dll. Terakhir nih guys, Indonesia juga diminta untuk menggunakan momentum presidensi G20 untuk mendorong isu kesehatan di negara berkembang, sambil terus memperbaiki kebijakan kesehatan di level nasional.
 
Nice to know. Anything else?
Well, CISDI juga ngingetin guys, bahwa perubahan kebijakan ini perlu dilakukan mengingat kalo kita mau beralih dari pandemi ke endemi, maka kita harus mempertahankan jumlah kasus infeksi jadi serendah mungkin tanpa memicu peningkatan angka kematian. Kalo engga, yha nantinya COVID-19 bakal bernasib sama kayak penyakit endemik lainnya di Indonesia, kayak DBD, malaria, tuberkulosis, di mana penyebaran enggak terkendali, kematian menetap, dan resistensi obat terus meningkat.
 
Penasaran gimana rekomendasi lengkap CISDI buat penanganan wabah? Unduh langsung aja di sini.
 
*Ini adalah konten bersponsor

Now, let’s talk about yesterday’s Chinese New Year…

Yep, di tahun macan ini, semoga kita selalu sehat, sukses, dan cuan selalu! Nah guys, in case you were busy catching up some Netflix series yesterday, ini dia rangkuman perayaan Hari Raya Imlek 2573 kemarin!
 
Tell me.
OK. Jadi acaranya sendiri digelar dengan relatif aman dan khidmat, di mana banyak masyarakat Tionghoa yang merayakan tahun baru ini. Adapun sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas udah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang paduan protokol kesehatan (prokes) bagi umat Konghucu yang bakal melaksanakan ibadah Imlek 2573 Kongzili di tengah pandemi. Beberapa aturannya adalah: umat Konghucu diminta untuk enggak mudik, dah ibadah Imlek di Klenteng dibatasi maksimal 10 persen dari total kapasitas.
 
Okeh terus…
Nah terus, di Jakarta sendiri polisi menurunkan sebanyak 1.965 personel demi mengamankan perayaan Imlek. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, ribuan personel itu merupakan gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres di berbagai wilayah. Terus, para personel itu diturunkan untuk mengamankan 287 lokasi Vihara di area Polda Metro Jaya.
 
Jadi di vihara aja nih?
Enggak juga. Untuk mengatur lalu lintas, polisi juga menurunkan hingga 200 orang personel. Menurut Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, sambil mengawasi lalu lintas, pihaknya juga melakukan pengawasan protokol kesehatan di beberapa tempat.
 
OK…
Nah bertepatan dengan perayaan ini, kemarin, Pak Presiden Joko Widodo juga mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek melalui akun Instagramnya. Beliau menyebut bahwa  di masa sulit seperti saat ini, harapan harus tetap ada. Beliau menyampaikan, “Tantangan dan ujian datang silih berganti, namun manusia telah dibekali kekuatan, keberanian, dan kemampuan untuk menghadapinya. Karena itulah, di masa-masa sulit ini segenap lampion harapan tetap kita apungkan. Gong Xi Fa Cai.”
 
Terus perayaannya gimana?
Seru sih guys, kayak misalnya di Bandung, di mana ada sebanyak 260 batang lilin yang udah selesai diproduksi dan dipajang di area Vihara Dharma Ramsi. Menurut pengelola sekaligus relawan di Vihara Dharma yang bernama Ramsi Asikin, produksi lilin Imlek ini udah berjalan sejak 6 bulan lalu. Ke-260 lilin tersebut terdiri dari 60 batang lilin besar dengan bobot sekitar 100 kilogram sebanyak 30 pasang. Terus juga di Semarang, warga melakukan gotong royong dalam membersihkan klenteng Tay Kak Sie. Ini merupakan tradisi yang dari tahun ke tahun dilakukan untuk menyambut Imlek. Meanwhile di Jakarta sendiri, ada pertunjukan barongsai di LRT, dan bunderan HI juga meriah dengan berbagai ornamen Imlek. Seru kan?
 
