Fotocopy KK & Bukti Vaksin Jadi Syarat Beli Minyak Goreng

57

When you’re toooo lazy to cook…

Here’s another reason to be even lazier.
Iya guys, mo masak di negeri +62 ini ribet banget de. Karena selain harus nyiapin niat, bahan-bahan, bumbu merah dan bumbu putih, kamu juga harus nyiapin… fotokopi KK dan bukti vaksin.
 
Hah beneran?
Iya, kalo kamu mau beli minyak gorengnya. Xixixi. Jadi gini guys, kamu tentunya masih ingat ya bahwa belakangan ini kita lagi heboh karena harga minyak yang melambung, sehingga menyebabkan minyak goreng subsidi seharga Rp14 ribu jadi lenyap di pasaran. Nah belakangan ini, kita dibikin heboh lagi karena munculnya isu bahwa kalo mau beli minyak goreng subsidi ini, pembelinya harus ada fotocopy KK sama bukti vaksin, so people are like, “Dude mo masak nii bukan mau ke KUA”???
 
Tapi kok bisa begitu?
Well, jadi seiring dengan naiknya harga minyak goreng yang bisa mencapai Rp20 ribu per liter, pemerintah kan akhirnya punya solusi untuk menghadirkan minyak goreng subsidi yang harganya Rp14 ribu aja. Tujuannya ya biar rumah tangga ga tercekik-tercekik banget guys dengan harga minyak goreng yang ada. Penyebarannya juga bertahap dulu, dari mulai ritel modern dulu, terus 10 harian kemudian baru menyasar ke pasar tradisional. Tapi, warga yang emang memburu minyak goreng murah ini banyak yang memborong minyak goreng tersebut, sampe emang pada kosong-kosong gitu guys di toko-toko retail.
 
Terus…
Nah, nggak berapa lama alias kemarin banget nih, viral lagi di media sosial kalau mau beli minyak goreng tuh harus ada fotokopi KK sama bukti vaksin, guys. Hal ini viral pertama kalinya di @medsos_viral yang ngeposting foto kertas yang menyatakan bahwa program minyak goreng harga Rp14 ribu/liter berlaku untuk semua merek, mulai dari Sania, Sovia, hingga Fortune. Terus untuk belinya, plz banget mo liat KK sama bukti vaksin lo.
 
Emang beneran?
Well, diklarifikasi oleh Jubir Satgas Covid Wiku Adisasmito, rupanya pemerintah pusat nggak pernah menetapkan kebijakan wajib menunjukkan bukti vaksin kalo mau beli minyak, guys. Terus, Pak Wiku juga bilang pemerintah pusat nggak ikut campur soal syarat-syarat kayak gitu. Dan itu sepenuhnya ditetapkan sama si pelaku usaha, dalam hal ini yha pemilik retail-retail modern tadi. Selain Pak Wiku, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga bilang harusnya ngga ada lagi si syarat-syarat gitu dan harusnya juga minyak Rp14ribu tadi udah ngga langka. Kenapa? Karena udah enam hari nih, pemerintah menggelontorkan 115 juta liter minyak Rp14ribu, tapi kok masih langka juga.
 
Lhaaa kok bisa?
Everybody, meet: Para penimbun yang lagi gencar pemerintah sidak dan tangkep-tangkepin. Iya, jahat banget ya guys, kayak misalnya yang baru aja ditemuin sama polisi di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan di mana ada seorang warga yang menimbun minyak goreng di rumahnya sampe 6 ton. Selain di situ, dugaan penimbun juga ditemukan polisi di Deli Serdang, Sumatera Utara yang menyimpan 1,1juta kilogram minyak goreng.
 
OMG… anything else?
Well, terkait aksi-aksi ini, polisi dah bilang bakal terus melakukan sidak dan mereka yang ketauan melakukan penimbunan bakal dikenakan hukuman sampe lima tahun penjara atau denda sebesar Rp50miliar. Selain polisi, MUI juga udah mengeluarkan fatwa guys, bahwa haram hukumnya melakukan penimbunan tuu dan mereka yang menimbun bisa kena laknat Allah SWT.