BNPB : Lebih Dari 5,000 Bencana Alam Terjadi di Indonesia Tahun 2021

58

What’s happening so often in Indonesia?

Price hike on everything?
That. But also, natural disasters. 
 
What happened?
Iya guys, jadi baru aja ni, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan hasil catatannya bahwa di tahun 2021, telah terjadi lebih dari lima ribu bencana alam di seluruh Indonesia. Akibatnya, masyarakat yang terdampak juga ga sedikit, dan kerusakan infrastrukturnya juga parah banget ni guys.
 
Tell me more
Okay. Jadi kemarin, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bencana-bencana yang terjadi di tahun 2021 didominasi oleh bencana yang sumbernya dari curah hujan, suhu dan angin (Kayak kekeringan, banjir, kebakaran hutan, tanah longsor, hingga puting beliung). Nah bencana ini dinamai juga Bencana Hidrometeorologi. Adapun frekuensi bencana yang terjadi di tahun 2021 tuh naik dibanding tahun 2020, sampai 16,2% kenaikannya.
 
Whoaaaa
Yep. Pak Abdul juga menjelaskan detailnya, yakni kita mengalami 24 kali gempa bumi, 15 kali kekeringan, dan satu erupsi gunung berapi. Nggak cuma itu, kita juga mengalami 1.794 banjir, 1.577 cuaca ekstrem, 1.321 tanah longsor, dan 579 kebakaran hutan sepanjang tahun 2021 kemarin. Terus, in case you’re wondering, bencana alam tuh paling banyak terjadi di Jawa Barat guys. Dengan 1.358 kali bencana yang udah dialami warga sana. Di bawah Jawa Barat, ada Jawa Tengah, Jawa Timur. Aceh, dan Kalimantan Selatan.

Tell me more about the damage…
Ya itu parah juga sih. Dari ribuan bencana alam yang terjadi sepanjang 2021, ada ratusan ribu warga yang terdampak. Plus, infrastruktur kayak jalan, jembatan, perumahan warga, dan fasilitas umum juga mengalami kerusakan guys. Masih dari data BNPB, ada sekitar 4 ribuan fasilitas umum yang rusak di seluruh Indonesia gara-gara bencana, terus ada 150 ribu rumah warga yang juga ikut terdampak karena bencana alam.
 
Sad 🙁
Tru :(. Jadi kalo kamu masih inget, di Desember tahun lalu ada kejadian Gunung Semeru erupsi. Akibatnya, terjadi banjir lahar panas yang mengarah ke rumah-rumah warga hingga warga jadi harus dievakuasi. Selain itu, erupsi ini juga menyebabkan kabut abu vulkanik yang parah banget dan akibatnya, ada sekitar 50 orang yang meninggal dunia. Selain Semeru, ada juga banjir di Sintang yang for the first time in forever, bertahan sampe berbulan-bulan karena emang hutan-hutan di sana udah abis banget dialihfungsi. Saking parahnya, Pak Jokowi sampe melakukan kunjungan ke Sintang, Kalimantan Barat untuk melihat langsung kondisinya. Di kejadian ini guys, ada 25 ribuan kepala keluarga yang terdampak.
 
What about gempa?
Ada juga. Selain di Jakarta beberapa waktu lalu, gempa juga terjadi di Mamuju dan Majene, Nusa Tenggara Barat yang menyebabkan dua ribu masyarakat dievakuasi dari tempat tinggal mereka. Terus ada juga gempa NTT yang kekuatannya sampai 7,4 SR, di mana gempanya terasa sampai ke Labuan Bajo, Adonara, sampai ke Maumere.
 
Banyak ugha sih ni. Did anyone say anything?
Nah terkait kondisi ini, BNPB udah dapat arahan dari Presiden Jokowi buat mengawal semua proses rehabilitasi dan rekonstruksi sampai orang-orang yang terdampak bencana bisa hidup kembali selayaknya sebelum bencana terjadi. Pak Suharyanto selaku Kepala BNPB juga menyebut bahwa hal itu mereka lakukan, misalnya pas terjadi gempa di Jawa Barat awal tahun 2021 kemarin. Kata Pak Yanto, udah ada seribuan rumah yang lagi otw dibangun, terus hampir 200an rumah yang udah ready dan siap ditempati lagi.
 
Harus ada langkah pencegahan gitu gak si?
Iya ada. Masih dari Kata Pak Suharyanto, pencegahan sama mitigasi bencana tuh penting banget, gengs. Program-programnya juga udah disiapkan mulai dari kajiannya kayak gimana, terus gimana prepare buat peringatan dini, komunikasi krisis, sama evakuasi masyarakat nanti gimana itu juga penting gengs buat pencegahan sama mitigasi bencana ini.
 
I see. Anything else?
Btw kamu kamu juga harus tahu bahwa keberadaan media maupun media sosial tuh penting banget sangat tengah menghadapi krisis maupun bencana. Hal ini karena media bisa menjadi salah satu sarana untuk mengedukasi masyarakat, biar proses pencegahan dan mitigasi sama rekonstruksi dan rehabilitasi orang-orang terdampak juga bisa makin lancar, gengs. Gitu juga dengan sosial media. Yang penting jangan menyebarkan info-info hoaks yang bikin warga makin panik ya gengs.