Nice… anything else?
Well, kamu juga perlu tahu ni guys bahwa kemarin, bertepatan dengan Imlek, ada 25 orang napi penganut Konghucu yang menerima remisi dari Ditjen PAS di Kemenkumham. Adapun para napi ini terbanyak ada di Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Kepulauan Bangka Belitung dengan jumlah 11 narapidana, terus Kanwil Kalimantan Barat sebanyak 3 narapidana, serta Kanwil Kemenkumham Banten, DKI Jakarta, dan Riau masing-masing 2 narapidana.

Some heartbreaking news is coming from…..

USA.
Karena baru aja pada Senin waktu setempat, publik di sana dikejutkan dengan meninggalnya Miss USA 2019, Cheslie Kryst, setelah dia melompat dari bangunan apartemennya di Manhattan, New York City, Amerika Serikat. Dari investigasi polisi, ada beberapa luka akibat benturan benda tumpul yang ditemukan di sekujur tubuh Cheslie.
 
Dikonfirmasi juga oleh New York Police Department aka NYPD, bahwa mereka bakalan menyelidiki kasus ini mulai dari lingkungan dan orang-orang di sekitar Cheslie. Meskipun nggak dijelaskan secara detail, polisi sana bilangnya mereka bakalan cari tahu why she did what she did aka committed suicide.
 
Fyi setelah dinobatkan jadi Miss USA, Cheslie yang saat ini berusia 30 tahun ini aktif jadi correspondent buat Extra TV sampai sekarang. Dia juga seorang pengacara yang emang udah aktif nge-provide bantuan hukum gratis buat tahanan-tahanan yang jarang banget dapat keadilan in terms of hukuman yang mereka terima, dan berhasil lolos ke tahap 10 besar Miss Universe barengan sama Puteri Indonesia Frederika Alexis Cull, yang diadain di Atlanta, Amerika Serikat, 2019 lalu. Sebelum meninggal, Cheslie juga sempat memposting foto dirinya di Instagram dengan caption: “May this day bring you rest and peace.”
 
Guys, please please pleaseeeee seek for professional help if you need one. You matter. You are loved. And you are precious.

“Ini hanya sementara,”

Hiks, gitu guys isi pengumuman dari McDonald’s Indonesia kemarin, pas mengumumkan tentang adanya kebijakan pembatasan penjualan kentang goreng ukuran besar atau Large French Fries. Adapun penyebab dari pembatasan ini adalah karena adanya kendala pengiriman supply kentang terkait pandemi COVID-19. Karena itu, sementara ini kamu cuma bisa beli kentang ukuran small dan medium guys.
 
Yep, they’re better be…

Announcement


Thanks to Aice for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to try to eat healthily? Try these simple habits.

Angel’s Stories

1. Yesterday I lost my first son, a cat named Kare. So sad but aku bersyukur dia udah ga sakit lagi. Dear, terimakasih sudah menemaniku di pengobatan depresi, menemaniku dalam kesepian, menemani dalam suka dan duka, moga kenyang main-main di surga ya…..
-Amih-
 
2. Ketika lagi jaga IGD malem, dateng pasien anak laki-laki usia 4 tahun dengan keluhan sesek sama batuk. Orang tuanya panik banget dan ga tega liat anaknya sesek. Pada akhirnya si adek harus ngamar dan kudu di swab dulu, rontgen dulu, ngelab dulu. Ketika dipasang infus, adeknya nangis kejer karena kesakitan, tapi dia pinter banget soalnya tetep anteng ga gerak2 yg bikin mbak2 perawatnya gampang masang infus. Setelah berhasil dipasang, si adek duduk lemes sambil berlinang air mata bilang ke kita-kita, “Terima kasih bu dokter dan mbak perawat.” Aku langsung meleleh digituin. Cepet sembuh ya adek sayang 🥲😍
-Anonymous-
 
(We believe that angels, just like superheroes and cats, come in different costumes, but they’re here for the same reasons: to make our days brighter, our smiles wider, and our feelings happier. So during these uncertain times, we’ve decided to replace the love letter with stories about kindness, because now more than ever, our community needs that. Shoot us your kindness stories here (can be something you see or experience firsthand (or no), basically, anything!) and we will feature it here. You can also check our previous angel stories on our angel’s Instagram. Go go go!)